Minggu, 31 Mei 2026

Budidaya Emprit Jepang, Peluang Bisnis yang Menjanjikan dan Mudah bagi Pemula



Emprit Jepang (Lonchura striata domestica) merupakan salah satu jenis burung finch yang populer dipelihara sebagai hewan peliharaan di banyak negara, termasuk Indonesia. Burung ini secara Internasional disebut dengan Society finch. Cara beternak burung emprit jepang dikenal lebih mudah karena burung ini memiliki mental yang sangat baik, khususnya jika ada gangguan yang datang pada saat mengerami telur maupun merawat anak-anaknya.

Burung emprit jepang tidak gampang stres dan relative mudah untuk dipelihara ataupun dirawat. Oleh sebab itu permintaan akan burung tersebut mengalami banyak peningkatan dengan harga jual yang relatif stabil. Terutama bagi para penghobi burung yang masih pemula. Umumnya burung ini dipelihara untuk menghuni mini aviary, yang membuat rumah terasa semakin asri.


Beternak Emprit Jepang sangat mudah dan menguntungkan


Ada beberapa langkah sebelum beternak emprit jepang. Langkah pertama adalah memilih calon indukan, berikutnya menyiapkan kandang penangkaran, pemberian pakan, dan proses penangkaranya. Keberhasilan penangkaran sangat bergantung pada kualitas indukan emprit jepang yang akan ditangkarkan.

Baca juga : Emprit Jepang, Jenis Finch Hasil Silangan untuk Dijadikan Peliharaan

1. Memilih Calon Indukan

Dalam memilih indukan emprit jepang, diusahakan bibit untuk indukan berasal dari indukan yang berkualitas, dengan tujuan agar menghasilkan keturunan atau anakan yang berkualitas juga. Sebelumnya harus juga dipahami untuk membedakan calon indukan jantan dan betinanya.


Sepasang Emprit Jepang tidur bersama di dalam sarangnya


Karena keduanya mempunyai bentuk tubuh serta warna bulu yang hampir sama. Untuk membedakannya bisa diperhatikan dari tingkah lakunya. Biasanya burung emprit jepang jantan lebih aktif bergerak dan berkicau, serta suara kicauannya lebih bervariasi. Sedangkan burung emprit jepang betina lebih pasif dan jarang berkicau, dan seandainya berkicau pun suaranya terdengar monoton.

Kriteria indukan burung emprit jepang yang bagus agar kualitas yang dihasilkan juga bagus yaitu usia calon induk tidak kurang dari 6 bulan, agar organ reproduksinya matang, kedua calon induk harus sehat atau tidak sedang sakit, keadaan fisik normal atau tidak cacat (bulunya mengkilap dan rapi, mata cerah dan bersih), dan calon indukan lebih agresif atau aktif bergerak.


Induk Emprit Jepang akan mengerami telurnya secara bergantian


2. Menyiapkan Kandang

Kandang budidaya emprit jepang bisa menggunakan kandang model soliter yang berukuran 60×40 cm dan tinggi 40 cm (kandang kotak untuk ternak love bird). Atau bisa juga diternak secara koloni yaitu menggunakan kandang model aviary yang lebih besar.

Baca juga : Pipit Matari, Pipit Cantik dari Tanah Papua

Tempatkan kandang budidaya di lokasi yang teduh, hindari terpaan air hujan dan angin secara langsung. Yang juga harus diperhatikan dalam budidaya adalah menjaga kebersihan kandang secara rutin. Sediakan alas kandang yang mudah dibersihkan dan pastikan ventilasi udara baik.


Telur Emprit Jepang akan menetas setelah dierami induknya selama 14-16 hari


Namun kebiasaan burung emprit jepang apabila dibudidaya secara koloni biasanya induk betina akan meletakkan telurnya pada sarang induk lain, hal tersebut disebabkan sifat sosial burung emprit jepang yang sangat tinggi. Maka sangat dianjurkan untuk mengisi satu pasang indukan saja dalam satu kandang.

Juga haarus sedaiakan pula tempat untuk bersarang, bisa menggunakan batok kelapa atau sejenisnya (di kios-kios burung sudah banyak tersedia dengan berbagai model dan ukuran). Sediakan pula bahan-bahan untuk membuat sarangnya seperti serat nanas, rumput kering/rumput ruyung, daun cemara atau yang lainnya.


Anakan Emprit Jepang usia 14 hari


3. Pemberian Pakan

Pakan merupakan faktor utama yang harus diperhatikan dalam beternak burung emprit jepang, karena pakan juga memiliki pengaruh yang besar untuk keberhasilan penangkaran. Pemberian pakan ini ada dua jenis yakni pakan utama yang berupa biji-bijian, sepertimilet putih sebagai pakan pokok, milet merah sebagai variasi, serta jewawut, canary seed, atau gabah.

