Kamis, 31 Juli 2025

Bondol Hijau, Finch Cantik yang Jarang Dilirik



Bondol Hijau merupakan sejenis burung kecil yang termasuk dalam keluarga Estrildidae, dikenal juga dengan nama burung finch. Bondol hijau memiliki ciri khas warna hijau pada sebagian besar tubuhnya, dengan beberapa spesies memiliki tanda biru atau merah di kepala dan pantat, serta ekor merah.

Bondol hijau juga dikenal sebagai emprit hijau atau Pin-tailed Parrotfinch. Bondol hijau banyak ditemukan di Asia Tenggara hingga New Guinea dan beberapa Kepulauan Pasifik. Menghuni berbagai habitat seperti hutan, semak bambu, padang rumput, dan juga habitat buatan seperti perkebunan.

Indonesia memiliki 31 spesies burung finch aneka warna, meski tidak semuanya bisa ditemukan dengan mudah akibat maraknya perburuan liar, kerusakan habitat, dan alih fungsi lahan. Bahkan sebagian jenis burung finch ini dianggap sebagai hama lantaran sering merusak lahan pertanian.

Bondol Hijau/Emprit Hijau, si cantik yang kurang populer di negerinya sendiri


Dari sekian banyak jenis finch tersebut, hanya beberapa saja yang banyak dicari para penghobi burung untuk dipelihara. Salah satunya adalah burung dari kelompok bondol hijau/parrot finch yang menarik untuk ditangkar.

Baca juga : Finch, Kelompok Burung Kecil dengan Pesona Menyenangkan

Burung emprit hijau termasuk dalam genus Erythrura dalam keluarga Estrildidae. Genus Erythrura, terdapat sedikitnya 13 spesies, termasuk Gouldian Finch (Erythrura gouldiae). Lima spesies di antaranya memiliki wilayah persebaran di Indonesia.

Bondol Hijau Dada Merah (Erythrura hyperythra)


Diantaranya yaitu Bondol hijau Dada Merah/Tawny-breasted Parrot-finch (Erythrura hyperythra). Tercatat ada lima subspesies/ras burung bondol hijau dada-merah ini, dan empat di antaranya merupakan burung endemik Indonesia.

Kemudian ada Bondol hijau Binglis/Pin-tailed Parrot-finch (Erythrura prasina). Bondol hijau Binglis cukup dikenal di kalangan penangkar finch. Di Jawa Barat, burung berukuran 15 cm ini dikenal dengan sebutan gelatik ngunguk. Ada dua subspesies / ras bondol hijau binglis yang tersebar mulai dari Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia.

Bondol hijau Triwarna/Tricoloured Parrot-finch (Erythrura tricolor). Bondol hijau Triwarna merupakan burung endemik di Nusa Tenggara Timur, terutama Timor, Wetar, Babar, Romang, Damar, dan Kepulauan Tanimbar. Spesies ini masih mudah dijumpai di sekitar hutan-hutan terbuka, pertanian, dan daerah berpohon rindang hingga ketinggiana 1.200 meter dari permukaan laut (dpl).

Perilaku kawin dari burung ini cukup unik, di mana burung jantan berusaha mengejar betina sebagai bagian dari ritual perkawinannya. Kalau si jantan bisa meraih betina, maka usahanya itu tidak akan sia-sia, dan berhak mengawini pasangannya.

Bondol Hijau Binglis (Erythrura prasina)


Jika usahanya itu mengalami kegagalan, burung jantan tak akan mudah menyerah begitu saja. Mereka akan terus mencobanya lagi. Setelah ritual perkawinan yang cukup melelahkan, pasangan burung mulai membangun sarang.

Baca juga : Pipit, Burung Pemakan Bijian dengan Warna Menarik yang Sering Dianggap Hama

Burung jantan biasanya mencari bahan sarang, lalu diberikan kepada betina yang segera membangun sarang di antara dahan-dahan pohon atau dalam semak belukar. Pembangunan sarang bisa memakan waktu 1 – 3 hari. Setelah itu, burung akan bertelur tak lama setelah sarang selesai dibangun.

Bondol Hijau Triwarna (Erythrura tricolor)


Bondol Hijau Muka Biru/Blue-Faced parrot-finch (Erythrura trichroa). Bondol hijau muka-biru cukup dikenal di kalangan penggemar finch sebagai piaraan atau untuk ditangkar. Bahkan burung ini kerap dijadikan bahan untuk disilangkan dengan subspesies/ras yang berbeda.

kawin silang ini akan menghasilkan mutasi warna batu. Sebab ada 10 ras bondol hijau muka-biru dengan penyebaran yang meliputi beberapa kawasan di Indonesia dan Australia. Sebagaimana bondol hijau triwarna, ritual perkawinan burung bondol muka-biru juga unik.

Burung jantan akan mengejar betina terus-menerus di dalam kandang penangkaran. Ketika betina berhenti karena kelelahan, si jantan langsung mengawininya tanpa ampun. Ritual pengejaran biasanya dilakukan setelah burung jantan memberi tanda dengan menggelengkan kepala ke kiri dan kanan, kemudian menari di tenggeran sambil menggigit potongan rumput atau bahan sarang.

Bondol Hijau Papua/Papuan Parrot-finch (Erythrura papuana). Saat ini bondol hijau Papua cukup sulit ditemukan daripada bondol hijau muka-biru. Apalagi burung ini lebih sering sendirian, atau berpasangan saja, dan tidak pernah bergabung dengan kelompok lain seperti halnya burung dari jenis finch lainnya.

Bondol Hijau Muka Biru (Erythrura trichroa)


Habitatnya yang beragam membuat burung bondol hijau cukup kuat bertahan dalam segala kondisi alam. Satu-satunya hal yang dapat memicu kepunahannya hanyalah tingkah laku manusia di sekitarnya, yang melakukan perburuan liar, melakukan aktivitas yang menyebabkan kerusakan habitat, dan alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan yang dimaksud adalah perubahan lahan pertanian menjadi pemukiman, kawasan industri, atau area wisata.

Baca juga : Emprit Jepang, Jenis Finch Hasil Silangan untuk Dijadikan Peliharaan

Secara umum, bondol hijau memiliki ukuran tubuh kecil, sekitar 9 hingga 15 cm, termasuk panjang ekor. Ekornya runcing dan seringkali panjang, terutama pada burung jantan. Burung jantan dan betina dapat dibedakan dari warna bulu dan ukuran ekor.

