Minggu, 07 September 2025

Gould Amadin, Burung Pipit Menawan dari Aussy



Gouldian Finch (Erythrura gouldiae) juga dikenal sebagai Lady Gouldian Finch, Gould Finch, Rainbow Finch, Pipit Pelangi atau Gould Amadin, merupakan burung warna-warni endemik Australia. Melihat warna-warni bulu tubuhnya yang indah, bahkan tanpa gradasi, tidak salah jika Gould Amadin dijuluki sebagai burung pipit tercantik di dunia.

Burung Gould Amadin berukuran sekitar 13-14 cm. Kepala Gould Amadin bisa berwarna merah, hitam, atau kuning. Sebelumnya dianggap sebagai tiga jenis finch yang berbeda, sekarang diketahui bahwa itu adalah varian warna yang ada di alam liar. Pembiakan selektif juga telah menghasilkan mutasi baru (biru, kuning, dan silver) baik di warna tubuh dan warna dada.

Gould Amadin meskipun masih satu jenis namun memiliki warna yang tidak sama


Pertama kali ditemukan oleh ahli ornitologi Inggris bernama Jhon Gould di padang sabana Australia Utara. Gould Amadine merupakan burung dari keluarga estildild-finch, Estrildidae yang merupakan subfamili Passeridae.

Burung ini ditemukan di Australia utara, dari Cape York Peninsula sampai Queensland utara-barat dan daerah utara ke wilayah Kimberley Australia Barat. Habitatnya adalah hutan savana tropis. Gould Amadin berpindah-pindah di area yang tidak terlalu luas (sekitar 40 kilometer persegi).

Kawanan finch di alam liar


Dan hanya berpindah ketika air atau makanan untuk mereka menjadi langka. Populasi liar terbesar dari spesies ini ditemukan di bukit Bastion, di samping kota Wyndham di Kimberley Timur. Karena kecantikannya Gould Amadin diekspor ke banyak negara di seluruh dunia.

Baca juga : Strawberry Finch, Si Merah Totol yang Mempesona

Gould Amadin pun ditangkarkan di banyak negara, untuk memenuhi permintaan penghobi burung eksotis. Sebelum akhirnya pemerintah Australia melarang kegiatan ekspor binatang Australia pada tahun 1959.

Gould Amadin menyukai dataran berumput


Penangkaran disejumlah negara di luar Australia telah menghasilkan sejumlah mutasi warna pada Gould Amadin. Kini telah banyak ditemui adanya Gould Amadin yang mempunyai warna punggung biru, pastel, silver, punggung kuning, dada putih, dan bahkan putih polos, serta albino.

Jumlah gould amadin mengalami penurunan yang cukup drastis selama abad ke-20, karena adanya serangan parasit. Secara umum, Gould Amadin rentan terhadap penyakit dan infeksi virus. Selain itu warnanya yang indah menyebabkan burung ini mudah tertangkap oleh predator. Kebakaran juga dinyatakan sebagai ancaman utama terhadap populasi alami.

Gould Amadin memakan biji-bijian yang ada


Burung-burung ini hidup di sabana tropis, semak belukar, dan hutan dengan dataran berumput yang biasanya dekat air. Gouldian finch adalah herbivora (granivora), burung ini memakan biji rumput yang telah masak dan setengah masak.

Burung Gould Amadin baik yang jantan maupun betina mempunyai warna cerah dengan marking hitam, hijau, kuning, dan merah. Namun betina cenderung berwarna kurang cerah. Satu perbedaan utama untuk membedakan jenis kelaminnya adalah bahwa dada pejantan berwarna ungu, sedangkan betina adalah mauve muda.

Gouldian finch aktif di siang hari. Burung ini sering mencari makan dalam kelompok kecil di darat atau saat terbang. Mereka biasanya adalah burung yang tenang, tetapi dari waktu ke waktu mereka bisa mengucapkan ‘ssitt.’ Mereka juga bisa mengeluarkan suara getaran, kicauan, dan desisan.