Baca juga : Bondol Hijau, Finch Cantik yang Jarang Dilirik

Selain itu perlu juga diberikan pakan tambahan berupa telur rebus untuk protein tambahan dan sayuran hijau (kangkung, sawi). Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan kalsium dalam pembentukan telur, bisa disediakan tulang sotong di dalam kandang. Semua kebutuhan ini sudah tersedia di kios-kios burung.


Setelah umur sebulan anakan emprit Jepang siap meninggalkan sarangnya


4. Proses Penangkaran

Apabila kedua calon indukan emprit jepang ini burung sudah berjodoh, biasanya akan segera membangun sarang. Keduanya akan tidur di dalam sarangnya saat malam. Setelah proses ini sudah berjalan tinggal menunggu saat emprit jepang bertelur. Jumlah telur yang dihasilkan biasanya sekitar 4-6 butir. Telur-telur ini akan dierami oleh kedua induknya secara bergantian selama sekitar 16 hari.

Jika semua telur sudah menetas, maka anda harus disediakan pakan yang memiliki kandungan protein tinggi seperti gambas atau jagung, yang gunanya sebagai sumber vitamin dan energy untuk induk serta anaknya. Ketika anakan burung emprit jepang sudah berumur sekitar 3-4 minggu, biasanya sudah mulai keluar dari sarang untuk belajar terbang dan makan sendiri.


Seorang pemuda di Tuban – Jawa Timur sukses menangkarkan Emprit Jepang


Jika anakan emprit jepang sudah keluar sarang, maka anakan emprit jepang tersebut sudah bisa dipisahkan dari induknya dan merawatnya sendiri. Hal ini harus dilakukan dengan tujuan agar indukan emprit jepang segera berproduksi kembali.

Burung imut ini, bisa menjadi pilihan utama sebagai salah satu jenis burung yang direkomendasikan untuk dipelihara. Emprit jepang alternatif terbaik untuk penghobi yang tidak punya lahan banyak. Tidak perlu modal besar, tapi bisa menghasilkan. Cocok untuk pemula, karena burung ini bandel banget, jarang kena penyakit. Paling kendala ternaknya itu, kadang burung ini suka dibuang saja anaknya, karena induk tidak mau loloin. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Budidaya Burung Emprit Jepang Mudah dan Menguntungkan


Rabu, 20 Mei 2026

Penyakit Sariawan atau Goham pada Kenari, Ketahui Gejala Penyebab dan Cara Mengatasinya




Burung Kenari (Serinus canaria) merupakan burung peliharaan yang sangat populer yang dikenal karena kicauan merdunya dan warna-warni bulu indahnya, seperti kuning, oranye, dan putih. Sebagai burung yang sangat populer, kesehatan kenari harus selalu dijaga agar tetap aktif dan memiliki suara kicauan yang merdu.

Namun, berbagai masalah kesehatan dapat mengganggu kenyamanan burung ini, salah satunya adalah sariawan atau goham yang dapat memengaruhi kondisi mulut dan sistem pencernaannya. Ciri burung kenari yang terkena penyakit sariawan menjadi hal penting yang perlu dikenali oleh para pecinta burung agar kesehatan kenari selalu terjaga.

Mengenal ciri-ciri sariawan dan penyebabnya dapat membantu dalam memberikan perawatan yang tepat serta mencegah penyakit ini semakin parah. Sebab jika tidak segera ditangani akibat tidak mengetahui ciri dan masalahnya tak hanya berakibat pada penurunan performa tetapi juga bisa berakibat fatal.



Burung kenari yang sehat akan rajin berkicau



Kenari yang mengalami sariwan akan bertingkah aneh seperti sering gigit-gigit jeruji, jilat-jilatin sangkar atau lidahnya melet-melet. Namun sebenarnya kenari menggesek-gesekkan paruhnya ke tangkringan atau jeruji itu bukan paruhnya yang bermasalah tapi lidahnya yang terkena sariawan.


Burung kenari yang sariawan (biasanya ditandai dengan mulut berwarna putih kekuningan, luka di rongga mulut, susah makan, sering membuka paruh, dan terlihat lesu) perlu segera ditangani karena bisa menyebabkan turun nafsu makan dan kematian jika dibiarkan.



Gejala kenari terkena sariawan atau goham



Tanda paling jelas adalah adanya bercak putih kekuningan atau luka di sekitar mulut, lidah, dan tenggorokan. Luka ini menyebabkan kenari merasa sakit saat makan atau minum, sehingga burung cenderung menghindari aktivitas tersebut. Karena rasa sakit di mulut, kenari akan malas makan dan minum. Akibatnya, kondisi tubuh melemah dan berat badan menurun drastis jika tidak segera diatasi.