Bondol Hijau Papua (Erythrura papuana)


Emprit hijau umumnya mencari makan dalam kelompok kecil. Makanan utamanya adalah biji-bijian, terutama biji rumput, tetapi bondol hijau juga bisa memakan buah-buahan dan serangga kecil. Beberapa jenis emprit hijau, seperti bondol hijau binglis (Erythrura prasina), dapat menjadi hama pertanian karena suka memakan biji-bijian padi. Meskipun beberapa jenis bondol hijau dianggap sebagai hama pertanian, secara umum, status konservasi burung ini tidak dianggap terancam dan populasinya relatif stabil.

Namun, perubahan habitat dan penangkapan berlebihan dapat menjadi ancaman bagi beberapa populasi burung bondol hijau. Ada sebuah ironi di negeri ini. Burung bernama bondol hijau Binglis (Erythrura prasina) merupakan salah satu burung asli Indonesia, tetapi justru kurang populer di negerinya sendiri.

Anakan Bondol Hijau


Burung cantik ini justru digemari bahkan ditangkar di Eropa. Penangkaran burung bondol hijau biasanya dilakukan dalam kandang aviary. Burung bondol hijau ini memasuki musim kawin setelah berumur 8 bulan atau setelah mabung kedua.

Setelah melakukan perkawinan, tidak lama kemudian burung betina akan bertelur sebanyak 2 – 6 butir telur. Telur-telur ini selanjutnya akan dierami secara bergantian oleh induk betina dan induk jantan selama 13 – 15 hari. Setelah berusia 21 – 23 hari, anakan masih dilayani induknya dalam hal makanan. Tetapi beberapa hari kemudian, sekitar umur 1 bulan, anakan sudah bisa mandiri. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Bondol Hijau, si Cantik yang Kurang Populer di Negerinya Sendiri


Senin, 28 Juli 2025

Red Siskin, Burung Pipit Berwarna Merah dan Hitam Mencolok yang Menawan



Red Siskin/Siskin Merah (Carduelis cucullata) merupakan burung pipit kecil berwarna merah dan hitam. Siskin merah adalah burung yang hidup di daerah tropis Amerika Selatan, terutama berkembang biak di Venezuela dan Columbia bagian Utara.

Siskin merah adalah satu-satunya burung siskin yang memiliki warna merah alami pada bulunya. Meskipun dahulu umum terdapat di kaki bukit Venezuela Utara, namun kini penampakan burung berwarna mencolok ini sudah sangat langka karena populasinya telah menurun drastis.

Hal ini terjadi karena penangkapan secara liar dalam jumlah besar. Karena ancaman kepunahan yang terjadi terhadap burung red siskin, maka pemerintah setempat pun melindunginya, perlu ijin khusus untuk memiliki burung ini.

Sepasang burung Red Siskin


Para penangkar burung red siskin ini di Amerika Serikat harus memiliki ijin khusus penangkaran. Burung siskin merah saat ini banyak dikembangkan di Eropa dan Australia. Penangkapan burung red siskin selain untuk perdagangan juga memenuhi kebutuhan para breeder.

Baca juga : Pipit, Burung Pemakan Bijian dengan Warna Menarik yang Sering Dianggap Hama

Burung red siskin ini dikawin silangkan dengan burung kenari domestik untuk nantinya mendapatkan kenari merah (red-intensive) atau kenari dengan aneka warna yang indah. Hasil dari kawin silang ini disebut dengan Mule Siskin.

Red Siskin di penangkaran


Hasil silangan inilah yang kemudian disilangkan lagi dengan kenari sehingga gen merah akan menurun ke anakannya. Inilah cikal bakal adanya kenari berwarna merah. Karena pada dasarnya burung kenari tidak memiliki gen warna merah.

Burung red siskin sangat mudah dikenali hanya dengan melihat pola bulu yang dimilikinya. Burung red siskin merah jantan memiliki warna hitam legam di kepala sampai ke daerah tenggorokan sehingga menyerupai kerudung.

Warna hitam juga terdapat pada ujung sayap dan ekor. Perut dan bagian bawah bulu ekor berwarna putih dan warna lain sisanya dari burung ini adalah oranye dan merah tua. Sedangkan burung siskin merah betina umumnya berwarna abu-abu.

Dengan sayap dan ekor berwarna hitam, perut keputihan tetapi tidak memiliki percikan merah di area dada dan pantat, sementara ada juga warna merah atau orange pada bagian sayap. Anak burung red siskin saat masih kecil atau remaja berwarna cokelat kemerahan.

Red Siskin merupakan burung pemakan bijian


Sayapnya berwarna hitam dan ada sedikit warna merah atau orange pada bulu ekor dan sebagian sayap. Burung siskin merah muda mulai berganti bulu pada usia 3 hingga 4 bulan. Seiring bertambahnya usia burung, warna merahnya akan semakin pekat.

Baca juga : Finch, Kelompok Burung Kecil dengan Pesona Menyenangkan

Karena habitat aslinya adalah daerah tropis, burung berukuran 4 sampai 4,5 inci ini berkembang biak beberapa kali sepanjang tahun tergantung pada ketersediaan makanan. Burung siskin merah menggunakan berbagai habitat di kaki bukit Venezuela utara.

Anakan Red Siskin umur 2 bulan


Termasuk hutan pegunungan tropis yang basah, hutan gugur, dan hutan semak berduri-sabana. Burung ini tampaknya lebih menyukai hutan terbuka yang relatif kering antara ketinggian 400 hingga 1400 meter (1312 hingga 4593 kaki) dan bermigrasi sesuai dengan curah hujan musiman.

Jangkauan burung siskin merah telah sangat terfragmentasi di sebagian besar wilayah jelajahnya. Saat ini, hanya beberapa koloni yang terisolasi yang tersisa, dengan jumlah populasi total mungkin hanya beberapa ratus ekor.

Penampakan burung siskin merah ini terbatas hanya di empat negara bagian di Venezuela, dibandingkan dengan 15 negara bagian di masa lalu. Populasi kecil burung siskin merah masih ada di negara tetangga Kolombia Utara dan di Puerto Rico yang berasal dari burung-burung yang lepas dari kandang, meskipun penampakannya akhir-akhir ini menjadi langka. Pada tahun 2000, populasi baru ditemukan di Guyana Barat Daya.