Gould Amadin biasanya berkembang biak di awal musim kemarau ketika ada banyak makanan di sekitarnya. Ketika seekor pejantan mendekati betina, dia akan melonjak-lonjak dan mengacak-acak bulunya dalam upaya untuk memamerkan warna-warna cerahnya.

Gould Amadin bersarang di lubang-lubang pohon


Burung ini akan membentangkan dadanya dan mengibaskan bulu-bulu di dahinya. Pasangan Gould Amadin biasanya membuat sarang di lubang pohon. Betina menghasilkan telur sekitar 4-8 butir dan betina biasanya bertelur pada malam hari. Inkubasi berlangsung selama 13 hari yang dilakukan oleh kedua induk pada siang hari.

Di luar musim kawin, Gould Amadin sering bergabung dengan kawanan burung lain seperti long-tailed finch/pinstat dan masked finch. Kawanan burung ini bisa berjumlah sekitar 1000 hingga 2000 ekor. Hal tersebut kemungkinan merupakan pertahanan terhadap predator.

Anakan Gould Amadin, di pinggir paruhnya ada semacam titik-titik mutiara


Pada musim kemarau, mereka biasanya menjadi lebih nomaden dan berpindah ke tempat di mana makanan dan air dapat ditemukan. Seperti jenis finch lain, Gould Amadin adalah pemakan bijian. Selama musim kawin, Gould Amadin terutama makan benih rumput sorgum matang atau setengah matang.

Baca juga : Manyar, Burung Pembuat Sarang Paling Rumit dan Unik

Selama musim kemarau, Gould Amadin mencari benih yang jatuh ketanah. Sejauh ini Gould Amadin telah diketahui mengkonsumsi enam jenis biji rumput yang berbeda, tetapi para peneliti belum menemukan bukti burung ini memakan serangga.

Indukan Gould Amadin sedang meloloh anaknya


Kedua induk akan mengerami telurnya secara bergantian. Ketika telur menetas, kedua induk merawat anaknya. Saat telur menetas, kedua induk akan merawat anaknya. Anak-anak burung itu altricial, mereka menetas telanjang tanpa bulu dan buta.

Gould Amadin yang baru menetas berwarna merah muda dan tak berbulu sampai umur sekitar 12 hari bulu baru mulai muncul. Burung sangat muda juga berwarna biru dengan bintik-bintik berpendar di sisi paruhnya untuk membantu sang induk melihatnya dalam gelap, dan dapat memberi makan anak-anaknya.

Penangkaran Gould Amadin


Anakan Gouldian finch menjadi dewasa dan siap untuk meninggalkan sarang ketika telah berumur 19-23 hari setelah menetas dan menjadi benar-benar mandiri pada usia 40 hari. Gould Amadin muda masih sangat rapuh hingga mengalami mabung kedua.

Burung muda memiliki warna khas. Kepala dan leher berwarna abu-abu, punggung, sayap dan bulu ekor hijau olive. bagian bawah cokelat pucat. Paruh kehitaman dengan ujung kemerahan dan kaki cokelat muda.

Melalui selective breeding, Gould Amadin telah mengalami mutasi warna bulunya


Beberapa peternak percaya bahwa gould amadin yang diasuh induknya lebih besar tingkat keberhasilannya membesarkan anaknya daripada burung yang dibesarkan oleh jenis lain, seperti bengkalis atau spice finch.

Baca juga : Pipit Matari, Pipit Cantik dari Tanah Papua

Burung berpredikat The Most Beautiful Finch in The World itu mudah dipelihara. Gould Amadin bisa dirawat di sangkar biasa. Namun, bila ingin menikmati keindahan warna bulunya, sebaiknya dimasukkan kandang aviari. Kandang berukuran 6 × 6 m² bisa diisi 30 pasang.

