Minggu, 31 Mei 2026

Budidaya Emprit Jepang, Peluang Bisnis yang Menjanjikan dan Mudah bagi Pemula



Emprit Jepang (Lonchura striata domestica) merupakan salah satu jenis burung finch yang populer dipelihara sebagai hewan peliharaan di banyak negara, termasuk Indonesia. Burung ini secara Internasional disebut dengan Society finch. Cara beternak burung emprit jepang dikenal lebih mudah karena burung ini memiliki mental yang sangat baik, khususnya jika ada gangguan yang datang pada saat mengerami telur maupun merawat anak-anaknya.

Burung emprit jepang tidak gampang stres dan relative mudah untuk dipelihara ataupun dirawat. Oleh sebab itu permintaan akan burung tersebut mengalami banyak peningkatan dengan harga jual yang relatif stabil. Terutama bagi para penghobi burung yang masih pemula. Umumnya burung ini dipelihara untuk menghuni mini aviary, yang membuat rumah terasa semakin asri.


Beternak Emprit Jepang sangat mudah dan menguntungkan


Ada beberapa langkah sebelum beternak emprit jepang. Langkah pertama adalah memilih calon indukan, berikutnya menyiapkan kandang penangkaran, pemberian pakan, dan proses penangkaranya. Keberhasilan penangkaran sangat bergantung pada kualitas indukan emprit jepang yang akan ditangkarkan.

Baca juga : Emprit Jepang, Jenis Finch Hasil Silangan untuk Dijadikan Peliharaan

1. Memilih Calon Indukan

Dalam memilih indukan emprit jepang, diusahakan bibit untuk indukan berasal dari indukan yang berkualitas, dengan tujuan agar menghasilkan keturunan atau anakan yang berkualitas juga. Sebelumnya harus juga dipahami untuk membedakan calon indukan jantan dan betinanya.


Sepasang Emprit Jepang tidur bersama di dalam sarangnya


Karena keduanya mempunyai bentuk tubuh serta warna bulu yang hampir sama. Untuk membedakannya bisa diperhatikan dari tingkah lakunya. Biasanya burung emprit jepang jantan lebih aktif bergerak dan berkicau, serta suara kicauannya lebih bervariasi. Sedangkan burung emprit jepang betina lebih pasif dan jarang berkicau, dan seandainya berkicau pun suaranya terdengar monoton.

Kriteria indukan burung emprit jepang yang bagus agar kualitas yang dihasilkan juga bagus yaitu usia calon induk tidak kurang dari 6 bulan, agar organ reproduksinya matang, kedua calon induk harus sehat atau tidak sedang sakit, keadaan fisik normal atau tidak cacat (bulunya mengkilap dan rapi, mata cerah dan bersih), dan calon indukan lebih agresif atau aktif bergerak.


Induk Emprit Jepang akan mengerami telurnya secara bergantian


2. Menyiapkan Kandang

Kandang budidaya emprit jepang bisa menggunakan kandang model soliter yang berukuran 60×40 cm dan tinggi 40 cm (kandang kotak untuk ternak love bird). Atau bisa juga diternak secara koloni yaitu menggunakan kandang model aviary yang lebih besar.

Baca juga : Pipit Matari, Pipit Cantik dari Tanah Papua

Tempatkan kandang budidaya di lokasi yang teduh, hindari terpaan air hujan dan angin secara langsung. Yang juga harus diperhatikan dalam budidaya adalah menjaga kebersihan kandang secara rutin. Sediakan alas kandang yang mudah dibersihkan dan pastikan ventilasi udara baik.


Telur Emprit Jepang akan menetas setelah dierami induknya selama 14-16 hari


Namun kebiasaan burung emprit jepang apabila dibudidaya secara koloni biasanya induk betina akan meletakkan telurnya pada sarang induk lain, hal tersebut disebabkan sifat sosial burung emprit jepang yang sangat tinggi. Maka sangat dianjurkan untuk mengisi satu pasang indukan saja dalam satu kandang.