Burung siskin merah termasuk burung musiman, dengan periode reproduksi utama terjadi antara bulan April dan awal Juni, dan periode sekunder antara bulan November dan Desember. Sarang spesies ini berbentuk cawan dan biasanya diletakkan tinggi di kelompok pohon-pohon tinggi.

Mule Siskin


Burung siskin merah bertelur tiga hingga empat telur. Telur-telur ini menetas dalam waktu 12 hingga 14 hari. Anak burung yang baru menetas berukuran relatif kecil, dan betina menyediakan semua makanannya. Anak burung menjadi berbulu penuh 12 hari setelah menetas.

Baca juga : 

Di alam liar, rata-rata umur burung siskin merah adalah bisa mencaai umur 4,2 tahun. Sementara di dalam penangkaran, burung siskin merah termasuk burung yang paling tangguh dan memiliki harapan hidup hingga umur 8 tahun.

Kenari Merah


Makanan burung siskin merah terdiri dari buah, kuncup bunga, biji rumput, dan tanaman herba. Dalam perawatan manusia, mereka memakan campuran biji yang terdiri dari campuran biji burung finch, campuran biji burung kenari, dan biji thistle. Mereka juga diberi makanan berupa pelet komersial, serta berbagai jenis selada.

Siskin merah yang suka dengan biji-bijian sebagaimana burung kenari ini memiliki suara indah dengan nada panggilan “chweee” atau suara panggilan sebagaimana siskin pada umumnya seperti “chee chee”. Burung ini juga bisa dimaster dengan suara burung lainnya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Red Siskin, Burung Pipit Berwarna Merah Hitam dari Daerah Tropis Amerika Selatan


Sabtu, 26 Juli 2025

Scotch Fancy, Burung Kenari Berpostur Melengkung Unik dari Skotlandia



Kenari Scotch Fancy merupakan jenis kenari postur yang berasal dari Skotlandia. Kenari Scotch Fancy atau yang sering disebut kenari SF adalah salah satu jenis kenari yang memiliki keunikan tersendiri. Kenari ini dikenal karena posturnya yang unik, melengkung menyerupai angka 7. Kenari Scotch Fancy adalah salah satu yang cukup populer di Eropa, khususnya Inggris dan Skotlandia.

Di Inggris, kenari Scotch Fancy lebih dikenal dengan “The Glasgow Don atau Bird O Circle” karena formasi dan kepala sampai ke ujung ekor saat dipertandingkan berbentuk setengah lingkaran. Dalam kontes kenari ada posisi, gerak, atau bunyi yang harus dipertontonkan oleh burung kenari.

Keadaan yang tidak umum ini ditemukan Secara menonjol di wilayah Skotlandia dan Inggris Utara, Sedang di wilayah selatan burung ini tidak populer. Meski tidak sepopuler kenari Yorkshire atau Rasmi, burung ini tetap memiliki daya tarik yang tinggi bagi para pecinta burung kicau. Postur tubuhnya yang melengkung serta suara uniknya menjadi daya tarik utama dari kenari asal Skotlandia ini.

Kenari Belgian Fancy


Kenari Scotch Fancy mulai dikenal sejak abad ke-19. Burung ini bukan hasil persilangan sembarangan, tetapi merupakan turunan dari Belgian Fancy Canary yang dikembangkan secara selektif. Dikembangkan dengan tujuna untuk melahirkan kenari postur yang memiliki bentuk tubuh melengkung yang lebih anggun dan gaya berdiri yang khas.

Baca juga : Kenari Lancashire, Salah Satu Burung Kenari Termahal Paling Digemari Pecinta Burung

Namanya kenari jenis ini diambil dari kata “Scotch” yang merujuk pada asalnya, dan “Fancy” yang berarti istimewa atau bergaya. Sampai saat ini, burung kenari Scotch Fancy garis keturunannya masih dijaga sampai sekarang. Burung ini termasuk dalam varietas postur, karena daya tarik utamanya terletak pada bentuk fisiknya yang unik.

Kenari Belgian Bossu lebih besar daripada Scoth Fancy


Kenari ini mempunyai gerak yang bebas serta lincah dan gesit. Scotch Fancy memiliki tampilan tubuh yang sangat mudah dikenali. Postur tubuhnya ramping, panjang, dan melengkung membentuk huruf “C”. Tubuh yang panjang dan lentik, melengkung dalam bentuk setengah lingkaran, cembung di atas dan cekung di bawah, dengan garis bulu bersih yang dekat, pendek dan ketat.

Lehernya panjang dan lentur, sering menunduk mengikuti lengkungan tubuh. Burung kenari Scotch Fancy harus memiliki kepala kecil, lebih bulat sedikit dibanding burung kenari Belgia. Bahunya terisi penuh namun sempit dan bulat, sayapnya panjang dan menempel kuat ke badan, dan kaki yang panjang kuat terpentang dengan baik, menambah kesan elegan.

Kenari postur lebih diutamakan penampilan yang unik bukan keindahan suaranya


Dadanya menonjol ke depan, memberi kesan anggun. Dengan ekor yang panjang dan lurus ke bawah. Kakinya panjang, menopang posisi berdiri yang menukik. Kenari Scotch Fancy berukuran sekitar 17–18 cm. Kenari ini tidak memiliki jambul, dan biasanya dibudidayakan untuk keindahan bentuk tubuh, bukan suara.

Baca juga : Kenari Gloster, Burung Kenari yang Khusus Dikembangkan untuk Mendapatkan Burung Kenari dengan Model Unik

Salah satu daya tarik utama dari kenari Scotch Fancy adalah gaya berdirinya yang khas. Burung ini terlihat seperti “membungkuk” dengan posisi leher dan punggung yang melengkung ke depan. Ini adalah hasil dari pemuliaan selektif dan menjadi nilai estetika tertinggi dalam kontes kenari bentuk (type canary).

Kenari Scotch Fancy mempunyai penampilan yang menawan


Kenari Scotch Fancy dikenal sebagai burung yang tenang, tidak agresif, dan bisa dipelihara dengan damai bersama jenis kenari lain. Kenari Scotch Fancy cenderung lebih fokus pada penampilan, dan meskipun bisa berkicau, kualitas suaranya bukan yang utama.