Sepasang Gould Amadin berwarna silver


Perlu disediakan kotak terbuat dari tripleks untuk rumahnya. Untuk tempat bermain bisa memanfaatkan beringin atau bambu hias. Cabang atau ranting pohon dapat sebagai alternatif. Pakan berupa biji-bijian, seperti milet putih, jewawut, dan kenari. Biji sawi, lobak, nigerseed, dan godem diberikan asal porsinya sedikit saja.

Burung ini juga menyukai jagung muda, kangkung segar, dan selada. Sesekali beri pakan kroto segar, ulat hongkong, atau telur ayam sebagai selingan. Bisa ditambahkan tulang sotong atau batu—batuan kecil untuk membantu pencernaan. Umur gold amadin mampu mencapai 9—12 tahun bila dirawat dengan baik. Cermati bila ada tanda-tanda serangan penyakit. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Gould Amadin Burung Pipit Tercantik di Dunia dari Australia


Selasa, 02 September 2025

Strawberry Finch, Si Merah Totol yang Mempesona



Strawberry Finch (Amandava amandava) merupakan jenis burung finch kecil yang menarik perhatian karena warna bulunya yang cerah dengan totol-totol putih. Burung yang juga dikenal sebagai pipit benggala atau avadavat merah ini banyak digemari sebagai burung hias, terutama karena corak merah dan totol putih yang menyerupai buah stroberi.

Strawberry finch memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat dengan Svadavat hijau (Amandava formosa), yang bulunya berwarna kehijauan, atau mirip dengan buah stroberi yang masih mentah. Kedua spesies ini termasuk dalam kelompok waxbills. Burung pipit kecil ini anggota dari famili Estrildidae

Burung ini merupakan jenis burung pemakan padi, biji rumput dan memiliki habitat di semak, padang rumput, lahan pertanian, sawah, rumpun gelagah. Tersebar sampai ketinggian 1.500 m dpl. Dapat dijumpai di India, China, Thailand, Jawa, Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam, dan Sunda Kecil (meliputi Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, Timor, dan Alor).

Svadavat hijau (Amandava formosa)


Pipit benggala memiliki tubuh ukuran kecil (10 cm). Mirip dengan burung pipit, Strawberry finch memiliki paruh kecil yang kuat untuk memecah biji-bijian yang menjadi makanan utamanya. Selain itu, di habitat aslinya, burung ini juga gemar memakan serangga kecil seperti ulat dan semut.

Baca juga : Pipit Matari, Pipit Cantik dari Tanah Papua

Di alam liar, Strawberry finch sering melakukan perjalanan dalam kelompok kecil, termasuk saat mau membangun sarang di antara alang-alang, semak, dan rerumputan. Tidak seperti spesies waxbills lainnya, burung Strawberry jantan memiliki lagu yang merdu dan sangat lantang dengan irama seperti seruling.

Sepasang Strawberry Finch


Saat tidak berada di musim kawin, burung pipit Benggala sering ditemukan bergerombol dalam kawanan besar, hingga 100 ekor burung. Tujuannya supaya bisa saling melindungi satu sama lain dan menciptakan ikatan di antara kawanannya.

Tetapi, ada pula yang berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil, terbang bersamaan dengan kepak sayap yang cepat dan hinggap di rerumputan. Sekumpulan burung ini bisa ditemukan di daerah berumput dekat air, sawah, dan dekat dengan pemukiman manusia.

Sebagaimana kelompok waxbills lainnya, paruh burung stroberi rata-rata berwarna merah. Untuk membedakan burung jantan dan betina burung ini relatif mudah, karena termasuk dimorfik, yang berarti burung jantan dan betina memiliki penampilan fisik yang berbeda.

Burung Strawberry finch bisa dikenali dari bulu-bulunya yang berwarna dan bermotif seperti buah stroberi ketika memasuki musim kawin. Selama musim kawin, burung jantan akan memproduksi bulu-bulu berwarna merah dengan bintik-bintik putih, kepala berwarna cokelat gelap/kemerahan, dan ekor berwarna hitam.

