Jumat, 28 November 2025

Nyilet, Penyakit pada Burung yang Berisiko Kematian



Nyilet pada burung merupakan kondisi serius di mana tubuh burung mengalami dehidrasi parah dan kekurangan gizi, sehingga otot dadanya menipis dan tulangnya menonjol tajam seperti silet. Kondisi ini membuat otot dada burung semakin menipis sehingga tulang dada burung terlihat menonjol tajam seperti pisau silet yang tajam dan seakan-akan merobek dada burung.

Karena itulah penyakit ini disebut penyakit Kurus Dada Nyilet atau penyakit Kurus Nyilet. Apa itu penyakit nyilet pada burung? Banyak pencinta burung yang mempertanyakan mengenai penyakit nyilet ini. Hal tersebut karena burung peliharaan dapat mengalami penyakit yang membahayakan kesehatannya, bahkan mengancam kehidupannya.

Penyakit burung Kurus Dada Nyilet atau Kurus Nyilet bukanlah penyakit baru. Penyakit yang sangat mematikan ini sudah ada sejak lama dan sering menyerang semua jenis burung. Dari fakta di lapangan, penyakit ini lebih sering ditemui burung-burung pemakan bijian seperti burung Lovebird, Kenari, Blackthroat, Herda Sanger, Parkit, dan masih banyak lagi burung pemakan biji lainnya yang juga berpotensi mengalami penyakit nyilet.


Burung pemakan biji-bijian rentan terkena penyakit kurus/nyilet


Burung pemakan buah dan burung pemakan serangga seperti Murai Batu, Kacer, Cendet, Cucak Ijo, Cucak Rawa, Pleci, Anis Merah, Anis Kembang dan burung lainnya juga sering terserang penyakit Kurus Nyilet. Tapi persentasenya lebih kecil dibandingkan pada burung pemakan bijian.

Baca juga : Burung Kenari Membisu, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyakit nyilet ini dikenal sebagai penyakit yang relatif sulit untuk disembuhkan. Terlebih jika penanganannya terlambat dan tidak dilakukan dengan langkah yang tepat, maka burung yang terkena penyakit nyilet akan memiliki risiko kematian yang cukup tinggi dalam waktu yang relatif singkat.


Burung yang mengalami kurus nyilet, tulang dadanya terasa tajam


Burung yang terkena penyakit nyilet biasanya ditandai dengan beberapa ciri. Contohnya seperti tubuh burung yang terlihat lebih lemas dan cenderung tidak aktif bergerak, bahkan ketika bergerak burung terlihat tidak stabil dan tidak seimbang.

Warna bulu yang terlihat lebih kusam, kaki yang terlihat lebih pucat, hingga nafsu makan burung yang relatif menurun secara signifikan juga menjadi tanda bahwa burung mengalami penyakit nyilet. Selain itu, burung yang nyilet umumnya akan lebih banyak minum. Hal terjadi karena tubuh burung mengalami dehidrasi yang cukup parah.

“Mas, burung peliharaanku ku kok tiba-tiba saja mati. Padahal tidak pernah telat kasih makan, apa karena air minumnya keruh ya?” Demikan chat pribadi masuk melalui salah satu platform sosial media yang paling banyak digunakan saat ini. Banyak sebenarnya keluhan sejenis yang sering dilontarkan oleh para penggemar burung.

Sebagian besar burung memang memiliki perilaku unik, yaitu seringkali memperlihatkan dirinya dalam kondisi sehat. Meski sebenarnya dalam keadaan sakit. Sebagaimana terungkap dalam berbagai hasil penelitian di dalam dan luar negeri.


Burung yang tidak dalam kondisi sehat, bulunya terlihat kusam dan mengembang


Hal ini dimaksudkan untuk mengelabuhi burung lain, baik sejenis maupun berbeda jenis, agar tidak diganggu, diserang, atau dimangsa. Karena itu, kita sering terlena melihat burung yang sepertinya sehat, dan menganggapnya sehat, sehingga tahu-tahu sudah parah, bahkan malah mati.

