Sabtu, 19 Juli 2025

Emprit Jepang, Jenis Finch Hasil Silangan untuk Dijadikan Peliharaan



Emprit Jepang (Lonchura striata domestica) merupakan salah satu jenis burung finch yang populer dipelihara sebagai hewan peliharaan di banyak negara, termasuk Indonesia. Burung ini secara Internasional disebut dengan Society finch. Emprit Jepang tidak ditemukan di alam liar, karena hasil domestikasi dari burung Lonchura striata.

Cikal bakal burung ini sebenarnya berasal dari daerah Bengala, India. Awalnya burung Bengalese finch/finch sharp-tailed munia (Lonchura acuticauda), dibawa ke Jepang yang kemudian dikawin silangkan dengan striated munia (Lonchura striata). Burung Lonchura striata sendiri tersebar di Semenanjung Malaya, Sumatera, Jawa, Bali, dan Sulawesi, Thailand & Vietnam selatan.

Bengalese Finch (Lonchura acuticauda)


Keturunannya inilah yang kemudian disebut dengan emprit Jepang. Emprit jepang memiliki kemiripan dengan white-rumped munia atau emprit lokal. Perbedaan terletak pada karakter, warna, corak bulu, dan suara kicauannya. Bahkan, belakangan ini ada juga yang menyilangkan emprit jepang dengan jenis burung finch lainnya.

Baca juga : Finch, Kelompok Burung Kecil dengan Pesona Menyenangkan

Diluar negeri, sudah bisa didapatkan emje dengan berbagai macam warna hasil mutasi. Mulai dari putih, coklat, cream, silver, dan lain-lain. Bahkan sudah dihasilkan emje yang mempunyai corak batik/sisik ikan di bagian dadanya. Selain itu juga sudah dihasilkan emje crested/jambul yang semakin menambah keunikan tersendiri dari emje itu sendiri.

Lonchura striata


Di Amerika, Eropa, dan Australia, orang justru lebih tertarik memelihara atau menangkar burung finch ketimbang burung kicauan seperti di Indonesia. Selain mudah dalam perawatannya, penampilannya yang cantik dan penuh warna cukup menggoda untuk disilangkan demi mendapatkan anakan dengan warna-warna unik yang menarik.

Burung finch banyak disukai oleh kicaumania di Indonesia karena bisa dijadikan burung penghias di taman rumah, meski sebagian juga bisa dijadikan burung master. Tidak sedikit pula yang pengin beternak, lantaran pengelolaannya relatif mudah.

Di Indonesia, burung ini bukan hanya bisa dijadikan burung hias tetapi juga kerap dimanfaatkan sebagai induk asuh/baby sitter atau babuan untuk mengerami telur jenis burung finch lainnya. Para penangkar/breeder burung gould amadine maupun zebra finch kerap menggunakan emprit jepang sebagai induk babuan untuk mengerami telur dan merawat anakan yang baru menetas.

Ini karena burung emprit jepang dikenal tidak mudah stres. Burung ini juga pintar mengasuh anakan, sehingga kerap dijadikan babuan untuk anakan jenis finch lainnya. Meski sedang bertelur atau mengerami telur, burung ini tidak mudah terganggu oleh aktivitas di sekitarnya, emprit jepang tetap produktif.

Sepasang burung Emprit Jepang


Burung emprit jepang ini mudah dalam perawatan, dari segi makanannya juga sangat mudah dicari. Jenis burung ini selain mudah perawatannya, juga tahan dari semua penyakit, serta gampang dibudidaya karena saat bertelur kemudian beranak, induknya rajin memberikan makanan.

Baca juga : Pipit, Burung Pemakan Bijian dengan Warna Menarik yang Sering Dianggap Hama

Kalau mau menangkar, sebaiknya dipilih calon induk jantan dan betina yang sudah mencapai umur dewasa kelamin, yaitu sekitar 5-6 bulan. Lebih matang lebih baik, misalnya betina umur 8 bulan dan jantan umur 1 tahun. Untuk membedakan jenis kelamin emprit jantan dan betina agak sedikit susah, karena keduanya mempunyai bentuk tubuh serta warna bulu yang hampir sama.

Emprit Jepang kerap dijadikan induk asuh/baby sitter jenis finch lainnya


Cara untuk membedakannya bisa diperhatikan dari tingkah lakunya, yaitu biasanya untuk burung emprit jepang jantan lebih aktif bergerak dan berkicau, serta suara kicauannya lebih bervariasi. Sedangkan untuk burung emprit jepang betina lebih pasif dan jarang berkicau, dan seandainya berkicau pun suaranya terdengar monoton.

Tetapi emprit jepang umur 5-6 bulan umumnya sudah dewasa, ditandai dengan perilaku sering berkicau, terutama burung jantan. Kalau mau praktis, masukkan beberapa ekor burung jantan dan betina dalam kandang aviary/koloni. Biarkan burung mencari pasangan masing-masing.

Perlu disediakan tempat bersarang/gelodok dengan jumlah melebihi jumlah calon pasangan indu. Misal, memasukkan 5 ekor calon induk jantan dan 5 ekor calon induk betina, sediakan minimal 6 gelodok yang ditempatkan secara berpencar.

Nanti setiap pasangan induk akan memilih gelodok yang disukainya. Kalau belum memiliki kandang aviary, Anda juga bisa menggunakan kandang battery ukuran 40 x 40 x 50 cm2 yang banyak dijual di pasar burung. Masukkan pula wadah sarang (anyaman rotan) yang juga banyak dijual di kios/pasar burung. Bahan sarang bisa berupa serat kelapa atau serat cemara.

Setelah berumur 1 bulan, anakan Emprit Jepang akan mandiri


Pakan utama emprit jepang berupa biji-bijian atau pakan kenari (canary seed). Pakan tambahan/extra fooding (EF) berupa daun sawi atau selada. Setelah berjodoh, burung akan kawin. Selanjutnya, induk betina akan bertelur sebanyak 4 sampai 6 butir.

Baca juga : Mozambik, Burung Kenari Kuning Afrika Bersuara Merdu dan Berumur Panjang

Telur akan dierami induk jantan dan betina secara bergantian selama 15-16 hari. Masa mengeram dimulai setelah telur ketiga dikeluarkan induk betina. Setelah menetas, anakan emprit jepang ini akan diasuh oleh kedua induknya hingga mencapai umur 20 hari.