Strawberry finch sering dijumpai di daerah berumput


Penampilan burung jantan saat musim kawin dan di luar musim kawin memang berbeda. Bahkan, dalam beberapa hal, si jantan memiliki kemiripan dengan betina di luar musim kawin. Misalnya, bulu bagian atas berwarna kecokelatan, bulu sayap gelap, bulu bagian bawah perut dan di atas ekornya merah gelap.

Baca juga : Bondol Hijau, Finch Cantik yang Jarang Dilirik

Tetapi, sexing tetap bisa dilakukan, karena betina hanya memiliki sedikit bintik putih di bagian sayapnya. Burung Strawberry finch jantan, mempunyai warna merah padam, sayap dan ekor kehitaman. Ada bintik-bintik pada sisi tubuh. Sayap dan tunggir berbintik putih kecil.

Kawanan Strawberry Finch di alam liar


Burung Strawberry finch betina, dengan ciri tubuh bagian bawah kuning tua abu-abu. Mantel coklat, tunggir merah, sayap dan ekor kehitaman. Ada beberapa bintik putih pada sayap. Iris coklat, paruh merah, kaki merah daging. Ternyata, bulu merah terang yang dimiliki oleh burung jantan ada fungsinya, yaitu menarik perhatian betina selama musim kawin.

Tarian yang mengesankan akan membuat burung itu dipilih jadi pasangannya. Burung ini membuat sarang berbentuk bola khas, dari rumput, pada vegetasi rendah berpaya atau berumput. Telur berwarna putih, jumlah 5-6 butir. Berbiak bulan Mei, Juni, Desember.

Selama musim kawin, burung ini bersifat monogami alias setia dengan satu pasangan. Lalu, burung betina akan bertelur sebanyak 4-6 butir dan akan menetas dalam waktu 11 hari. Dan anak-anak burung ini memerlukan waktu 20 hari untuk menjadi dewasa.

Saat masih muda, burung pipit Benggala memakan larva, pupa semut, kelabang, dan ulat. Ketika tumbuh dewasa, makanannya akan berganti menjadi biji-bijian dari tumbuhan millet, termasuk padi. Karena suka makan padi, burung pipit ini sering dianggap hama oleh petani.

Strawberry finch kerap dianggap sebagai hama padi


Pada saat yang bersamaan, kebiasaan Strawberry finch memakan serangga berperan penting untuk mengendalikan hama di persawahan. Secara tidak langsung Strawberry finch juga berkontribusi untuk penyebaran benih berkat kebiasaan makan biji-bijian.

Baca juga : Emprit Jepang, Jenis Finch Hasil Silangan untuk Dijadikan Peliharaan

Strawberry finch memiliki suara cicitan yang khas. Biasanya, burung betina vokalnya lebih pendek, lembut, dan jarang berkicau dibanding jantan. Tetapi, burung jantan dan betina akan mengeluarkan vokalisasi yang sama selama musim kawin.

Strawberry finch muda


Biasanya Strawberry finch gemar bercengkerama di padang terbuka dan rerumputan yang tinggi dan dekat dengan sumber mata air. Atau terbang cepat yang tidak kenal lelah dalam kelompok-kelompoknya. Saat sedang agresif, burung pipit Benggala akan mengeluarkan suara panggilan yang melengking.

Begitu pula saat berada dalam situasi bahaya, mereka akan mengeluarkan panggilan bernada tinggi untuk memperingati sesama anggotanya. Belakangan ini, jenis Strawberry finch memang banyak dicari para penggemar burung hias. Alasannya karena memiliki warna yang menggemaskan, legit seperti buah stroberi, sehingga enak dipandang. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Strawberry Finch, Burung yang Populer di Kalangan Penggemar Burung Hias


Bondol Kepala Pucat, Mirip Bondol Haji Hanya Ada di Sulawesi dan Nusa Tenggara

Bondol Kepala-pucat (Lonchura pallida) merupakan burung pipit kecil endemik di Sulawesi dan Nusa Tenggara, Indonesia. Bondol Kepala-pucat m...