Burung Kenari Scotch Fancy cenderung aktif dan lincah, sehingga butuh kandang yang cukup luas agar bisa bergerak bebas tanpa risiko cedera, terutama karena posisi tubuh Scotch Fancy yang unik. Burung kenari Scotch Fancy diketahui dapat hidup hingga usia 8 sampai 12 tahun.

Anakan kenari Scotch Fancy


Karena keunikan bentuknya, kenari Scotch Fancy termasuk dalam kategori premium di kalangan penghobi. Harganya jauh lebih mahal dibanding harga kenari jenis lainnya, bahkan bisa lebih mahal lagi jika memiliki bentuk sempurna dan berasal dari indukan juara.

Baca juga : 

Di ajang kontes kenari bentuk, burung kenari Scotch Fancy dinilai dari simetri lekuk tubuhnya, keanggunan pada posisi berdiri, dan kebersihan bulu, bukan dari suara. Kenari Scotch Fancy adalah simbol keanggunan dan seni dalam dunia perburungan.

Kontes keindahan burung kenari di luar negeri


Bagi para pencinta kenari yang menghargai estetika postur tubuh dan keunikan fisik, Scotch Fancy adalah pilihan yang luar biasa. Meskipun bukan tipe kenari penyanyi, kehadirannya di rumah atau di arena kontes selalu berhasil mencuri perhatian. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Scotch Fancy, Burung Kenari Unik dengan Postur Melengkung


Selasa, 22 Juli 2025

Blackthroat, Bangsa Burung Penyanyi dari Benua Afrika yang Mempesona



Blackthroated (Serinus atrogularis) atau di Indonesia dikenal sebagai blackthroat. Sebagaimana lovebird, burung blackthroat atau yellow-rumped seedeater juga berasal dari Benua Afrika. Sementara di Indonesia umumnya blackthroat yang ada diperkenalkan dan dibawa oleh bangsa Belanda.

Asal nama burung ini tidak lepas dari ciri fisik dimana pada bagian kerongkongannya terdapat warna hitam pekat yang terlihat seperti burung ini sedang memakai dasi di lehernya atau terdapat noktah hitam di lehernya. Blackthroat mempunyai bunyi yang nyaring dengan siulan yang tinggi, indah, dan merdu.

Blackthroat merupakan burung kecil yang masuk dalam bangsa Passeriformes dan dikelompokan dalam subbangsa Passeres (bangsa burung penyanyi) sehingga wajarlah kalau burung ini mempunyai suara dan nyanyian yang sangat mempesona. Burung blackthroat merupakan salah satu spesies burung pemakan biji.

Blackthroat di habitat alaminya


Secara umum, ada dua ras blackthroat yang dikenal di Indonesia, yaitu blacktroat asal Botswana dan Senegal. Meski keduanya memiliki penampilan dan suara kicauan yang tidak jauh berbeda, banyak kicaumania cenderung memilih ras dari Botswana karena memiliki irama lagu dan cengkok yang lebih bagus.

Baca juga : Kenari, Burung dengan Suara Merdu dan Warna Mencolok yang Sangat Populer di Dunia

Blackthroat termasuk salah satu jenis burung finch yang sangat popular di Indonesia, karena kerap dijadikan burung master (terutama untuk isian kenari), dijadikan hiburan di rumah, maupun dilombakan di kelas campuran. Menilik asal-usulnya, burung blackthroat memang bukan plasma nutfah asli Indonesia. Namun karena sudah lama dikembangbiakkan maka blackthoat yang ada kemudian dikenal sebagai blakcthroat lokal.

Seekor blackthroat sedang mencari makan


Di habitatnya, di benua Afrika burung blackthroat ini biasa bertengger di pucuk pohon yang tinggi baik untuk mempersyaratkan daerah kekuasaannya maupun untuk memikat blackthroat betina, suaranya dapat terdengar sampai ratusan meter. Tentunya karena kelebihan ini membuat kicau mania tertarik untuk mengoleksi burung ini.

Kelebihan lainnya adalah karena sifatnya yang poligami atau dalam kata lain satu blackthroat jantan dapat dikawinkan dengan lebih dari satu betina. Sehingga bagi para penangkar tentu kenyataan ini sangat menguntungkan.

Burung ini juga terkenal mempunyai mental yang berani, terbukti dengan kemampuannya dapat kawin dengan burung kenari yang secara fisik mempunyai ukuran tubuh lebih besar. Blackthroat juga dapat dikawinkan dengan Herda Sanger, Mozambik, bahkan gelatik.

Burung Blackthroat juga dapat menirukan suara burung lain (bersifat mimikri) Blackthroat merupakan master yang baik bagi burung lomba karena speed dan volume serta nada nyanyian indah yang dibawakannya. Burung blackthroat dapat dipelihara sendiri di rumah, namun sebaiknya dipelihara yang berkelamin jantan.

Perbedaan jantan betina pada blackthroat


Karena blackthroat jantan mempunyai variasi yang indah dan volume suara yang lebih keras. Sedangkan bagi blackthroat betina suaranya cenderung lemah dan walaupun terkadang keras namun hanya bersifat monoton sehingga kurang indah didengar.

Baca juga : Kenari Lancashire, Salah Satu Burung Kenari Termahal Paling Digemari Pecinta Burung

Satu lagi yang merupakan ciri khas dari burung ini adalah sifatnya yang over protektif terhadap anaknya (piyik). Jika dalam masa mengeram burung ini diganggu, maka jika dapat saja burung ini mematuki anaknya sampai mati.

Budidaya blackthroat di sangkar kecil


Burung blackthroat merupakan burung yang kicauannya sangat indah, mengalun sangat merdu dengan irama tinggi dan rendah dengan kicauan yang panjang dan tidak terputus-putus. Namun blackthroat betina biasanya sangat hanya mencicit dan suara kerasnya cenderung monoton.

Sulit mungkin bagi awam mengetahui ciri kelamin jantan dan betina, namun secara fisik tedapat perbedaan untuk menentukan blackthroat jantan dan betina. Blackthroat jantan mempunyai postur tegak dan panjang, berleher panjang dan berkepala besar lonjong.