Emprit Jepang jambul


Setelah berumur 1 bulan, anakan sudah bisa belajar makan sendiri. Jika anakan sudah mandiri (mencari makan sendiri), maka sudah bisa memisahkan anakan dari induknya dan merawatnya di kandang tersendiri, tujuannya agar indukan segera bisa berproduksi lagi. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Emprit Jepang, Jenis Finch yang Tidak Dapat Ditemukan di Alam Liar


Kamis, 17 Juli 2025

Kenari Yorkshire, Burung Berpostur Elegan Berharga Mahal



Kenari Yorkshire merupakan jenis burung kenari yang terkenal karena ukuran tubuhnya yang besar dan postur tubuhnya yang tegak, sering dijuluki “The Guardsman” karena penampilannya yang gagah. Burung ini juga dikenal dengan bulu yang tebal dan lebat, serta suara kicauan yang merdu dan bervariasi, terutama pada kenari jantan.

Kenari Yorkshire berasal dari Inggris, tepatnya dari daerah Yorkshire, dan merupakan salah satu jenis kenari termahal yang banyak diminati. Kenari Yorkshire bukanlah kenari galur murni tetapi hasil rekayasa dan breeding terseleksi antara jenis Norwich, kenari Lanchasire, dan kenari Belgia.

Kenari Norwich


Kenari Yorkshire dikembangan sekitar pertengahan tahun 1800, dikembangkan sebagai “type canary” dengan fisik yang bagus dan bukan pada lagu. Kenari Yorkshire dikembangkan lebih menitik beratkan pada postur yang menawan. Nаmun dаri segi kicаuаn tetаp sаjа tidаk kаlаh istimewа dengаn jenis burung kenаri lаinnyа.

Baca juga :  

Mungkin inilаh аlаsаn yаng menjаdikаn hаrgа kenаri Yorkshire jаntаn mаupun betinа menjаdi mаhаl. Bаhkаn hаrgа yаng dibаnderol oleh pаrа pengusаhа аtаu importir dаn pаrа pembudidаyа burung hаrgа kenаri Yorkshire relаtif lebih mаhаl jikа dibаndingkаn dengаn jenis burung Fringilidаe lаinnyа.

Belgian Fancy, cikal bakal berbagai jenis kenari terpopuler di dunia


Karena keunikan dan kecantikannya, kenari Yorkshire dikenal sebagai burung favorit untuk dipelihara bahkan dilombakan. Bentuk kenari Yorkshire terkadang digambarkan seperti wortel yang terbalik. Burung ini selalu berdiri tegak, dengan kaki panjang.

Ukuran tubuh kenari Yorkshire cukup besar hingga mencapai panjang 17 cm melebihi jenis kenari yang lain. Kepala membulat dengan leher yang terlihat pendek dan bulu tubuh rapat serta halus. Kenari Yorkshire memiliki dada lebar dengan postur berdiri yang membusung tegak, terkesan pemberani.

Budidaya kenari Yorkshire


Itulah mengapa kenari Yorkshire ini di Eropa, dijuluki sebagai “The Guardsman” atau “Sang Penjaga”. Dan “Gentleman of the Fancy” atau “Burung yang sopan/aristokrat” karena cara berdirinya yang tenang. Warna yang paling banyak ditemui pada kenari Yorkshire adalah kuning, coklat, dan hijau sedangkan warna putih lebih sedikit.

Baca juga :  

Kenari Yorkshire dianggap sebagai salah satu kenari yang terbesar dan tertua dari semua jenis burung kenari, dan hal itu tercatat sejak 1894. Sekalipun ditemukan di Inggris, Yorkshire lebih banyak dikembangbiakkan di negara-negara lain.

Kenari Yorkshire berpostur menawan juga bersuara merdu


Para importir di Indonesia biasa mendatangkan Yorkshire dari Jerman, Belanda, dan Belgia. Burung Yorkshire yang baru saja masuk ke Indonesia tentu memerlukan beberapa penyesuaian terutama dengan kondisi cuaca.

Memelihаrа burung kenаri Yorkshire аdаlаh bukаn pekerjааn yаng mudаh. Selаin diperlukаn ketelаtenаn yаng ekstrа kerаs jugа perlu pengetаhuаn khusus kаitаnnyа dengаn pemelihаrааn kenаri Yorkshire. Dengаn ukurаn tubuhnyа yаng lebih besаr, mаkа otomаtis pаkаn mаupun kebersihаn sаngkаr penаngаnаnnyа jugа hаrus ekstrа.

Kenari Yorkshire seringakali ikut lomba burung berkicau


Selаin dipengаruhi oleh rаwаtаn hаriаnnyа, pemberiаn pаkаn mаupun cаrа pemаsterаn, kemаmpuаn аtаu rаjin bunyi sаngаt dipengаruhi oleh fаktor umur dаn jenis kelаminnyа. Selain itu untuk kenari Yorkshire jantan lebih baik juga ditempatkan secara terpisah dari kenari lainnya untuk menjaga wilayah teritorialnya sehingga tetap rajin berkicau.

Baca juga :  

Sebab, hal ini dapat berpengaruh terhadap mental dan karakter dari kenari Yorkshire agar menjadi lebih baik dan terus stabil. Sementara untuk urusan perawatan harian, kenari yorkshire sedikit berbeda dari kenari jenis lokal.

Kenari Yorkshire menjadi idola para kicau mania


Proses adaptasi kenari Yorkshire impor biasanya memakan waktu sepekan. Saat Yorkshire baru datang, hindari memberikan kuning telur karena dapat mengakibatkan kakinya bengkak dan membusuk. Pakan sawi putih menyebabkan feses berair dan hijau menandakan sakit. Yorkshire sehat ditandai dari kotorannya yang kering. Berikan pakan telur kering yang ada di pasaran. Frekuensi pemberian satu kali sehari pada pagi hari. Jatah pakan hanya 4 gram per ekor setiap harinya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kenari Yorkshire, Salah Satu Jenis Kenari dengan Penampilan Gagah Bersuara Merdu


Jumat, 11 Juli 2025

Merawat Kenari yang Benar agar tetap Sehat dan Rajin Berkicau



Banyak orang memelihara burung karena ingin mendengarkan kicauannya yang merdu setiap hari, selain itu juga menikmati keindahan warna bulunya. Salah satu burung yang paling banyak dipelihara adalah burung kenari (Serinus canaria domestica). Kenari termasuk salah satu jenis burung kicauan terpopuler di dunia.