Juga haarus sedaiakan pula tempat untuk bersarang, bisa menggunakan batok kelapa atau sejenisnya (di kios-kios burung sudah banyak tersedia dengan berbagai model dan ukuran). Sediakan pula bahan-bahan untuk membuat sarangnya seperti serat nanas, rumput kering/rumput ruyung, daun cemara atau yang lainnya.


Anakan Emprit Jepang usia 14 hari


3. Pemberian Pakan

Pakan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan dalam beternak burung emprit jepang, karena pakan juga memiliki pengaruh yang besar untuk keberhasilan penangkaran. Pemberian pakan ini ada dua jenis yakni pakan utama yang berupa biji-bijian, sepertimilet putih sebagai pakan pokok, milet merah sebagai variasi, serta jewawut, canary seed, atau gabah.

Baca juga : Bondol Hijau, Finch Cantik yang Jarang Dilirik

Selain itu perlu juga diberikan pakan tambahan berupa telur rebus untuk protein tambahan dan sayuran hijau (kangkung, sawi). Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam pembentukan telur, bisa disediakan tulang sotong di dalam kandang. Semua kebutuhan ini sudah tersedia di kios-kios burung.


Setelah umur sebulan anakan emprit Jepang siap meninggalkan sarangnya


4. Proses Penangkaran

Apabila kedua calon indukan emprit jepang ini burung sudah berjodoh, biasanya akan segera membangun sarang. Keduanya akan tidur di dalam sarangnya saat malam. Setelah proses ini sudah berjalan tinggal menunggu saat emprit jepang bertelur. Jumlah telur yang dihasilkan biasanya sekitar 4-6 butir. Telur-telur ini akan dierami oleh kedua induknya secara bergantian selama sekitar 16 hari.

Jika semua telur sudah menetas, maka anda harus disediakan pakan yang memiliki kandungan protein tinggi seperti gambas atau jagung, yang gunanya sebagai sumber vitamin dan energy untuk induk serta anaknya. Ketika anakan burung emprit jepang sudah berumur sekitar 3-4 minggu, biasanya sudah mulai keluar dari sarang untuk belajar terbang dan makan sendiri.


Seorang pemuda di Tuban – Jawa Timur sukses menangkarkan Emprit Jepang


Jika anakan emprit jepang sudah keluar sarang, maka anakan emprit jepang tersebut sudah bisa dipisahkan dari induknya dan merawatnya sendiri. Hal ini harus dilakukan dengan tujuan agar indukan emprit jepang segera berproduksi kembali.

Burung imut ini, bisa menjadi pilihan utama sebagai salah satu jenis burung yang direkomendasikan untuk dipelihara. Emprit jepang alternatif terbaik untuk penghobi yang tidak punya lahan banyak. Tidak perlu modal besar, tapi bisa menghasilkan. Cocok untuk pemula, karena burung ini bandel banget, jarang kena penyakit. Paling kendala ternaknya itu, kadang burung ini suka dibuang saja anaknya, karena induk tidak mau loloin. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Budidaya Burung Emprit Jepang Mudah dan Menguntungkan


Rabu, 20 Mei 2026

Penyakit Sariawan atau Goham pada Kenari, Ketahui Gejala Penyebab dan Cara Mengatasinya




Burung Kenari (Serinus canaria) merupakan burung peliharaan yang sangat populer yang dikenal karena kicauan merdunya dan warna-warni bulu indahnya, seperti kuning, oranye, dan putih. Sebagai burung yang sangat populer, kesehatan kenari harus selalu dijaga agar tetap aktif dan memiliki suara kicauan yang merdu.

Namun, berbagai masalah kesehatan dapat mengganggu kenyamanan burung ini, salah satunya adalah sariawan atau goham yang dapat memengaruhi kondisi mulut dan sistem pencernaannya. Ciri burung kenari yang terkena penyakit sariawan menjadi hal penting yang perlu dikenali oleh para pecinta burung agar kesehatan kenari selalu terjaga.

Mengenal ciri-ciri sariawan dan penyebabnya dapat membantu dalam memberikan perawatan yang tepat serta mencegah penyakit ini semakin parah. Sebab jika tidak segera ditangani akibat tidak mengetahui ciri dan masalahnya tak hanya berakibat pada penurunan performa tetapi juga bisa berakibat fatal.