Baca juga : Upaya Mencegah Burung Kenari Sakit Karena Perubahan Musim

Namun, dalam batas-batas tertentu, ketika kondisinya makin memburuk, burung tidak sanggup lagi menyembunyikan penyakitnya. Pada titik ini, burung sudah dalam kondisi parah kesehatannya, bahkan ditemui dalam kondisi mati di dasar sangkar. Padahal sebelumnya terlihat baik-baik saja.


Burung dalam kondisi sakit terlihat enggan makan


Sebenarnya sebagian besar penyebab kematian burung, langsung maupun tidak langsung disebabkan oleh malnutrisi (kekuranglengkapan asupan gizi) dan stres. Banyak pemelihara memberi makan burungnya cukup banyak kadang malah berlebihan, tetapi mutunya rendah dan monoton sehingga dapat terjadi defisiensi (kekurangan sesuatu zat nutrisi).

Stres pada burung dapat disebabkan oleh buruknya higiene, perubahan-perubahan suhu yang cepat, atau trauma baik fisik maupun psikis. Baik penyakit karena defisiensi zat nutrisi ataupun karena stres berjalan lama dan menyebabkan burung merana. Pada suatu saat sampai kepada ambang batas kemampuan daya tahan tubuh, yang menurut kita ditemukan “sekonyong-konyong mati” atau “mati mendadak”!

Pada saat musim peralihan dari musim panas ke musim hujan serta pada puncak musim hujan yang biasanya jatuh pada bulan Januari sampai Pebruari. Pada saat-saat seperti itu harus lebih mewasdai kondisi burung peliharaan.

Perubahan cuaca panas siang dan dingin pada malam hari, kondisi sangkar yang kurang sehat (kotor dan lembab), pemberian menu makanan yang kurang baik, semuanya dapat menyebabkan munculnya gangguan kesehatan pada burung.


Ciri burung yang mengalami kurus nyilet


Itu sebabnya, sangat penting bagi pemilik dan penangkar untuk selalu memantau kesehatan burung, minimal dua kali sehari, agar bisa melihat kemungkinan adanya tanda-tanda sakit pada burung peliharaan. Maka yang sering tampak pada burung adalah kondisi baik-baik saja, tetapi saat dipegang ternyata sangat kurus sekali. Ada yang menyebut kondisi seperti ini dengan nyilet.

Baca juga : Merawat Kenari yang Benar agar tetap Sehat dan Rajin Berkicau

Ciri-ciri burung yang terserang penyakit kurus nyilet diantaranya adalah tubuh burung lemas dan lemah, kaki berwarna pucat, sayap turun, warna bulu kusam, bulu burung mengembang. Nafsu makan burung menurun drastis, makan sering milih-milih.


Burung yang mengalami kurus nyilet 80% tidak akan tertolong


Burung yang mengalami kurus nyilet lebih banyak minum karena tubuhnya mengalami dehidrasi. Bulu di sekitar kloaka sering basah dan banyak kotoran menempel. Kotoran burung encer berwarna putih atau hijau berbau menyengat. Tubuh burung kurus, tulang dada menonjol, dan gerak gerik burung tidak lincah, koordinasi tubuh burung terganggu, burung bergerak sempoyongan.

Berdasarkan data penelitian selama ini, penyakit burung kurus nyilet disebabkan oleh kualitas nutrisi pakan harian yang buruk. Adanya cacing yang bersarang di sistem pencernaan. Infeksi bakteri di sistem pencernaan. Infeksi jamur di sistem pencernaan, dan infeksi kompleks dari bakteri, jamur dan gizi buruk. Penanganannya disesuaikan dengan penyebab kurus nyilet itu sendiri. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Burung Nyilet, Kondisi Kesehatan Burung yang Memiliki Risiko Kematian Cukup Tinggi



Jumat, 14 November 2025

Burung Kenari Membisu, Penyebab dan Cara Mengatasinya



Burung Kenari (Serinus canaria) merupakan burung kecil yang populer sebagai hewan peliharaan karena suaranya yang merdu dan bulunya yang indah. Burung ini dikenal dengan berbagai warna bulu, mulai dari kuning, oranye, hingga putih dan merah.