Blackthroat jantan dewasa mempunyai variasi kicauan yang panjang namun tidak putus-putus (ngerol), power suara juga lebih keras. Lalu bagaimana bila masih paud/anakan? Anakan blackthroat umumnya sudah rajin berbunyi atau ngriwik saat berusia 45 hari.

Jadi bila diatas 2 atau 3 bulan kok belum ada variasi dan hanya monoton cuit-cuit maka hampir dipastikan 90 persen betina. Blackthroat jantan dewasa memiliki dubur yang relatif lebih panjang, namun saat usia paud kloaka cenderung sama hampir tidak ada perbedaan antara jantan dan betina. Namun bila jeli dan teliti tetap bisa dibedakan.

Anakan blackthroat hasil penangkaran


Cara termudah untuk mengetahui blackthroat jantan yaitu dengan melihat gayanya. Blackthroat jantan dewasa akan membuka sayapnya saat berkicau, terlebih saat ditempel/jejer dengan blackthroat lainya. Membuka sayap (nggaruda) adalah perwujudan kekuasaan dan keberanian saat berhadapan dengan pejantan blackthroat lainnya dan sebagai ajang memikat lawan jenis (blackthroat betina) saat proses kawin.

Baca juga : Kenari Gloster, Burung Kenari yang Khusus Dikembangkan untuk Mendapatkan Burung Kenari dengan Model Unik

Makanan untuk burung Blackthroat adalah biji-bijian, buah-buahan dan sayuran/dedaunan dan beberapa makanan tambahan (extra fooding). Makanan biji-bijian selain memiliki gizi dan kalori yang mencukupi untuk burung jenis finch juga mengandung karbohidrat untuk tenaga juga cukup mengandung lemak nabati.

Blackthroat bakalan perlu perawatan yang tepat agar bisa segera gacor


Jenis biji-bijian yang bisa diberikan antara lain, jewawut, milet, cannary sheed, biji sawi, niger sheed, dan biji lobak. Sayuran yang diberikan baiknya adalah sayuran dengan serat yang tidak terlalu banyak (seperti daun singkong) karena akan memudahkan bagi pencernaan burung, contoh sayuran yang dapat diberikan untuk blackthroat adalah sawi putih, selada air, oyong, apel, dan slada.

Protein dibutuhkan untuk kesehatan dan kebugaran bagi blackthroat dalam masa pertumbuhan maka protein hewani mutlak dibutuhkan untuk kelancaran masa perkembangan burung tersebut, protein hewani yang dapat diberikan kroto, telur puyuh, dan telur ayam (kuningnya). Seperti pada manusia, kebutuhan vitamin terkadang tidak dapat terpenuhi kesemuanya hanya dari makanan, namun dengan memakai suplemen vitamin. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Blackthroat, Burung Penyanyi Cilik Berleher Hitam


Sabtu, 19 Juli 2025

Emprit Jepang, Jenis Finch Hasil Silangan untuk Dijadikan Peliharaan



Emprit Jepang (Lonchura striata domestica) merupakan salah satu jenis burung finch yang populer dipelihara sebagai hewan peliharaan di banyak negara, termasuk Indonesia. Burung ini secara Internasional disebut dengan Society finch. Emprit Jepang tidak ditemukan di alam liar, karena hasil domestikasi dari burung Lonchura striata.

Cikal bakal burung ini sebenarnya berasal dari daerah Bengala, India. Awalnya burung Bengalese finch/finch sharp-tailed munia (Lonchura acuticauda), dibawa ke Jepang yang kemudian dikawin silangkan dengan striated munia (Lonchura striata). Burung Lonchura striata sendiri tersebar di Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi, Thailand & Vietnam selatan.

Bengalese Finch (Lonchura acuticauda)


Keturunannya inilah yang kemudian disebut dengan emprit Jepang. Emprit jepang memiliki kemiripan dengan white-rumped munia atau emprit lokal. Perbedaan terletak pada karakter, warna, corak bulu, dan suara kicauannya. Bahkan, belakangan ini ada juga yang menyilangkan emprit jepang dengan jenis burung finch lainnya.

Baca juga : Finch, Kelompok Burung Kecil dengan Pesona Menyenangkan

Diluar negeri, sudah bisa didapatkan emje dengan berbagai macam warna hasil mutasi. Mulai dari putih, coklat, cream, silver, dan lain-lain. Bahkan sudah dihasilkan emje yang mempunyai corak batik/sisik ikan di bagian dadanya. Selain itu juga sudah dihasilkan emje crested/jambul yang semakin menambah keunikan tersendiri dari emje itu sendiri.

Lonchura striata


Di Amerika, Eropa, dan Australia, orang justru lebih tertarik memelihara atau menangkar burung finch ketimbang burung kicauan seperti di Indonesia. Selain mudah dalam perawatannya, penampilannya yang cantik dan penuh warna cukup menggoda untuk disilangkan demi mendapatkan anakan dengan warna-warna unik yang menarik.

Burung finch banyak disukai oleh kicaumania di Indonesia karena bisa dijadikan burung penghias di taman rumah, meski sebagian juga bisa dijadikan burung master. Tidak sedikit pula yang pengin beternak, lantaran pengelolaannya relatif mudah.

Di Indonesia, burung ini bukan hanya bisa dijadikan burung hias tetapi juga kerap dimanfaatkan sebagai induk asuh/baby sitter atau babuan untuk mengerami telur jenis burung finch lainnya. Para penangkar/breeder burung gould amadine maupun zebra finch kerap menggunakan emprit jepang sebagai induk babuan untuk mengerami telur dan merawat anakan yang baru menetas.

Ini karena burung emprit jepang dikenal tidak mudah stres. Burung ini juga pintar mengasuh anakan, sehingga kerap dijadikan babuan untuk anakan jenis finch lainnya. Meski sedang bertelur atau mengerami telur, burung ini tidak mudah terganggu oleh aktivitas di sekitarnya, emprit jepang tetap produktif.

Sepasang burung Emprit Jepang


Burung emprit jepang ini mudah dalam perawatan, dari segi makanannya juga sangat mudah dicari. Jenis burung ini selain mudah perawatannya, juga tahan dari semua penyakit, serta gampang dibudidaya karena saat bertelur kemudian beranak, induknya rajin memberikan makanan.