Meskipun pamor kenari dalam lomba burung kicauan di Indonesia masih jauh di bawah murai batu dan kacer maupun burung berkicau lainnya, namun jumlah penggemar kenari tidak kalah banyak. Salah satu alasannya, karena harganya yang relatif murah, stok cukup berlimpah, dan perawatannya juga cukup mudah sehingga menarik minat para pemula untuk memeliharanya.

Secara umum, kenari terbagi dalam tiga tipe, yakni postur, warna, dan suara. Karena itu, jika ingin memeliharanya, harus dipilih jenis kenari yang sesuai dengan keinginan. Apabila senang memelihara kenari karena penampilan dan warnanya, bisa dipilih burung kenari dengan tipe postur atau warna. Jika senang dengan suaranya, maka pilih kenari bertipe penyanyi.

Biji-bijian untuk pakan burung Kenari


Dibandingkan dengan jenis burung kicauan lainnya, kenari termasuk paling mudah dalam perawatannya. Beternak kenari juga relatif lebih mudah. Kemudahan dalam perawatan inilah yang membuat kenari termasuk salah satu burung yang banyak digemari di Indonesia. Meski demikian, tidak setiap kicaumania bisa mendapatkan kenari yang rajin bunyi atau gacor, terutama jika perawatan dilakukan serampangan atau asal-asalan.

Baca juga : Kenari, Burung Kecil Bersuara Merdu dengan Beragam Postur dan Warna yang Menarik

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam cara merawat burung kenari atau pemeliharaan kenari, baik terkait dengan kandang, pakan, hingga beberapa potensi gangguan. Perawatan intens diperlukan saat burung sedang mabung atau ambrol bulu, burung kenari saat macet bunyi.

Memandikan burung Kenari dengan cara disemprot halus


Agar burung bisa kembali berbunyi ngerol panjang dengan suara keras. Atau kenari bakalan atau anakan, burung yang sedang macet bunyi hingga bisa cepat bunyi dan yang lainnya. Semua perawatan tersebut dimulai dari pemberian pakan, pemberian pakan ektra fooding, egg food, pemberian sayuran, mandi jemur, dan juga kebersihan serta pemberian suplemen tambahan.


Pemberian pakan

Memberi pakan secara berlebihan akan berdampak kurang baik pada penampilan dan kesehatan kenari. Selain bisa membuat burung gemuk, pakan yang berlebihan juga akan membuat kenari malas bunyi dan lebih memperhatikan pakannya. Untuk hasil yang baik, berikan pakan biji-bijian dalam takaran yang tepat, misalnya 1/3 cepuk pakan.

Pakan utama kenari memang biji-bijian, sesuai dengan bentuk paruhnya. Karena itulah pakan bijian harus selalu disediakan dalam jumlah cukup setiap harinya. Pakan bijian yang bagus untuk kenari misalnya canary seed, millet, dan niger seed. Lebih baik jika pemberian bijian ini merupakan kombinasi/campuran dari ketiganya.


Pemberian EF

Selain pakan utama berupa biji-bijian, kenari juga harus mendapatkan nutrisi dari pakan tambahan/extra fooding (EF) secara rutin. EF yang bisa diberikan adalah buah dan sayuran. Agar hasilnya maksimal, pakan tambahan itu bisa disajikan secara bervariasi. Misalnya buah dan sayuran dipotong kecil-kecil dan dicampur jadi satu, kemudian dimasukkan dalam cepuk tersendiri atau cukup digantung di dalam sangkar atau kandang.

Menjemur burung kenari yang baik di bawah jam 10 pagi atau sebelum sinar matahari terik menyengat


Pemberian egg food

Egg food atau soft food lazim diberikan kepada kenari untuk menambah stamina. Egg food bisa berupa potongan telur rebus yang digantung dalam sangkar harian, atau telur rebus yang diracik bersama bahan-bahan lainnya. Untuk memancing kenari agar lebih rajin bunyi, pakan racikan egg food dapat diberikan setiap beberapa hari sekali, sebagai pengganti pakan utama (bijian) pada hari tersebut. Selain itu, juga bisa mencampurkan pakan bijian ke dalam pakan racikan egg food tersebut.

Baca juga : Menjaga Kenari Tetap Sehat saat Cuaca Tidak Menentu


Pemberian daun-daunan hijau

Sudah bukan rahasia lagi jika kenari mania di Indonesia kerap memberikan daun yang berasal dari tanaman liar sebagai alternatif pakan tambahannya. Daun-daunan dari tanaman krokot, mengkudu, dan sebagainya, dipercaya mampu membuat suara kenari menjadi lebih jernih/kristal, sehingga bisa membuatnya bersuara lebih lepas ketika berkicau.

Pemberian telur untuk asupan protein


Pemberian mulivitamin, suplemen, dan mineral

Jika kebutuhan pakan selalu tercukupi setiap hari, maka kenari akan menjadi lebih aktif dan rajin berkicau. Untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya, juga perlu diberikan suplemen tambahan seperti multivitamin, suplemen, dan mineral yang bisa membantu merangsang burung agar lebih rajin berbunyi.

Mandi, jemur, dan jaga kebersihan

Yang tidak kalah pentingnya dalam perawatan burung kenari adalah harus selalu rajin menjaga kebersihan sangkar. Sangkar yang bersih membuat burung terhindar dari gangguan tungau atau parasit yang bisa menyerangnya. Kenari yang terinfeksi tungau tentu tidak akan mampu berkicau dengan baik, bahkan menjadi malas berbunyi.

Membersihkan sangkar bisa dilakukan pada saat kenari sedang dimandikan. Mandikan kenari dengan cara disemprot atau menggunakan bak mandi kecil yang diletakkan dalam sangkar. Pada saat memandikan burung, bisa sekaligus membersihkan sangkar dari kotoran.