Burung kenari yang sehat akan rajin berkicau



Kenari yang mengalami sariwan akan bertingkah aneh seperti sering gigit-gigit jeruji, jilat-jilatin sangkar atau lidahnya melet-melet. Namun sebenarnya kenari menggesek-gesekkan paruhnya ke tangkringan atau jeruji itu bukan paruhnya yang bermasalah tapi lidahnya yang terkena sariawan.


Burung kenari yang sariawan (biasanya ditandai dengan mulut berwarna putih kekuningan, luka di rongga mulut, susah makan, sering membuka paruh, dan terlihat lesu) perlu segera ditangani karena bisa menyebabkan turun nafsu makan dan kematian jika dibiarkan.



Gejala kenari terkena sariawan atau goham



Tanda paling jelas adalah adanya bercak putih kekuningan atau luka di sekitar mulut, lidah, dan tenggorokan. Luka ini menyebabkan kenari merasa sakit saat makan atau minum, sehingga burung cenderung menghindari aktivitas tersebut. Karena rasa sakit di mulut, kenari akan malas makan dan minum. Akibatnya, kondisi tubuh melemah dan berat badan menurun drastis jika tidak segera diatasi.

Sariawan pada kenari, umumnya disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans (kandidiasis) atau infeksi sekunder bakteri seperti Staphylococcus epidermidis dan Streptococcus sp. Kondisi ini memicu radang (stomatitis) yang membuat kenari lesu dan nafsu makan menurun.

Infeksi jamur Candida albicans adalah penyebab paling umum, yang berkembang biak cepat saat kekebalan tubuh kenari menurun. Studi menemukan bahwa bakteri Staphylococcus epidermidis (dominan 70%) dan Streptococcus sp pada rongga mulut burung yang terinfeksi.

Selain itu pemberian pakan yang tidak sesuai atau terkontaminasi. Memberikan pakan yang basi, keras, atau kurang bergizi dapat melukai mulut kenari dan membuka peluang terjadinya infeksi. Stres dan kondisi lingkungan yang buruk akibat perubahan lingkungan, suhu ekstrem, atau kebisingan juga dapat memicu munculnya sariawan.



Kerodong sangkar burung kenari pada malam hari untuk menghindari terpaan angin malam



Selain itu faktor kekurangan asupan vitamin, terutama vitamin B12, asam folat, atau zat besi bisa menjadi penyebab burung terkena sariawan. Juga terjadinya cedera atau luka di mulut akibat pakan yang dimakan oleh burung kenari terlalu keras atau adanya infeksi sekunder.


Kondisi kenari sariawan yang ringan masih bisa diatasi dengan memberikannya asinan dan air Larutan Cap Kaki Tiga. Namun jika kondisi sariawan pada kenari parah seperti pinggir lidah sudah berwarna kuning, maka cara pengobatannya berbeda dan butuh penanganan ekstra.



Salah satu jenis pakan pabrikan untuk burung kenari



Berikut cara mengatasinya secara aman dan efektif jika burung kenari kesayangan terkena penyakit sariawan. Langsung lakukan karantina pada burung kenari yang sakit agar tidak menular ke burung lain. Gunakan sangkar yang bersih dan kering, hindari tempat lembap. Bersihkan dan obati bagian mulut pada kenari yang terkena sariawan. Gunakan perawatan luar untuk mengobati luka sariawan. Ambil cotton bud kecil, lalu celupkan ke air rebusan daun sirih (antiseptik alami) kondisi hangat kuku.

Atau bisa juga betadine cair (povidone iodine 1–2 tetes dicampur air matang sedikit). Lalu oleskan pelan-pelan ke bagian dalam paruh/mulut yang luka. Lakukan 1–2 kali sehari sampai sembuh. Jangan oles terlalu dalam, cukup di permukaan luka atau bercak putih.

Penanganannya dapat menggunakan obat khusus seperti Degirol (rasa lemon), Super N untuk infeksi mulut/serak. Jika tidak ada, 1 tetes air perasan jeruk nipis + 1 tetes madu bisa diberikan 1 kali sehari untuk membantu penyembuhan alami.