Selain itu, kenari juga dikenal memiliki beberapa jenis, seperti kenari Yorkshire, Gloster, Border, dan Fife Fancy, masing-masing dengan ciri khas fisik dan suara yang unik. Seringkali para kicau mania menanyakan perihal perawatan kenari. Khususnya bagaimana agar burung ini bisa cepat rajin bunyi.

Banyak penggemar kenari yang sengaja membeli burung kenari bakalan, dengan umur di bawah 5 bulan. Sebab lebih murah daripada membeli kenari yang umurnya sudah lebih dari 7 bulan, atau sudah rajin berbunyi. Pilihan ini mengharuskan kicau mania sabar, karena butuh waktu untuk merawatnya hingga buurng ini mau berkicau.


Kenari mempunyai warna dan suara yang mempesona


Pada umumnya, kenari yang sudah pasti berjenis kelamin jantan tidak akan berkicau sampai berusia lebih dari 6 bulan. Rata-rata, burung kenari akan berkicau setelah berumur 6 bulan. Pada umur tersebut, burung kenari tersebut sudah mampu mengeluarkan suara ngerolnya, meski dengan kicauan pendek.

Baca juga : Membedakan Jenis Kelamin Burung Kenari Lewat Pengamatan Fisik dan Tingkah Lakunya

Burung akan rajin berkicau berdasarkan daya tahan tubuh dan stamina burung tersebut. Namun demikian, tidak selamanya burung dalam kondisi sehat. Meski tidak diharapkan terjadi, terkadang ada saja gangguan kesehatan yang dialami burung kenari.


Kenari mulai berkicau ketika memasuki usia 6 bulan


Termasuk pada burung kenari kesayangan. Salah satu kondisi yang sering atau lazim terjadi pada kenari adalah suaranya tiba-tiba menghilang. Ini bisa terjadi pada kenari yang sudah rajin berbunyi (gacor) maupun kenari yang sedang belajar berbunyi.

Ada beberaapa kasus di mana kenari yang sudah menggelembungkan tenggorokannya tetapi tidak keluar kicauannya. Burung kenari dapat menjadi bisu (tidak berkicau) karena berbagai faktor, mulai dari masalah kesehatan hingga stres, dan perubahan lingkungan.

Perubahan lingkungan seperti pindah kandang, kebisingan, atau perubahan suhu dapat menyebabkan kenari stres, yang mengurangi aktivitas kicauan burung kenari. Kemudian, burng enari tidak pernah dikerodong pada malam hari, sehingga mengalami kondisi yang pada manusia disebut “masuk angin”.

Ada banyak angin malam yang masuk ke pori-pori kulitnya, termasuk di bagian tenggorokan, sehingga mempengaruhi kotak suara yang disebut larynx. Kotak suara ini terdiri atas tulang rawan, tempat di mana pita-pita suara burung menempel. Kemudian adanya infeksi saluran pernapasan.


Kenari terkadang hanya bisa membisu


Seperti infeksi tenggorokan, atau penyakit lainnya seperti aspergillosis, dapat mempengaruhi suara kenari. Kenari terkena infeksi di bagian tenggorokannya, terutama akibat infeksi tungau kantung udara (air sac mites). Kenari terkena penyakit gondok atau gangguan tenggorokan lainnya.

Baca juga : Merawat Kenari yang Benar agar tetap Sehat dan Rajin Berkicau

Atau karena kenari terkena penyakitpsittacosis yang menyebabkan suaranya menjadi serak atau hilang. Gejala burung yang menderita penyakit ini antara lain mencret, lemah, bulu kusut, tidak mau makan, serta mata atau hidungnya berair. Jadi, jika muncul gejala seperti ini, maka kemungkinan besar faktor pemicu kenari kehilangan suaranya akibat penyakit ini.