Setelah mandi, jemur kenari di bawah sinar matahari, tanpa perlu disediakan pakan, kecuali pakan tambahan yang berupa daun-daunan. Waktu menjemur yang baik adalah pagi hingga siang hari sebelum pukul 10.30. Setelah sinar matahari dirasa sudah cukup terik, pindahkan kenari ke tempat yang lebih teduh sambil memberikan pakan biji-bijian.

Sesekali kenari juga perlu diberikan sayuran sawi


Terkena sinar matahari langsung, terlebih saat cuaca terik, bisa berakibat fatal, bahkan dapat menyebabkan kematian akibat serangan heat stroke. Sebaliknya, pola penjemuran pada waktu yang tepat dapat memberi banyak manfaat untuk burung kenari. Apabila mulai terlihat terengah-engah, segera angkat dan dinginkan burung, atau bisa juga menutup sebagaian atap sangkar dengan kain agar burung mendapat naungan memadai.

Baca juga : Burung Kenari Membisu, Tindakan Pencegahan dan Pengobatannya


Hindari embusan angin kencang

Dalam menggantung sangkar kenari, apakah di dalam ruangan maupun di luar ruangan, usahakan lokasinya tidak terkena embusan angin secara langsung. Misalnya di dekat atau depan jendela, lubang udara, kipas angin, atau pendingin ruangan. Hal sederhana inilah yang kerap diabaikan sejumlah pemula saat merawat kenari.

Pemberian tulang sotong untuk asupan mineral


Untuk mengetahui apakah ruangan tersebut terbebas dari embusan angin secara langsung, atau embusan angin kencang, bisa dicek dengan cara menaruh lilin di depan sangkar. Jika api lilin bergerak-gerak liar, itu artinya harus memindahkan sangkar ke tempat yang lebih aman. Membiarkan kenari di ruangan yang mendapat embusan angin kencang akan membuat burung rentan terhadap berbagai penyakit.


Ketersediaan air bersih

Inilah yang harus menjadi perhatian setiap waktu. Kenari memiliki metabolisme yang tinggi dan tidak bisa hidup tanpa air selama lebih dari 24 jam. Berikan air bersih dan segar setiap harinya, jangan berikan air langsung dari keran/ledeng yang mengandung banyak kaporit. Beberapa penggemar kenari kini lebih senang memberikan air kemasan bermerek atau isi ulang, agar kenari selalu terlihat lebih segar dan sehat.

Ketersedian air minum bersih harus tetap terjaga


Yang harus dipertimbangkan oleh banyak kicau mania sebelum membeli kenari adalah umur kenari. Banyak kicaumania tertarik membeli kenari bakalan lantaran harganya jauh lebih murah. Namun merawat burung bakalan sampai rajin bunyi membutuhkan waktu lumayan panjang, apalagi kenari baru akan pecah suara ketika sudah berumur 6 bulan atau lebih.

Maka jika kurang sabar dalam perawaannya, maka belilah kenari yang sudah bunyi, atau siap bunyi, dengan umur sekitar 5 – 6 bulan. Bagi yang senang memaster kenarinya dengan lagu-lagu isian yang diinginkan, sebaiknya belilah kenari yang berumur di bawahnya. Tetapi jika ingin memelihara yang sudah gacor dan siap lomba, tentu saja harus menyiapkan dana yang lebih besar lagi. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Cara Merawat Burung Kenari yang Tepat agar Tetap Sehat dan Rajin Berkicau


Rabu, 09 Juli 2025

Upaya Mencegah Burung Kenari Sakit Karena Perubahan Musim



Burung Kenari (Serinus canaria) merupakan salah satu jenis burung kicau impor berukuran kecil yang memiliki bulu indah dan suara kicauan yang merdu. Banyak para kicau mania yang memeliharanya untuk dijadikan koleksi hewan peliharaan ataupun untuk mengikuti lomba burung kicauan.

Akan tetapi, untuk menghasilkan kenari gacor dan ngeplong tentu butuh tahapan-tahapan dalam perawatan hariannya, lebih-lebih ketika memasuki musim hujan. Karena hanya dengan perawatan yang baik, akan membuat burung tetap mampu tampil prima.

Para peternak kenari yang masih awal, sering kebingungan dengan cara merawat kenari pada musim ini. Merawat kenari di musim hujan dengan suhu udara lebih dingin dari biasanya harus dilakukan dengan baik dan benar supaya tetap sehat, hangat dan rajin berkicau tentunya.

Tanda kenari kurang sehat


Perubahan suhu dan cuaca secara ekstrem yang terjadi bisa membuat masalah buat burung-burung kesayangan, utamanya adalah kenari. Kenari gampang banget terserang penyakit jika ada perubahan cuaca yang terlalu tajam.

Kenari sangat rentan terhadap perubahan suhu dan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. Ketika suhu/cuaca berubah dari panas menjadi dingin/hujan, atau sebaliknya, maka tubuh kenari berusaha keras menyesuaikan dengan suhu sekitar.

Baca juga :  Kenari, Burung dengan Suara Merdu dan Warna Mencolok yang Sangat Populer di Dunia


Pakan bijian olahan yang menyehatkan untuk kenari


Saat itulah, imunitas/daya tahan tubuhnya akan berkurang. Hal tersebut membuatnya mudah terserang penyakit. Suhu yang cenderung berubah-ubah juga bisa memicu perkembangbiakan agen penyakit, terutama virus dan bakteri di dalam sangkar burung kenari.

Bila burung kenari kesayangan tidak dirawat dengan baik disaat musim hujan, maka akan berakibat fatal bagi kelangsungan hidup burung mungil ini. Biasanya kenari sakit atau tidak fit ditandai dengan mengembangkan bulunya, tidak nafsu makan, flu, dan malas berkicau.

Secara umum ada beberapa gejala yang muncul ketika burung kenari mengalami sakit akibat perubahan suhu/cuaca. Diantaranya gangguan/infeksi pada salutan pernafasan, flu yang ditandai dengan lubang hidung kerap mengeluarkan cairan, burung selalu bersin dan/atau batuk-batuk.

Oleh karena itu, diperlukan perawatan khusus buat burung kenari di musim hujan, atau saat ada perubahan cuaca atau suhu yang ekstrem. Setelah dilakukan perawatan yang maksimal, diharapkan kenari tetap sehat, tidak gampang sakit, dan rajin berkicau.