Obat sariawan



Agar kasus sariawan tidak terjadi lagi pada burung kenari kesayangan, maka segera perbaiki pola pemberian pakan dan perawatan. Berikan pakan bersih dan segar, jika perlu pakan bijian dicuci dan dijemur dulu. Tambahkan buah dan sayur lembut seperti daun mengkudu muda, sawi hijau, atau apel parut (dalam jumlah kecil).


Berikan vitamin burung (banyak merka yang tersedia di pasaran) dalam air minum 2–3 kali seminggu. Pastikan air minum selalu bersih dan diganti tiap hari. Kebersihan kandang, juga bersihkan tempat makan/minum setiap hari.



Penyakit sariawan dapat hilang dalam beberapa hari setelah masa pengobatan



Untuk menghindari kandang menjadi tempat bakteri berbahaya, semprot kandang dengan disinfektan ringan (seperti larutan EM4 + air) seminggu sekali. Hindari penempatan burung kenari pada daerah dengan suhu lembap dan hindari burung kenari terkena terpaan angin malam.

Sariawan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 14 hari. Proses penyembuhan ini bisa berlangsung lebih cepat apabila didukung dengan perawatan yang tepat. Tanda Burung kenari akan sembuh, yakni area luka mulai mengecil, dan jaringan mulut kembali ke warna serta tekstur normal. (Ramlee)


Sumber : remen.id


Rabu, 08 April 2026

Daun Mengkudu sebagai Pakan Tambahan untuk Kenari agar Sehat dan Gacor





Burung Kenari (Serinus canaria) merupakan salah satu burung favorit diantara penghobi burung di tanah air. Keindahan bulu serta Kicauannya yang nyaman didengar membuat popularitas burung ini tidak pernah dimakan zaman. Namun untuk menjadikan kenari menjadi gacor terkadang menjadi persoalan tersendiri.

Bagi yang berminat untuk memelihara burung kenari, sebaiknya mengetahui terlebih dahulu tentang cara perawatannya. Karena sayang sekali jika sudah terlanjur membeli burung kenari malah terawat dengan cara yang salah, yang menyebabkan burung menjadi sakit dan mati karenanya.

Asupan makanan yang baik akan menjadikan tubuh burung kenari semakin sehat dan bugar. Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan suara burung berkualitas tentunya memberikan pakan terbaik yang memiliki nutrisi tinggi. Pakan ini dapat dibeli di pasaran dengan mudah.



Kenari salah satu burung favorit diantara penghobi burung



Seperti manusia, burung juga membutuhkan variasi menu makanan dengan memberikan makanan tambahan (EF). Fungsinya untuk menjaga keseimbangan dan asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh burung. Dengan kata lain, pakan tambahan harus mampu melengkapi nutrisi yang ada di dalam pakan utama (biji-bijian).


Khusus untuk pakan biji-bijian yang menjadi pakan utama, harus diberikan setiap hari. Pakan harian ini tidak boleh habis atau kurang sama sekali. Tidak hanya itu, kebersihan pakan dan tempatnya juga harus diperhatikan dengan baik. Sebab pakan yang kotor dapat berpengaruh pada kesehatan burung Kenari.



Pakan bijian untuk burung kenari



Sedangkan untuk pakan tambahan seperti buah dan sayuran bisa diberikan secara bergantian dengan pakan utama agar menu makannya lebih bervariasi. Cara ini juga efektif menjaga selera makan burung. Pakan tambahan ini bisa berupa sayuran (daun selada, daun sawi putih atau hijau, bayam, daun ginseng, dan gambas).

Kemudian buah-buahan (apel, anggur, tomat, pepaya setengah matang, wortel, ataupun paprika). Juga pakan hewani seperti telur puyuh, atau jangkrik. Makanan tambahan ini diberikan tidak setiap hari. Pakan tambahan bisa diberikan dua kali setiap minggu secara berseling.

Salah satu jenis pakan tambahan yang baik adalah daun mengkudu atau yang lebih dikenal dengan sebutan pace. Mengkudu (Morinda citrifolia), daunnya memiliki banyak kandungan yang sangat bermanfaat untuk kenari serta beberapa jenis burung kicau lainnya seperti selenium, antioksidan, glikosida, xeronine, terpenoid, vitamin A, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium dan masih banyak lagi yang lainnya.