Baca juga : Pipit, Burung Pemakan Bijian dengan Warna Menarik yang Sering Dianggap Hama

Kalau mau menangkar, sebaiknya dipilih calon induk jantan dan betina yang sudah mencapai umur dewasa kelamin, yaitu sekitar 5-6 bulan. Lebih matang lebih baik, misalnya betina umur 8 bulan dan jantan umur 1 tahun. Untuk membedakan jenis kelamin emprit jantan dan betina agak sedikit susah, karena keduanya mempunyai bentuk tubuh serta warna bulu yang hampir sama.

Emprit Jepang kerap dijadikan induk asuh/baby sitter jenis finch lainnya


Cara untuk membedakannya bisa diperhatikan dari tingkah lakunya, yaitu biasanya untuk burung emprit jepang jantan lebih aktif bergerak dan berkicau, serta suara kicauannya lebih bervariasi. Sedangkan untuk burung emprit jepang betina lebih pasif dan jarang berkicau, dan seandainya berkicau pun suaranya terdengar monoton.

Tetapi emprit jepang umur 5-6 bulan umumnya sudah dewasa, ditandai dengan perilaku sering berkicau, terutama burung jantan. Kalau mau praktis, masukkan beberapa ekor burung jantan dan betina dalam kandang aviary/koloni. Biarkan burung mencari pasangan masing-masing.

Perlu disediakan tempat bersarang/gelodok dengan jumlah melebihi jumlah calon pasangan indu. Misal, memasukkan 5 ekor calon induk jantan dan 5 ekor calon induk betina, sediakan minimal 6 gelodok yang ditempatkan secara berpencar.

Nanti setiap pasangan induk akan memilih gelodok yang disukainya. Kalau belum memiliki kandang aviary, Anda juga bisa menggunakan kandang battery ukuran 40 x 40 x 50 cm2 yang banyak dijual di pasar burung. Masukkan pula wadah sarang (anyaman rotan) yang juga banyak dijual di kios/pasar burung. Bahan sarang bisa berupa serat kelapa atau serat cemara.

Setelah berumur 1 bulan, anakan Emprit Jepang akan mandiri


Pakan utama emprit jepang berupa biji-bijian atau pakan kenari (canary seed). Pakan tambahan/extra fooding (EF) berupa daun sawi atau selada. Setelah berjodoh, burung akan kawin. Selanjutnya, induk betina akan bertelur sebanyak 4 sampai 6 butir.

Baca juga : Mozambik, Burung Kenari Kuning Afrika Bersuara Merdu dan Berumur Panjang

Telur akan dierami induk jantan dan betina secara bergantian selama 15-16 hari. Masa mengeram dimulai setelah telur ketiga dikeluarkan induk betina. Setelah menetas, anakan emprit jepang ini akan diasuh oleh kedua induknya hingga mencapai umur 20 hari.

Emprit Jepang jambul


Setelah berumur 1 bulan, anakan sudah bisa belajar makan sendiri. Jika anakan sudah mandiri (mencari makan sendiri), maka sudah bisa memisahkan anakan dari induknya dan merawatnya di kandang tersendiri, tujuannya agar indukan segera bisa berproduksi lagi. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Emprit Jepang, Jenis Finch yang Tidak Dapat Ditemukan di Alam Liar


Kamis, 17 Juli 2025

Kenari Yorkshire, Burung Berpostur Elegan Berharga Mahal



Kenari Yorkshire merupakan jenis burung kenari yang terkenal karena ukuran tubuhnya yang besar dan postur tubuhnya yang tegak, sering dijuluki “The Guardsman” karena penampilannya yang gagah. Burung ini juga dikenal dengan bulu yang tebal dan lebat, serta suara kicauan yang merdu dan bervariasi, terutama pada kenari jantan.

Kenari Yorkshire berasal dari Inggris, tepatnya dari daerah Yorkshire, dan merupakan salah satu jenis kenari termahal yang banyak diminati. Kenari Yorkshire bukanlah kenari galur murni tetapi hasil rekayasa dan breeding terseleksi antara jenis Norwich, kenari Lanchasire, dan kenari Belgia.

Kenari Norwich


Kenari Yorkshire dikembangan sekitar pertengahan tahun 1800, dikembangkan sebagai “type canary” dengan fisik yang bagus dan bukan pada lagu. Kenari Yorkshire dikembangkan lebih menitik beratkan pada postur yang menawan. Nаmun dаri segi kicаuаn tetаp sаjа tidаk kаlаh istimewа dengаn jenis burung kenаri lаinnyа.

Baca juga :  

Mungkin inilаh аlаsаn yаng menjаdikаn hаrgа kenаri Yorkshire jаntаn mаupun betinа menjаdi mаhаl. Bаhkаn hаrgа yаng dibаnderol oleh pаrа pengusаhа аtаu importir dаn pаrа pembudidаyа burung hаrgа kenаri Yorkshire relаtif lebih mаhаl jikа dibаndingkаn dengаn jenis burung Fringilidаe lаinnyа.

Belgian Fancy, cikal bakal berbagai jenis kenari terpopuler di dunia


Karena keunikan dan kecantikannya, kenari Yorkshire dikenal sebagai burung favorit untuk dipelihara bahkan dilombakan. Bentuk kenari Yorkshire terkadang digambarkan seperti wortel yang terbalik. Burung ini selalu berdiri tegak, dengan kaki panjang.

Ukuran tubuh kenari Yorkshire cukup besar hingga mencapai panjang 17 cm melebihi jenis kenari yang lain. Kepala membulat dengan leher yang terlihat pendek dan bulu tubuh rapat serta halus. Kenari Yorkshire memiliki dada lebar dengan postur berdiri yang membusung tegak, terkesan pemberani.

Budidaya kenari Yorkshire


Itulah mengapa kenari Yorkshire ini di Eropa, dijuluki sebagai “The Guardsman” atau “Sang Penjaga”. Dan “Gentleman of the Fancy” atau “Burung yang sopan/aristokrat” karena cara berdirinya yang tenang. Warna yang paling banyak ditemui pada kenari Yorkshire adalah kuning, coklat, dan hijau sedangkan warna putih lebih sedikit.