Baca juga : Kenari Lancashire, Salah Satu Burung Kenari Termahal Paling Digemari Pecinta Burung


Asupan sehat untuk kenari


Jika kondisi tersebut dibiarkan tanpa mendapat pengobatan, maka dampaknya bisa menjadi lebih buruk. Kenari yang sakit mudah sekali terserang penyakit lain yang bersumber dari virus, bakteri, dan parasit. Untuk mencegah hal tersebut, maka perawatan yang tepat harus segera diterapkan ketika kondisi suhu/cuaca mulai sering berubah-ubah.


Mencegah kenari sakit akibat perubahan suhu/cuaca

Berikut perawatan untuk mencegah kenari sakit akibat perubahan suhu/cuaca. Sebaiknya jangan menggantang sangkar di tempat yang terkena embusan angin, seperti di dekat lubang angin, tempat terbuka yang sering diterpa angin cukup kencang, dekat kipas angin, dan sebagainya.

Berikan kerodong untuk sangkar kenari


Sebaiknya, gantangkan sangkar kenari di tempat yang cukup aman dan terlindungi. Misalnya di teras rumah yang tertutup krey, atau diberikan full kerodong. Lebih amannya, burung diletakkan di dalam rumah/ruangan (tidak dikeluarkan).

Hindari pula menggantang atau meletakkan kenari yang ada di dalam sangkarnya di ruangan ber-AC. Burung yang terpapar udara dingin dari AC mudah sekali sakit ketika dipindah ke luar ruangan yang panas.

Selama suhu/cuaca tidak menentu, pemberian pakan bijian sebaiknya dikurangi. Kenari perlu mendapat pakan tambahan lebih banyak, baik buah maupun sayuran. Misalnya pisang, apel, pir, wortel, kangkung, jagung, dan sebagainya.

Untuk menjaga kondisi burung kenari, bisa juga diberikan pakan tambahan seperti egg food (telur puyuh) atau biji berkecambah. Jangan lupa menjaga kebersihan sangkar kenari, serta air minumnya. Lebih intens memperhatikan kondisi burung.

Kenari yang gacor pertanda dalam kondisi sehat


Perkuat daya tahan kenari dengan memberikan multivitamin yang mengandung berbagai jenis vitamin esensial. Vitamin akan ampuh dalam meningkatkan imunitas / daya tahan burung sehingga tidak mudah sakit.

Pada sore dan malam hari, sangkar dikerodong penuh, agar burung bisa beristirahat total sampai esok harinya. Jika dirasa suhu udara di malam hari terlapau dingin bisa dibantu dengan memberikan lampu di sangkar ataupun kandangnya agar tetap hangat. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Mencegah Kenari Sakit Akibat Perubahan Suhu/Cuaca


Minggu, 06 Juli 2025

Mozambik, Burung Kenari Kuning Afrika Bersuara Merdu dan Berumur Panjang



Mozambik (Serinus mozambicus) merupakan spesies burung finch berukuran kecil yang sangat aktif dan cukup cerewet. Kalau sudah berkicau, burung ini sering lupa berhenti. Burung ini memiliki suara kicauan yang indah, sehingga dikenal sebagai salah satu jenis green singing finch.

Mozambik masih satu ras kenari dan blackthroat, burung ini juga mempunyai suara kicauan seperti halnya blackthroat yakni ngerol dengan sped rapat dan volumenya keras. Dalam literatur perburungan internasional, burung imut ini disebut Yellow Fronted Canary.

Habitat asli burung mozambik ada di Benua Afrika. Di habitat aslinya, burung mozambik hidup di lingkungan terbuka seperti savana, ladang, dan kebun. Jadi mozambik lebih menyukai tempat terang dan luas, serta tidak terlalu suka dengan tempat yang tertutup rapat.

Sekelompok burung Mozambik sedang mandi di sumber air


Meskipun begitu, mozambik juga dapat ditemukan di berbagai tempat di dunia sebagai hewan peliharaan. Habitat mozambik di lingkungan yang panas, berbeda jauh dengan iklim tropis yang ada di Indonesia. Maka tidak heran, hal yang tersulit dalam merawat burung mozambik adalah proses adaptasi ketika dipelihara di Indonesia.

Baca juga : 

Burung mozambik memiliki warna-warna cerah yang menarik, terutama pada burung jantan. Mozambik termasuk burung finch yang cukup popular dan banyak dipelihara penggemar burung di seluruh dunia. Meski bertubuh kecil, burung ini sangat agresif. Pada umur 5 – 7 bulan, mozambik sudah umur dewasa kelamin.

Kicauan Mozambik mempunyai suara kicauan ngerol dengan sped rapat dan keras


Burung Mozambik punya karakter yang cukup tenang dan tidak agresif. Burung ini bisa dipelihara bersama jenis burung lain selama ukurannya tidak terlalu berbeda jauh. Namun tetap interaksi antar burung perlu diawasi karena masing-masing punya sifat unik.

Panjang tubuh mozambik sekitar 10 cm, namun ada juga yang mencapai 11 – 13 cm, hampir sama dengan jenis finch yang mirip dengan mozambik. Ada dua spesies burung yang menyerupai mozambik, yaitu kenari brimstone dan kenari white bellied. Burung-burung ini mempunyai warna, corak bulu, dan posturnya hampir sama.

Bagian punggung mozambik berwarna hijau, sedangkan kenari Brimstone bagian punggungnya berwarna kuning kehijauan, dengan garis-garis hijau gelap. Tepai tidak dengan White Bellied. Sebab warna punggung keduanya hampir sama. Bahkan kemiripan itu dijumpai pada hampir semua bagian tubuhnya.

Mozambik jantan dewasa memiliki bulu sayap dan ekor berwarna cokelat. Bagian bawah tubuh (dada, perut, dan pantat) berwarna kuning. Kepalanya berwarna kuning dengan mahkota yang berwarna abu-abu. Warna abu-abu juga dijumpai pada bagian tengkuk, dengan garis hitam yang memanjang. Burung betina memiliki kemiripan dengan burung jantan, hanya saja warnanya cenderung lebih kusam.