Daun mengkudu merupakan pakan tambahan alami yang sangat bermanfaat bagi burung kenari, terutama untuk meningkatkan kualitas suara (membuat gacor), mengatasi tenggorokan serak, melancarkan pencernaan, serta meningkatkan stamina dan kesuburan indukan. Daun ini juga berkhasiat sebagai antiinflamasi dan antioksidan untuk mengurangi stres.



Tanaman mengkudu


Daun mengkudu menawarkan berbagai manfaat untuk burung kenari, diantaranya dapat meningkatkan kualitas suara (gacor). Daun mengkudu telah lama dipercaya dapat membuat kenari lebih rajin berkicau dan meningkatkan volume suaranya.


Daun mengkudu juga dapat melancarkan pencernaan burung kenari. Ini karena kandungan serat yang tinggi di dalam daun mengkudu dapat membantu melancarkan pencernaan kenari dan mencegah masalah pencernaan pada burung kenari.



Daun muda mengkudu sangat baik untuk burung kenari



Selain itu daun mengkudu juga dapat mengatasi serak, sifat antiinflamasi pada daun mengkudu dapat membantu mengatasi masalah tenggorokan serak pada kenari. Meningkatkan Stamina, daun mengkudu dapat membantu meningkatkan stamina dan vitalitas kenari, membuatnya lebih aktif dan lincah.

Daun mengkudu juga dipercaya dapat meningkatkan kesuburan, pemberian daun mengkudu secara teratur dapat meningkatkan kesuburan indukan kenari, meningkatkan ukuran telur, dan daya tetas telur. Daun jmengkudu juga dapat untuk mengurangi stres, karena kandungan antioksidan dalam daun mengkudu membantu mengurangi stres pada kenari.

Ada dua cara utama pemberian daun mengkudu untuk pakan tambahan pada burung kenari. Pemberian daun mengkudu secara langsung, denagan cara memilih 1-2 lembar daun mengkudu yang masih muda, yang segar, dan tidak berlubang. Cuci bersih daun tersebut dan gantungkan di dalam sangkar, biarkan burung kenari mematukinya secara langsung.

Cara berikutnya yakni dengan memberikan air rebusan daun mengkudu. Caranya rebus 3-5 lembar daun mengkudu di dalam air bersih secukupnya hingga mendidih. Dinginkan air rebusan tersebut sebelum diberikan sebagai air minum untuk kenari.



Rebusan daun mengkudu bisa diberikan untuk burung kenari sebagai air minumnya



Meskipun bermanfaat, pemberian daun mengkudu perlu diperhatikan agar tidak berlebihan. Karena pemberian daun mengkudu yang berlebihan dapat menyebabkan gangguan pencernaan pada burung kenari seperti diare. Berikan daun mengkudu secara berkala, misalnya 1-2 kali seminggu.


Yang perlu diperhatikan adalah daun mengkudu ini bukanlah pakan utama untuk burung kenari. Daun mengkudu hanya sebagai pakan tambahan, bukan pengganti pakan utama kenari. Perhatikan kondisi burung kenari, jika burung kenari menunjukkan gejala alergi atau gangguan pencernaan setelah mengonsumsi daun mengkudu, segera hentikan pemberian.



Burung kenari gacor jadi idaman setiap penghobi burung berkicau



Daun mengkudu dapat menjadi tambahan yang bermanfaat untuk makanan burung kenari. Mendukung suara yang lebih baik, pencernaan yang sehat, dan peningkatan stamina burung kenari. Namun pemberiannya harus dilakukan dengan hati-hati dan tidak berlebihan. (Ramlee)


Sumber : remen.id



Kamis, 26 Februari 2026

Bondol Kepala Pucat, Mirip Bondol Haji Hanya Ada di Sulawesi dan Nusa Tenggara



Bondol Kepala-pucat (Lonchura pallida) merupakan burung pipit kecil endemik di Sulawesi dan Nusa Tenggara, Indonesia. Bondol Kepala-pucat memiliki penampilan yang sangat mirip dengan Bondol Haji atau Bondol Kepala-putih (Lonchura maja).