Sariawan pada kenari, umumnya disebabkan oleh infeksi jamur Candida albicans (kandidiasis) atau infeksi sekunder bakteri seperti Staphylococcus epidermidis dan Streptococcus sp. Kondisi ini memicu radang (stomatitis) yang membuat kenari lesu dan nafsu makan menurun.

Infeksi jamur Candida albicans adalah penyebab paling umum, yang berkembang biak cepat saat kekebalan tubuh kenari menurun. Studi menemukan bahwa bakteri Staphylococcus epidermidis (dominan 70%) dan Streptococcus sp pada rongga mulut burung yang terinfeksi.

Selain itu pemberian pakan yang tidak sesuai atau terkontaminasi. Memberikan pakan yang basi, keras, atau kurang bergizi dapat melukai mulut kenari dan membuka peluang terjadinya infeksi. Stres dan kondisi lingkungan yang buruk akibat perubahan lingkungan, suhu ekstrem, atau kebisingan juga dapat memicu munculnya sariawan.



Kerodong sangkar burung kenari pada malam hari untuk menghindari terpaan angin malam



Selain itu faktor kekurangan asupan vitamin, terutama vitamin B12, asam folat, atau zat besi bisa menjadi penyebab burung terkena sariawan. Juga terjadinya cedera atau luka di mulut akibat pakan yang dimakan oleh burung kenari terlalu keras atau adanya infeksi sekunder.


Kondisi kenari sariawan yang ringan masih bisa diatasi dengan memberikannya asinan dan air Larutan Cap Kaki Tiga. Namun jika kondisi sariawan pada kenari parah seperti pinggir lidah sudah berwarna kuning, maka cara pengobatannya berbeda dan butuh penanganan ekstra.



Salah satu jenis pakan pabrikan untuk burung kenari



Berikut cara mengatasinya secara aman dan efektif jika burung kenari kesayangan terkena penyakit sariawan. Langsung lakukan karantina pada burung kenari yang sakit agar tidak menular ke burung lain. Gunakan sangkar yang bersih dan kering, hindari tempat lembap. Bersihkan dan obati bagian mulut pada kenari yang terkena sariawan. Gunakan perawatan luar untuk mengobati luka sariawan. Ambil cotton bud kecil, lalu celupkan ke air rebusan daun sirih (antiseptik alami) kondisi hangat kuku.

Atau bisa juga betadine cair (povidone iodine 1–2 tetes dicampur air matang sedikit). Lalu oleskan pelan-pelan ke bagian dalam paruh/mulut yang luka. Lakukan 1–2 kali sehari sampai sembuh. Jangan oles terlalu dalam, cukup di permukaan luka atau bercak putih.

Penanganannya dapat menggunakan obat khusus seperti Degirol (rasa lemon), Super N untuk infeksi mulut/serak. Jika tidak ada, 1 tetes air perasan jeruk nipis + 1 tetes madu bisa diberikan 1 kali sehari untuk membantu penyembuhan alami.



Obat sariawan



Agar kasus sariawan tidak terjadi lagi pada burung kenari kesayangan, maka segera perbaiki pola pemberian pakan dan perawatan. Berikan pakan bersih dan segar, jika perlu pakan bijian dicuci dan dijemur dulu. Tambahkan buah dan sayur lembut seperti daun mengkudu muda, sawi hijau, atau apel parut (dalam jumlah kecil).


Berikan vitamin burung (banyak merka yang tersedia di pasaran) dalam air minum 2–3 kali seminggu. Pastikan air minum selalu bersih dan diganti tiap hari. Kebersihan kandang, juga bersihkan tempat makan/minum setiap hari.



Penyakit sariawan dapat hilang dalam beberapa hari setelah masa pengobatan



Untuk menghindari kandang menjadi tempat bakteri berbahaya, semprot kandang dengan disinfektan ringan (seperti larutan EM4 + air) seminggu sekali. Hindari penempatan burung kenari pada daerah dengan suhu lembap dan hindari burung kenari terkena terpaan angin malam.

Sariawan umumnya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 7 hingga 14 hari. Proses penyembuhan ini bisa berlangsung lebih cepat apabila didukung dengan perawatan yang tepat. Tanda Burung kenari akan sembuh, yakni area luka mulai mengecil, dan jaringan mulut kembali ke warna serta tekstur normal. (Ramlee)


Sumber : remen.id


Budidaya Emprit Jepang, Peluang Bisnis yang Menjanjikan dan Mudah bagi Pemula

Emprit Jepang (Lonchura striata domestica) merupakan salah satu jenis burung finch yang populer dipelihara sebagai hewan peliharaan di bany...