Burung Mozambik semakin sulit ditemui di habitat alaminya


Perbedaan burung jantan dewasa dan burung betina dewasa bisa dilihat dari kalung yang melingkari di bagian dadanya. Pada burung jantan dewasa tidak terdapat pola garis hitam yang menyerupai kalung di bagian dadanya. Sedangkan pada burung betina dewasa, kalung ini terlihat begitu jelas.

Baca juga : 

Metode sexing seperti tidak dapat diterapkan pada burung muda, baik jantan maupun betina. Sebab pola garis hitan yang menyerupai kalung belum muncul pada burung muda. Maka metode sexing yang digunakan harus berbeda, yaitu mengamati tingkat kecerahan warna bulunya.

Brimstone Canary


Burung jantan memiliki warna kuning cerah, sedangkan betina kuning kusam. Hal ini berlaku untuk burung muda maupun burung jantan. Masalah kecerahan warna antara burung jantan dan betina ini lazim dijumpai pada sebagian besar burung, bahkan terlihat pula pada ayam.

Hal ini disebabkan adanya perbedaan warna struktural antara burung jantan dan burung betina. Warna struktural dipengaruhi oleh partikel hamburan cahaya. Warna kuning terang, misalnya, disebabkan partikel hamburan cahaya di rongga udara dalam keratin, yang terdapat pada barb dan barbule.

Barb adalah bulu yang menempel di sepanjang batang bulu. Setiap barb memiliki ratusan cabang/ranting, yang disebut barbule. Warna struktural akan bekerja sama dengan warna pigmen dalam membentuk warna bulu burung secara keseluruhan. Makanya, jika melihat warna bulu pada burung jantan, umumnya lebih mengkilap daripada bulu betina.

Mozambik jantan dan betina sama-sama bisa berkicau. Hanya saja, kicauan jantan lebih bervariasi dan mirip suara kenari. Sedangkan kicauan betina lebih pendek dan kurang variatif (cenderung monoton) dalam struktur lagunya. Pada burung muda, jantan dan betina memiliki kemampuan berkicau yang hampir sama.

White Bellied Canary


Dalam beberapa kasus, burung mozambik muda betina terkadang lebih aktif berkicau daripada burung muda jantan. Karena itu, metode sexing tidak perlu dilakukan dengan mendengarkan kicauannya, kecuali jika burung sudah berumur 6 bulan atau lebih.

Baca juga : 

Burung mozambik merupakan burung jenis burung finch seperti halnya burung kenari, burung blackthroat, dan burung finch lainnya. Yang biasanya makanan yang biasa di konsumsi burung ini adalah biji-bijian, namun sedikit berbeda dengan burung mozambik, meskipun burung ini suka dengan pakan biji-bijian, burung mozambik ini lebih suka mengkonsumsi makanan dari sayuran.

Mozambik dapat ditangkarkan dengan sangkar sederhana


Bagi pemula, burung Mozambik sangat direkomendasikan. Selain mudah dirawat, burung ini juga tidak mudah stres. Lebih dari itu, kicauannya yang nyaring dan tajam sering dimanfaatkan sebagai masteran untuk burung lomba seperti murai batu atau kacer.

Burung mozambik saat ini makin jarang ditemukan di habitat aslinya di Afrika. Akibat maraknya perburuan liar. Peraturan mengenai perdagangan internasional untuk burung ini pun mulai diperketat. Saat ini sudah banyak orang yang menangkar burung ini, termasuk di Indonesia. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Mozambik, Kerabat Kenari dari Afrika dengan Kicauan Mirip Blackthroat


Sabtu, 05 Juli 2025

Finch, Kelompok Burung Kecil dengan Pesona Menyenangkan



Finch merupakan kelompok burung yang termasuk dalam famili Fringillidae. Juga bisa merujuk pada burung dari famili lain, seperti Emberizidae, Thraupidae, dan Estrildidae. Burung jenis ini dikenal dengan paruh pendek dan kuat yang cocok untuk memakan biji-bijian. Finch memiliki berbagai ukuran dan warna.

Burung finch terkenal karena keanekaragaman jenisnya, terutama dalam hal bentuk paruh yang disesuaikan dengan jenis makanannya. Burung finch memiliki berbagai bentuk paruh yang unik, yang merupakan hasil adaptasi terhadap jenis makanan yang berbeda-beda.

Sudah beberapa tahun belakangan, masyarakat Indonesia banyak yang jatuh hati pada burung finch atau pipit. Burung jenis ini banyak digemari lantaran keindahan bulunya yang berwarna-warni, beberapa mempunyai kicauan yang merdu. Di Amerika, Eropa, dan Australia, penghobi justru lebih tertarik memelihara atau menangkarkan burung jenis ini ketimbang burung kicauan.

Piyikan finch dengan bentuk mulut yang unik


Secara umum, pipit dan finch adalah dua istilah yang sering digunakan secara bergantian untuk merujuk pada burung-burung kecil dalam famili Fringillidae. Namun, “finch” adalah istilah yang lebih umum yang mencakup berbagai spesies burung, sementara “pipit” seringkali mengacu pada jenis-jenis tertentu dalam famili Estrildidae, yang juga termasuk dalam kelompok burung finch.

Baca juga : Pipit, Burung Pemakan Bijian dengan Warna Menarik yang Sering Dianggap Hama

Dalam konteks Indonesia, istilah “pipit” seringkali digunakan untuk menyebut burung-burung dalam famili Estrildidae, yang juga berkerabat dengan finch. Beberapa jenis pipit yang umum dikenal adalah Pipit Benggala (Strawberry Finch) dan Pipit Zebra (Taeniopygia guttata).

Large Ground finch (Geospiza magnirostris)


Meskipun ada hubungan kekerabatan yang dekat, perbedaan utama terletak pada cakupan istilah. Finch adalah istilah yang lebih luas, sementara pipit seringkali merujuk pada kelompok burung yang lebih spesifik. Jadi, bisa dikatakan bahwa semua pipit adalah finch, tetapi tidak semua finch adalah pipit.

Contohnya, burung finch seperti kenari, burung pipit zebra, dan burung pipit benggala (strawberry finch) adalah contoh burung yang termasuk dalam kelompok finch dan juga sering disebut sebagai pipit. Namun, istilah “pipit” juga bisa merujuk pada burung-burung lain yang lebih spesifik, seperti burung pipit di sawah atau burung pipit rumah yang umum dijumpai.