Namun Bondol kepala-pucat dengan Bondol Haji memiliki daerah yang sebaran terpisah. Bondol Haji juga memiliki warna tubuh berwarna lebih gelap, coklat di bagian bawah tubuh dan penutup ekor bagian bawah berwarna hitam dengan warna putih pada kepala lebih banyak.


Bondol kepala-pucat endemik Sulawesi dan Nusa Tenggara yang mirip Bondol Haji


Bondol kepala-pucat dewasa memiliki warna tengkuk dan dada lebih abu-abu (atau coklat kemerahan), bagian bawah tubuh berwarna kuning peach, coklat kemerahan pada penutup ekor atas dan sisi tubuh. Bondol kepala-pucat muda sangat mirip dengan Bondol Haji muda, tetapi berwarna bulu lebih putih pada bagian bawah dan tidak ada warna coklat matang pada tunggirnya.

Baca juga : Bondol Haji, Pipit Kecil Bersongkok Putih yang Kian Jarang Terlihat

Genus Lonchura pertama kali diperkenalkan oleh Naturalis berkebangsaan Inggris William Henry Sykes pada tahun 1832 dengan \ menamai Bondol Peking Lonchura punctulata. Lonchura berasal dari bahasa Yunani “lonkhe” yang berarti kepala tombak dan “oura” yang bermakna ekor.


Bondol Haji atau Bondol Kepala-putih (Lonchura maja)


Bondol Kepala-pucat dideskripsikan oleh Wallace pada tahun 1863 dan diberinama Lonchura pallida. Kata “pallida” berasal dari bahasa Latin yang berarti pucat. Bondol kepala-pucat panjang tubuh 11 cm. Kepala dan dada putih tubuh atas kecoklatan, tunggir dan ekor kadru. Burung remaja cenderung lebih kusam.

Sebagaimana jenis burung pemakan biji-bijian lainnya, Bondol Kepala-pucat menyukai habitat terbuka seperti rawa-rawa, sawah, padang rumput, lahan pertanian, tepi perkebunan, dan semak belukar pada dataran rendah hingga elevasi 1400 mdpl.


Bondol Kepala-pucat menyukai habitat terbuka


Bondol Kepala-pucat hidup berkelompok, sering berbaur dengan spesies bondol lain. Burung ini Mengeluarkan suara bernada tinggi lemah “weee” dan nada metalik “wit-wit-wit”. Bondol Kepala-pucat memakan biji-bijian rumput dan biji-bijian kecil lainnya.

Baca juga : Bondol Hijau, Finch Cantik yang Jarang Dilirik

Kebiasaan dan perilaku seperti munia lain-lainnya termasuk sering memakan bulir-bulir padi di lahan pertanian. Bondol Kepala-pucat termasuk jenis burung yang memiliki sebaran terbatas. Sebarannya hanya ada di kawasan Wallacea (Sulawesi dan Nusa Tenggara).


Bondol Kepala-pucat hidup berkelompok


Yakni mencakup Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan hingga pulau Madu dan Kalaotoa di Laut Flores. Bondol Kepala-pucat juga terlihat di Nusa Tenggara mencakup pulau Lombok, Flores, Rote, Alor, Sawu, Dao, Kisar, Romang, Sermata dan Babar.

Burung ini sering terlihat terbang dalam kelompok kecil atau bergabung dalam kelompok besar bersama-sama dengan Bondol Taruk atau Bondol Peking melintasi daerah terbuka seperti sawah atau padang rumput untuk mencari biji-bijian. Suara chiiiip, chiiip, chiiip atau tsiiip, tsiiip, tsiiip kerap terdengar saat terbang.


Sepasang Bondol Kepala-pucat sedang mencari makan berupa biji-bijian rumput


Bondol Kepala-pucat memiliki wilayah jelajah yang luas dan populasinya melimpah. Bondol Kepala-pucat juga tidak termasuk jenis burung yang dilindungi. Burung ini dikategorikan beresiko rendah untuk punah dalam waktu dekat (Least Concern) oleh IUCN.