Kenari yang sakit atau nyilet tidak akan rajin berkicau


Tindak pencegahan perlu dilakukan agar burung kenari tidak mengalami gangguan kehilangan suara. Diantaranya perlunya membiasakan untuk selalu mengkerodong burung kenari pada malam hari. Menjauhkan kenari dari lubang tempat keluar masuk udara/angin, misalnya ventilasi udara atau saluran udara, AC, dan kipas angin.

Terkadang karena kurangnya asupan nutrisi penting seperti protein, vitamin, dan mineral dapat menyebabkan kenari lemah dan kurang bersemangat, sehingga suaranya menjadi pelan bahkan hilang. Untuk itu secara teratur memberikan vitamin dan antibiotik untuk mencegah kenari terkena serangan penyakit, termasuk suara yang tiba-tiba hilang.

Jika kenari ternyata kenari sudah terlanjur kehilangan suaranya, harus segera dilakukan tindakan pengobatan yang aman. Berikan terapi pucuk daun mengkudu muda, sebagai ganti buah dan sayurannya selama dalam masa perawatan.

Mengganti air minum dengan air larutan selama masa perawatan. Untuk kenari, sebaiknya jangan menggunakan air minum yang masih mentah. Lebih disarankan menggunakan air matang atau air kemasan. Jika kenari mengalami serak atau hilang suara akibat dari penyakit ada beberapa produk obat di pasaran yang bisa diberikan.


Kenari perlu asupan nutrisi dan perawatan yang baik agar rajin berkicau


Setelah kenari kembali fit seperti sediakala, perawatan harian pun harus dilakukan perubahan. Misalnya, jika semula sangkar burung dibersihkan secara tidak rutin, usahakan bisa dilakukan setiap hari untuk membuang bakteri, jamur, dan kutu/tungau penyebab infeksi tenggorokan.

Baca juga : Upaya Mencegah Burung Kenari Sakit Karena Perubahan Musim

Selain itu ada juga kenari yang tidak mau berbunyi karena mental drop, atau bisa juga burung terlalu kurus (dada nyilet). Burung yang mentalnya drop antara lain ditandai dengan ketidaknyamanan di tangkringan, sehingga sering ke dasar kandang, bisa juga gedubrak-gedubrak menabrak jeruji kandang, nafsu makan turun, dan sebagainya.


Salah satu produk untuk kenari yang serak atau kehilangan suara akibat tungau kantung udara



Sedangkan untuk mengecek apakah kenari berdada nyilet, bisa dengan cara memegang burung, kemudian raba bagian dadanya dengan jari. Jika terasa lancip, dengan tulang rusuk yang menonjol, itu menandakan kenari berdada nyilet. Penyebab dada nyilet bervariasi, ada yang karena mengalami malnutrisi, atau terkait dengan penyakit dan kondisi tertentu.

Sebaliknya, burung yang gemuk juga cenderung malas bunyi. Kasusnya seperti pada manusia, di mana kurus dan gemuk selalu menimbulkan masalah, atasi kegemukan dengan berbagai macam latihan dan terapi. Pastikan kenari mendapatkan makanan yang seimbang dan berkualitas, serta suplemen vitamin dan mineral jika diperlukan. Berikan makanan yang kaya nutrisi dan bantu menjaga kebersihan kandang agar kenari tetap nyaman. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Burung Kenari Membisu, Segera Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya


Bondol Kepala Pucat, Mirip Bondol Haji Hanya Ada di Sulawesi dan Nusa Tenggara

Bondol Kepala-pucat (Lonchura pallida) merupakan burung pipit kecil endemik di Sulawesi dan Nusa Tenggara, Indonesia. Bondol Kepala-pucat m...