Finch adalah istilah umum untuk menyebut kelompok burung yang termasuk dalam famili Fringillidae. Kelompok burung ini berkerabat dengan burung pipit (famili Estrildidae) yang lebih sering dijumpai di lingkungan sekitar. Kedua kelompok tersebut adalah anggota ordo Passeriformes (burung kicau) yang merupakan ordo terbesar pada kelas aves (burung).

Anggota ordo Passeriformes yang terdiri dari sejumlah famili dan sub famili mewakili sekitar setengah dari keseluruhan jumlah spesies burung yang ada. Ada sekitar 240 spesies yang disebut finch sejati diklasifikasikan dalam famili Fringillidae. Istilah finch juga menjadi sebutan bagi burung-burung dari famili lain seperti Emberizidae, Thraupidae, dan juga Estrildidae.

Gouldian Finch (Erythrura gouldiae)


Spesies-spesies yang menjadi bagian dari kelompok burung finch memiliki karakteristik fisik yang beraneka ragam. Sebagai contoh, Siskin Tibet (Serinus thibetanus) memiliki panjang tubuh 11 centimeter. Ukuran tersebut lebih kecil daripada finch darat besar (Geospiza magnirostris) yang memiliki panjang tubuh 15 hingga 16 centimeter.

Baca juga : 

Burung finch darat besar (Large Ground finch) sendiri merupakan spesies burung finch dengan ukuran tubuh terbesar jika dibandingkan dengan spesies finch-finch lainnya yang sama-sama hidup di Kepulauan Galapagos, misalnya Geospiza fortis dan Geospiza fuliginosa.

Zebra Finch (Taeniopygia guttata)


Burung finch rata-rata memiliki rentang kehidupan 4 hingga 7 tahun saja. Namun ada juga yang rentang hidupnya hingga 20 tahun namun hal ini sangat jarang sekali ditemukan. Burung finch tergolong burung yang berukuran kecil, cukup-tenang, dan aktif.

Banyak jenis burung finch yang telah dikenal, dan hampir semuanya memiliki warna dan penampilan berbeda-beda. Meski begitu, penampilan anakan burung finch memiliki kemiripan antara spesies yang satu dan spesies lainnya Tanda ini biasa disebut mouth marking. Hal ini akan sedikit menyulitkan saat harus membeli jenis burung finch saat masih piyikan.

Belum diketahui secara pasti, apa sebenarnya fungsi tanda mulut pada piyikan burung finch. Dari beberapa literatur, salah satu manfaatnya adalah agar induknya bisa mengenali anakannya dengan mudah. Apalagi jika burung finch ini dipelihara dalam kandang koloni, yang berisi aneka jenis finch lainnya.

Dengan adanya tanda mulut yang unik pada anakan burung finch, maka seekor induk tetap bisa mengidentifikasi anaknya sendiri, meski dalam situasi sangat gelap sekalipun. Tanda di bagian atas mulut anakan burung finch itu tampak berkilauan ketika terbuka lebar, termasuk saat mereka kelaparan, sehingga induk bisa langsung memberinya pakan.

Owl Finch (Taeniopygia bichenovii)


Manfaat lainnya adalah untuk mengenali anak-anaknya dari keberadaan burung parasit. Hal ini bisa ditemukan pada perilaku burung pipit zebra (zebra finch) yang menolak anakan burung yang tak memiliki tanda unik pada mulutnya. Tanda mulut yang unik itu memang hanya dimiliki burung jenis finch saja. Dan tentu tidak akan dapat melihat tanda tersebut pada burung jenis lainnya.

Baca juga : 

Dari puluhan jenis burung finch di seluruh dunia, delapan jenis di antaranya sangat popular dan cukup digemari baik di Indonesia maupun mancanegara. Selain mudah dalam perawatannya, penampilannya yang cantik dan penuh warna cukup menggoda untuk disilangkan demi mendapatkan anakan dengan warna-warna unik yang menarik.

Blue Finch (Porphyrospiza caerulescens)


Walaupun banyak jenisnya, tidak semua spesies burung finch bisa ditemukan di pasaran. Hanya jenis lokal saja yang lebih mudah ditemukan. Beberapa spesies jarang ditemukan di pasaran. Berikut burung finch yang banyak penggemarnya, diantaranya Bondol oto hitam (Lonchura ferruginosa), Bondol hijau (Erythrura prasina), Gelatik jawa (Padda oryzivora), Emprit jepang (Lonchura striata domestica), Zebra finch (Taeniopygia guttata), Strawberry finch (Amandava amandava), Owl finch (Taeniopygia bichenovii), dan Long-tailed finch (Poephila acuticauda).

Red Strawberry Finch(Amandava amandava)


Finch merupakan kelompok burung yang menarik perhatian para ilmuwan dan pengamat alam karena keanekaragaman luar biasanya. Terdapat lebih dari 100 spesies finch yang tersebar di berbagai belahan dunia, namun khususnya dikenal karena adaptasi dan keanekaragaman yang mencolok di Kepulauan Galapagos.

Charles Darwin mengamati perbedaan bentuk paruh finch di berbagai pulau Galapagos, yang kemudian menjadi dasar teori evolusi. Paruh finch beradaptasi sesuai dengan sumber daya makanan yang tersedia di setiap pulau, menunjukkan kemampuan finch untuk berubah secara evolusioner. Keunikan adaptasi ini mencerminkan peran penting finch dalam memahami evolusi dan memberikan wawasan penting terhadap diversifikasi spesies di alam. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Finch, Burung Kecil dengan Bentuk Paruh dan Warna Beraneka Ragam


Rabu, 02 Juli 2025

Kenari Gloster, Burung Kenari yang Khusus Dikembangkan untuk Mendapatkan Burung Kenari dengan Model Unik



Kenari Gloster (Serinus canaria domesticus) merupakan salah satu jenis kenari yang mempunyai penampilan yang unik. Burung kenari termasuk burung favorit di antara para penghobi burung di tanah air. Saat ini di kalangan penggemar kenari di tanah air, dikenal ada 12 jenis burung kenari (baik jenis lokal maupun impor) yang bisa dipelihara, salah satunya adalah kenari gloster.