Baca juga : Pipit Matari, Pipit Cantik dari Tanah Papua

Bondol Kepala-pucat juga tidak tercantum dalam daftar Appendix CITES. Meski demikian, Populasi Bondol Kepala-pucat cenderung mengalami penurunan. Burung ini kerap ditangkap dengan jaring dan dijual ke murid-murid Sekolah Dasar dengan harga murah.


Bondol Kepala-pucat muda


Bondol Kepala-pucat juga seringkali ditembak dengan senapan angin karena kerap memakan bulir-bulir padi di sawah. Berbagai jenis hewan pemangsa seperti kucing, burung Alap-Alap, dan Elang juga diketahui memangsa burung ini. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Bondol Kepala Pucat, Pipit Kecil Kepala Putih Endemik Sulawesi dan Nusa Tenggara


Kamis, 01 Januari 2026

Bondol Haji, Pipit Kecil Bersongkok Putih yang Kian Jarang Terlihat



Bondol Haji (Lonchura maja) merupakan salah satu jenis burung pipit yang cukup unik dan mudah dikenali. Burung ini sering dipanggil emprit kaji atau pipit haji. Diberi nama bondol haji karena kepalanya berwarna putih, seperti orang pakai peci putih haji. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan nama White-headed Munia.

Ukuran tubuh bondol haji hanya sekitar 11 cm (seukuran telunjuk orang dewasa). Burung bondol haji ini memiliki warna bulu dasar cokelat putih seperti burung bondol oto-hitam (L. ferruginosa) tetapi dengan warna yang lebih terang. Seluruh kepala dan tenggorokannya sendiri berwarna putih.


Bondol oto-Hitam (Lonchura ferruginosa)


Burung bondol haji muda memiliki bulu berwarna cokelat di bagian atas, sementara bagian bawah dan wajahnya berwarna kuning tua. Sementara bulu wajah berwarna kekuningan. Burung bondol haji muda juga dapat dilihat dari warna keputihan pada bagian belakang dan bawah telinga.

Baca juga : Pipit, Burung Pemakan Bijian dengan Warna Menarik yang Sering Dianggap Hama

Iris burung bondol haji bercorak cokelat, paruhnya berwarna abu-abu kebiruan, sedangkan kakinya kebiruan pucat. Bentuk mata bondol haji bulat telur atau agak bundar dengan corak hitam pekat. Berkat keunikan warnanya, banyak orang tertarik memelihara burung pipit haji.


Bondol Haji menyukai daerah terbuka


Habitatnya tidak jauh berbeda dengan jenis bondol lain, bondol haji menyukai habitat terbuka, sering ditemui di lingkungan pedesaan dan kota, terutama di dekat persawahan atau tegalan. Burung ini juga menyukai lahan budidaya bersemak terbuka, kolam ikan, rawa-rawa, tepi jalan, tepian hutan terbuka dengan pohon yang telah ditebang, padang rumput, lapangan terbuka bervegetasi dan kebun.

Sering bertengger untuk bermalam dan bersarang di pohon-pohon, tegakan palem, pinang atau semak yang tinggi. Di Sumatera, Jawa dan Bali, burung ini terdistribusi sampai pada kawasan berketinggian 1.500 meter di atas laut.

Dibandingkan jenis bondol lainnya, bondol haji memiliki sebaran lebih terbatas di Asia Tenggara. Habitat burung bondol haji berada di wilayah tropis. Populasinya menyebar mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi di Indonesia, serta Thailand, dan Vietnam Selatan. Bahkan, spesies ini telah diperkenalkan sampai ke Okinawa dan Osaka di Jepang.

Bondol haji akan membentuk kawanan dalam jumlah besar saat musim panen padi. Namun berpasangan dan terpencar-pencar saat musim kawin. Sering teramati bergerombol memakan bulir biji-bijian di semak rerumputan atau bahkan turun ke atas tanah. Kelompok ini umumnya lincah dan bergerak bersama-sama, sambil terus berbunyi-bunyi saling memanggil.


Bondol Haji menyukai bulir-bulir padi


Karena itu bagi sebagian orang spesies bondol haji dianggap sebagai hama. Padahal burung ini dapat menjadi perameter kualitas lingkungan, mengingat bondol haji cuma tinggal di area yang masih asri saja. Bondol haji berkembangbiak sepanjang tahun. Burung ini memiliki sarang berupa anyaman.