Baca juga :  

Kenari Yorkshire dianggap sebagai salah satu kenari yang terbesar dan tertua dari semua jenis burung kenari, dan hal itu tercatat sejak 1894. Sekalipun ditemukan di Inggris, Yorkshire lebih banyak dikembangbiakkan di negara-negara lain.

Kenari Yorkshire berpostur menawan juga bersuara merdu


Para importir di Indonesia biasa mendatangkan Yorkshire dari Jerman, Belanda, dan Belgia. Burung Yorkshire yang baru saja masuk ke Indonesia tentu memerlukan beberapa penyesuaian terutama dengan kondisi cuaca.

Memelihаrа burung kenаri Yorkshire аdаlаh bukаn pekerjааn yаng mudаh. Selаin diperlukаn ketelаtenаn yаng ekstrа kerаs jugа perlu pengetаhuаn khusus kаitаnnyа dengаn pemelihаrааn kenаri Yorkshire. Dengаn ukurаn tubuhnyа yаng lebih besаr, mаkа otomаtis pаkаn mаupun kebersihаn sаngkаr penаngаnаnnyа jugа hаrus ekstrа.

Kenari Yorkshire seringakali ikut lomba burung berkicau


Selаin dipengаruhi oleh rаwаtаn hаriаnnyа, pemberiаn pаkаn mаupun cаrа pemаsterаn, kemаmpuаn аtаu rаjin bunyi sаngаt dipengаruhi oleh fаktor umur dаn jenis kelаminnyа. Selain itu untuk kenari Yorkshire jantan lebih baik juga ditempatkan secara terpisah dari kenari lainnya untuk menjaga wilayah teritorialnya sehingga tetap rajin berkicau.

Baca juga :  

Sebab, hal ini dapat berpengaruh terhadap mental dan karakter dari kenari Yorkshire agar menjadi lebih baik dan terus stabil. Sementara untuk urusan perawatan harian, kenari yorkshire sedikit berbeda dari kenari jenis lokal.

Kenari Yorkshire menjadi idola para kicau mania


Proses adaptasi kenari Yorkshire impor biasanya memakan waktu sepekan. Saat Yorkshire baru datang, hindari memberikan kuning telur karena dapat mengakibatkan kakinya bengkak dan membusuk. Pakan sawi putih menyebabkan feses berair dan hijau menandakan sakit. Yorkshire sehat ditandai dari kotorannya yang kering. Berikan pakan telur kering yang ada di pasaran. Frekuensi pemberian satu kali sehari pada pagi hari. Jatah pakan hanya 4 gram per ekor setiap harinya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kenari Yorkshire, Salah Satu Jenis Kenari dengan Penampilan Gagah Bersuara Merdu


Jumat, 11 Juli 2025

Merawat Kenari yang Benar agar tetap Sehat dan Rajin Berkicau



Banyak orang memelihara burung karena ingin mendengarkan kicauannya yang merdu setiap hari, selain itu juga menikmati keindahan warna bulunya. Salah satu burung yang paling banyak dipelihara adalah burung kenari (Serinus canaria domestica). Kenari termasuk salah satu jenis burung kicauan terpopuler di dunia.

Meskipun pamor kenari dalam lomba burung kicauan di Indonesia masih jauh di bawah murai batu dan kacer maupun burung berkicau lainnya, namun jumlah penggemar kenari tidak kalah banyak. Salah satu alasannya, karena harganya yang relatif murah, stok cukup berlimpah, dan perawatannya juga cukup mudah sehingga menarik minat para pemula untuk memeliharanya.

Secara umum, kenari terbagi dalam tiga tipe, yakni postur, warna, dan suara. Karena itu, jika ingin memeliharanya, harus dipilih jenis kenari yang sesuai dengan keinginan. Apabila senang memelihara kenari karena penampilan dan warnanya, bisa dipilih burung kenari dengan tipe postur atau warna. Jika senang dengan suaranya, maka pilih kenari bertipe penyanyi.

Biji-bijian untuk pakan burung Kenari


Dibandingkan dengan jenis burung kicauan lainnya, kenari termasuk paling mudah dalam perawatannya. Beternak kenari juga relatif lebih mudah. Kemudahan dalam perawatan inilah yang membuat kenari termasuk salah satu burung yang banyak digemari di Indonesia. Meski demikian, tidak setiap kicaumania bisa mendapatkan kenari yang rajin bunyi atau gacor, terutama jika perawatan dilakukan serampangan atau asal-asalan.

Baca juga : Kenari, Burung Kecil Bersuara Merdu dengan Beragam Postur dan Warna yang Menarik

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam cara merawat burung kenari atau pemeliharaan kenari, baik terkait dengan kandang, pakan, hingga beberapa potensi gangguan. Perawatan intens diperlukan saat burung sedang mabung atau ambrol bulu, burung kenari saat macet bunyi.

Memandikan burung Kenari dengan cara disemprot halus


Agar burung bisa kembali berbunyi ngerol panjang dengan suara keras. Atau kenari bakalan atau anakan, burung yang sedang macet bunyi hingga bisa cepat bunyi dan yang lainnya. Semua perawatan tersebut dimulai dari pemberian pakan, pemberian pakan ektra fooding, egg food, pemberian sayuran, mandi jemur, dan juga kebersihan serta pemberian suplemen tambahan.


Pemberian pakan

Memberi pakan secara berlebihan akan berdampak kurang baik pada penampilan dan kesehatan kenari. Selain bisa membuat burung gemuk, pakan yang berlebihan juga akan membuat kenari malas bunyi dan lebih memperhatikan pakannya. Untuk hasil yang baik, berikan pakan biji-bijian dalam takaran yang tepat, misalnya 1/3 cepuk pakan.

Pakan utama kenari memang biji-bijian, sesuai dengan bentuk paruhnya. Karena itulah pakan bijian harus selalu disediakan dalam jumlah cukup setiap harinya. Pakan bijian yang bagus untuk kenari misalnya canary seed, millet, dan niger seed. Lebih baik jika pemberian bijian ini merupakan kombinasi/campuran dari ketiganya.


Pemberian EF

Selain pakan utama berupa biji-bijian, kenari juga harus mendapatkan nutrisi dari pakan tambahan/extra fooding (EF) secara rutin. EF yang bisa diberikan adalah buah dan sayuran. Agar hasilnya maksimal, pakan tambahan itu bisa disajikan secara bervariasi. Misalnya buah dan sayuran dipotong kecil-kecil dan dicampur jadi satu, kemudian dimasukkan dalam cepuk tersendiri atau cukup digantung di dalam sangkar atau kandang.