Burung kenari gloster adalah burung peliharaan populer yang berasal dari Gloucestershire, Inggris, sehingga dinamai demikian. Gloucestershire adalah sebuah county di Inggris yang terletak di bagian barat daya, dikenal dengan pemandangan indah seperti Cotswold Hills, Lembah Severn, dan Hutan Dean.

Burung Kenari


Namun, burung ini tidak ditemukan di alam liar di sana. Sebaliknya, burung ini dibiakkan dari berbagai jenis burung kenari peliharaan lainnya. Burung ini murni merupakan spesies peliharaan. Awalnya, para peternak bertujuan untuk mendapatkan jenis kenari yang lebih kecil dengan ciri-ciri khas seperti jambul (jika ada) dan tampilan yang estetis.

Baca juga : Kenari, Burung Kecil Bersuara Merdu dengan Beragam Postur dan Warna yang Menarik

Kenari gloster tidak ditemukan di alam liar, karena merupakan hasil pembiakan selektif pada awal abad kedua puluh, meskipun nenek moyangnya berasal dari Kepulauan Canary dan Azores. Jenis ini pertama kali diakui sebagai strain baru pada event kontes kenari di Crystal Palace di Inggris pada tahun 1925.

Roller Canary


Meskipun tidak ada catatan resmi tentang asal usul kenari gloster, tetapi banyak yang meyakini bahwa kenari gloster merupakan hasil pembiakan dari Roller Canary, Border Canary, dan Crested Canary. Pada awal tahun 1960-an, burung ini telah diekspor ke Amerika Serikat.

Jenis ini sangat populer di kalangan peternak pada masa itu karena keunikannya. Hingga pada tahun 1976, saat seekor burung kenari gloster memenangkan penghargaan Best in Show pada suatu event kontes burung kenari. Hal ini menandakan bahwa bahwa kehadiran kenari gloster telah diakui dan menarik perhatian penghobi burung kenari.

Dan kini, penggemar burung tertarik memelihara kenari gloster lebih karena bentukatau penampilannya yang unik bahkan bisa dikatakan lucu, daripada karena warna maupun suaranya. Kenari gloster termasuk jenis yang cukup mudah diingat karena memiliki ciri khas yaitu bulu di kepalanya yang terlihat seperti rambut manusia.

Kenari gloster dikenal karena bulu-bulu kecil dan berbulu di sekitar kepala yang membentuk mahkota yang mirip dengan topi khas dari Inggris. Burung kenari umumnya memang populer sebagai burung hias karena bulu-bulunya yang berwarna-warni, disamping itu suara kicauannya juga merdu dan nyaring.

Border Canary


Kenari gloster memiliki tubuh yang buncit (bundar dan pendek). Kenari jenis ini mempunyai bulu-bulu yang tebal. Meski demikian, suara kicauan burung ini cukup menarik juga. Dengan tubuhnya yang terlihat buncit, kenari gloster mampu menawan hati penggemarnya.

Baca juga : Kenari Lancashire, Salah Satu Burung Kenari Termahal Paling Digemari Pecinta Burung

Ada dua jenis kenari gloster yang dikenal, yaitu gloster jambul (Gloster Corona) dan gloster tanpa jambul (Gloster Consort). Jambul, yang dapat dilihat pada kepalanya seolah hasil potongan rambut dari penata rambut, adalah ciri yang paling membedakan dari burung ini.

Crested Canary


Gen jambul pada kenari gloster tersebut sifatnya lethal dominan. Sifat lethal dominan adalah sifat yang mematikan baik dalam keadaan homozigot (dua alel identik) maupun heterozigot (dua alel berbeda). Artinya, individu yang memiliki bahkan satu alel lethal dominan akan mengalami kematian, atau mengalami penyakit yang serius.

Ketika di kawinkan antara kenari gloster jambul (corona), maka telurnya tidak akan menetas, dan ketika menetaspun anakannya memiliki kelainan seperti tengkorak pada kepalanya cacat dan bisa menimbulkan kematian pada burung tersebut.

Bagi yang ingin mengembangbiakkan kenari gloster ini, maka sebaiknya diketahui pewarisan genetika pada burung ini. Corona x Corona, maka akan menghasilkan anakan consort 25 %, anakan corona 50 % dan 25 % anakannya mati (tidak direkomendasikan). Consort x Corona, akan menghasilkan anakan consort 50 %, anakan corona 50 %. Sedang Consort x Consort, akan menghasilkan anakan consort 100 %.

Burung kenari jenis gloster ini rata-rata memiliki panjang tubuh tidak lebih dari 11,25 cm. Burung ini mempunyai beberapa variasi warna yang umum yaitu hijau, kuning, dan cinnamon. Selama ini banyak orang yang menyamakan kenari gloster dengan kenari crested (Crested Canaries), meski perbedaannya tampak jelas.

Gloster Consort


Kenari crested memiliki postur tubuh yang lebih besar dan lebih panjang daripada kenari gloster. Secara fisik, burung ini berbadan lebar dan kekar, serta lehernya pendek. Penampilannya jauh lebih padat daripada varietas kenari lainnya, karena bulunya yang lebih tebal dan lebih lebat, namun saat ini sudah sangat jarang dijumpai.

Baca juga : Membedakan Jenis Kelamin Burung Kenari Lewat Pengamatan Fisik dan Tingkah Lakunya

Meskipun tujuan awal dari pengembangbiakan kenari gloster adalah fokus pada bentuk atau penampilannya sehingga menjadi kenari yang unik. Ternyata kenari gloster juga mempunyai suara kicauan yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan suara kenari yang ada pada umumnya.

Gloster Corona terlihat lucu dengan potongan rambut layaknya karya seorang Barber ternama


Bahkan sebagian penggemar menganggap suara kicauan dari kenari gloster ternyata lebih kencang dan nyaring. Hal itulah yang membuat kenari ini menjadi cukup populer dan banyak dipelihara oleh para kenari mania di berbagai negara. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kenari Gloster, Kenari Bertubuh Tambun yang Menggemaskan


Pesona Keindahan Mutasi pada Zebra Finch

Zebra Finch (Taeniopygia guttata) merupakan salah satu jenis finch yang cukup digemari di Indonesia. Sudah banyak kicau mania di Indonesia ...