Baca juga : Bondol Hijau, Finch Cantik yang Jarang Dilirik

Sarang yang dibangun terbuat dari rerumputan yang ditumpuk serta tergulung seperti bola atau botol, diletakkan tersembunyi di antara daun-daun dan ranting. Bondol haji biasanya membuat sarang di batang pohon padi, tetapi tidak jarang juga ada yang membuat sarang di sela-sela tandan buah pisang.


Seekor Bondol Haji sedang membangun sarangnya


Masa kawin burung bondol haji di Asia Tenggara berlangsung umumnya antara Januari hingga September, dengan musim kawin spesifik di Jawa tercatat pernah terjadi pada bulan Februari, saat burung ini membentuk pasangan dan membangun sarang.

Telurnya berwarna putih sebanyak 4-6 butir dan akan menetas setelah dierami selama sekitar 14 hari. Baik induk jantan maupun betina akan mengerami telur-telur tersebut secara bergantian. Setelah menetas, anakan bondol haji akan tetap berada di dalam sarang dan dirawat serta diberi makan oleh induknya selama kurang lebih 15 hari.

Bondol Haji termasuk burung pemakan biji-bijian (granivore) atau seed eater terutama padi-padian dan biji dari berbagai jenis rumput lainnya. Walaupun bondol dewasa merupakan pemakan biji, namun anak-anak bondol lebih sering diberi makan serangga-serangga kecil seperti ulat dan belalang.

Kebiasaan memberi makan serangga mungkin sebagai mekanisme untuk mempercepat pertumbuhan anak, karena serangga memiliki kadar protein yang jauh lebih tinggi dibandingkan biji-bijian. Setelah sekitar 15 hari, anakan burung bondol haji biasanya sudah cukup kuat untuk terbang dan mulai belajar mencari makan sendiri di lingkungan sekitar sarang.


Anakan Bondol Haji setelah berumur 15 hari siap meninggalkan sarangnya


Walau begitu, terkadang anakan bondol haji masih akan didampingi oleh induknya. Anak bondol haji yang masih belajar mencari makan memiliki warna tubuh yang berbeda dengan bondol haji dewasa. Warnanya hanya coklat polos diseluruh tubuh, anakan bondol haji belum memiliki kepala dan leher putih seperti kedua induknya.

Baca juga : Pipit Matari, Pipit Cantik dari Tanah Papua 

Setelah beberapa lama, secara berangsur-angsur akan tumbuh bulu putih di kepala dan leher menggantikan bulu coklatnya yang rontok. Bondol haji dianggap dewasa (mature) ketika warna tubuhnya telah lengkap, yaitu memiliki kepala dan leher putih seperti pak haji. Populasi burung ini cukup melimpah sehingga oleh IUCN dikategorikan beresiko rendah dari kepunahan (Least Concern). Tidak termasuk dalam daftar Appendix CITES.


Bondol Haji remaja masih minta diloloh induknya


Genus Lonchura pertamakali diperkenalkan oleh Naturalis berkebangsaan Inggris William Henry Sykes pada tahun 1832 untuk menamai Bondol Peking Lonchura punctulata. Lonchura berasal dari bahasa Yunani “lonkhe” yang berarti kepala tombak dan “oura” yang bermakna ekor.

Burung bondol haji terdiri dari 2 subspesies, yaitu Lonchura maja maja, tersebar mulai dari Semenanjung Malaysia, Singapura, Sumatera, Jawa, Bali hingga Sulawesi. Diintroduksi ke Okinawa dan Osaka di Jepang. Populasi di Kalimantan kemungkinan berasal dari burung peliharaan yang lepas. Dan Lonchura maja vietnamensis, tersebar di Thailand dan Vietnam selatan. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Bondol Haji, Spesies Pipit Berpenampilan Unik


Budidaya Emprit Jepang, Peluang Bisnis yang Menjanjikan dan Mudah bagi Pemula

Emprit Jepang (Lonchura striata domestica) merupakan salah satu jenis burung finch yang populer dipelihara sebagai hewan peliharaan di bany...