Menjemur burung kenari yang baik di bawah jam 10 pagi atau sebelum sinar matahari terik menyengat


Pemberian egg food

Egg food atau soft food lazim diberikan kepada kenari untuk menambah stamina. Egg food bisa berupa potongan telur rebus yang digantung dalam sangkar harian, atau telur rebus yang diracik bersama bahan-bahan lainnya. Untuk memancing kenari agar lebih rajin bunyi, pakan racikan egg food dapat diberikan setiap beberapa hari sekali, sebagai pengganti pakan utama (bijian) pada hari tersebut. Selain itu, juga bisa mencampurkan pakan bijian ke dalam pakan racikan egg food tersebut.

Baca juga : Menjaga Kenari Tetap Sehat saat Cuaca Tidak Menentu


Pemberian daun-daunan hijau

Sudah bukan rahasia lagi jika kenari mania di Indonesia kerap memberikan daun yang berasal dari tanaman liar sebagai alternatif pakan tambahannya. Daun-daunan dari tanaman krokot, mengkudu, dan sebagainya, dipercaya mampu membuat suara kenari menjadi lebih jernih/kristal, sehingga bisa membuatnya bersuara lebih lepas ketika berkicau.

Pemberian telur untuk asupan protein


Pemberian mulivitamin, suplemen, dan mineral

Jika kebutuhan pakan selalu tercukupi setiap hari, maka kenari akan menjadi lebih aktif dan rajin berkicau. Untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya, juga perlu diberikan suplemen tambahan seperti multivitamin, suplemen, dan mineral yang bisa membantu merangsang burung agar lebih rajin berbunyi.

Mandi, jemur, dan jaga kebersihan

Yang tidak kalah pentingnya dalam perawatan burung kenari adalah harus selalu rajin menjaga kebersihan sangkar. Sangkar yang bersih membuat burung terhindar dari gangguan tungau atau parasit yang bisa menyerangnya. Kenari yang terinfeksi tungau tentu tidak akan mampu berkicau dengan baik, bahkan menjadi malas berbunyi.

Membersihkan sangkar bisa dilakukan pada saat kenari sedang dimandikan. Mandikan kenari dengan cara disemprot atau menggunakan bak mandi kecil yang diletakkan dalam sangkar. Pada saat memandikan burung, bisa sekaligus membersihkan sangkar dari kotoran.

Setelah mandi, jemur kenari di bawah sinar matahari, tanpa perlu disediakan pakan, kecuali pakan tambahan yang berupa daun-daunan. Waktu menjemur yang baik adalah pagi hingga siang hari sebelum pukul 10.30. Setelah sinar matahari dirasa sudah cukup terik, pindahkan kenari ke tempat yang lebih teduh sambil memberikan pakan biji-bijian.

Sesekali kenari juga perlu diberikan sayuran sawi


Terkena sinar matahari langsung, terlebih saat cuaca terik, bisa berakibat fatal, bahkan dapat menyebabkan kematian akibat serangan heat stroke. Sebaliknya, pola penjemuran pada waktu yang tepat dapat memberi banyak manfaat untuk burung kenari. Apabila mulai terlihat terengah-engah, segera angkat dan dinginkan burung, atau bisa juga menutup sebagaian atap sangkar dengan kain agar burung mendapat naungan memadai.

Baca juga : Burung Kenari Membisu, Tindakan Pencegahan dan Pengobatannya


Hindari embusan angin kencang

Dalam menggantung sangkar kenari, apakah di dalam ruangan maupun di luar ruangan, usahakan lokasinya tidak terkena embusan angin secara langsung. Misalnya di dekat atau depan jendela, lubang udara, kipas angin, atau pendingin ruangan. Hal sederhana inilah yang kerap diabaikan sejumlah pemula saat merawat kenari.

Pemberian tulang sotong untuk asupan mineral


Untuk mengetahui apakah ruangan tersebut terbebas dari embusan angin secara langsung, atau embusan angin kencang, bisa dicek dengan cara menaruh lilin di depan sangkar. Jika api lilin bergerak-gerak liar, itu artinya harus memindahkan sangkar ke tempat yang lebih aman. Membiarkan kenari di ruangan yang mendapat embusan angin kencang akan membuat burung rentan terhadap berbagai penyakit.


Ketersediaan air bersih

Inilah yang harus menjadi perhatian setiap waktu. Kenari memiliki metabolisme yang tinggi dan tidak bisa hidup tanpa air selama lebih dari 24 jam. Berikan air bersih dan segar setiap harinya, jangan berikan air langsung dari keran/ledeng yang mengandung banyak kaporit. Beberapa penggemar kenari kini lebih senang memberikan air kemasan bermerek atau isi ulang, agar kenari selalu terlihat lebih segar dan sehat.

Ketersedian air minum bersih harus tetap terjaga


Yang harus dipertimbangkan oleh banyak kicau mania sebelum membeli kenari adalah umur kenari. Banyak kicaumania tertarik membeli kenari bakalan lantaran harganya jauh lebih murah. Namun merawat burung bakalan sampai rajin bunyi membutuhkan waktu lumayan panjang, apalagi kenari baru akan pecah suara ketika sudah berumur 6 bulan atau lebih.

Maka jika kurang sabar dalam perawaannya, maka belilah kenari yang sudah bunyi, atau siap bunyi, dengan umur sekitar 5 – 6 bulan. Bagi yang senang memaster kenarinya dengan lagu-lagu isian yang diinginkan, sebaiknya belilah kenari yang berumur di bawahnya. Tetapi jika ingin memelihara yang sudah gacor dan siap lomba, tentu saja harus menyiapkan dana yang lebih besar lagi. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Cara Merawat Burung Kenari yang Tepat agar Tetap Sehat dan Rajin Berkicau


Bondol Kepala Pucat, Mirip Bondol Haji Hanya Ada di Sulawesi dan Nusa Tenggara

Bondol Kepala-pucat (Lonchura pallida) merupakan burung pipit kecil endemik di Sulawesi dan Nusa Tenggara, Indonesia. Bondol Kepala-pucat m...