Senin, 18 Agustus 2025

Pipit Matari, Pipit Cantik dari Tanah Papua



Pipit Matari (Neochmia phaeton evangeline) merupakan burung kecil yang dikenal karena warna bulu merah cerah dan sifatnya yang agresif. Pipit matari termasuk salah satu jenis burung finch, dan hanya bisa ditemukan di Papua serta Australia. Burung pipit matari memang cantik dari aspek penampilan dan warna bulunya. Tetapi suara kicauannya cenderung kurang berirama. Jadi, pipit matari lebih tepat dikelompokkan sebagai burung hias.

Burung ini mempunyai bulu khas berwarna merah cerah dan dikenal karena agresinya. Pipit matari mempunyai tubuh berukuran kecil dengan panjang sekitar 13 cm. Bagian muka hingga dada berwarna merah terang, perut putih, punggung dan sayap cokelat, kaki kuning, dan ekor berbentuk meruncing.

Burung yang di dunia Internasional disebut Crimson Finch ini hanya terdiri atas dua ras/subspesies dengan wilayah persebaran yang berbeda, serta memiliki sedikit perbedaan penampilan. Kedua ras tersebut adalah Neochmia phaeton phaeton, ras ini mempunyai wilayah persebaran mulai dari wilayah utara Australia Barat.

Pipit matari ras Australia/Black-bellied Crimson Finch (Neochmia phaeton phaeton)


Kemudian di wilayah utara Northern Territory hingga Queensland. Pipit matari ras Australia memiliki bulu perut berwarna hitam. Sehingga dalam literatur perburungan internasional disebut dengan black-bellied crimson finch.

Baca juga : Bondol Hijau, Finch Cantik yang Jarang Dilirik

Berikutnya Neochmia phaeton evangeline, ras ini memiliki wilayah persebaran di wilayah selatan Papua dan ujung timur-laut Austalia. Pipit matari ras papua memiliki perut berwarna putih (white-bellied crimson finch), dengan ekor lebih pendek daripada saudaranya yang ada di Australia.

Pipit matari ras Papua/White-bellied Crimson Finch (Neochmia phaeton evangeline)


Pipit matari hidup dalam kelompok burung kecil atau dalam kawanan besar bergerombol, bercampur bersama jenis pipit lainnya seperti bondol. Pipit matari memiliki habitat beragam, seperti savana, hutan bambu, padang rumput yang berawa, areal perkebunan, hingga daerah dengan rumput tinggi di dekat danau atau tepian sungai.

Habitat favorit pipit matari adalah daerah dengan rumput tinggi dan lebat. Burung ini biasanya tinggal di dekat lahan basah (vegetasi riparian) yang memiliki banyak pohon pandan. Untuk bersarang, pipit matari memanfaatkan semak belukar dan semak kering untuk membuat sarang di pangkal pohon pandan. Sarang juga biasanya didirikan di dalam dahan pohon yang berlubang.

Sepasang pipit matari di penangkaran


Pipit matari jantan dan betina bisa dibedakan dari penampilan dan warna bulunya. Burung jantan mempunyai bulu-bulu dengan warna merah yang lebih terang di bagian dadanya. Sebaliknya, burung betina memiliki berwarna lebih kusam atau lebih keabu-abuan.

Baca juga : Emprit Jepang, Jenis Finch Hasil Silangan untuk Dijadikan Peliharaan

Untuk berkembang biak, sistem perkawinan utama pipit matari adalah monogami. matari dikenal non-teritorial dan membangun sarang di dekat sarang burung lain. Pipit matari terutama bersarang di daerah yang terletak di pusat vegetasi riparian dan sungai.

Habitat favorit pipit matari di daerah dengan rumput tinggi dan lebat


Tidak seperti burung passerine selatan lainnya yang memiliki sarang kecil, pipit matari memiliki ukuran lingkaran sarang yang besar. Penyimpangan ini dapat dijelaskan dengan tingginya tingkat pemangsaan sarang oleh reptil. Burung pipit matari dapat berlaku sangat agresif dan kerap menyerang burung lain, terutama saat berkembang biak.

Burung jantan dan betina akan saling membantu-membantu dalam membangun sarang. Pipit matari betina bertelur sebanyak 6 butir yang berwarna putih, dan mulai mengerami sekitar 4 hari setelah telur pertama diletakkan. Kedua indukan akan bergantian mengerami telur-telur tersebut.

Pipit matari remaja


Setelah menetas, kedua induk juga akan bergantian merawat dan memberi makan anak-anaknya. Saat berumur 4 minggu, anakan pipit matari bisa keluar dari sarangnya, namun tetap diberi makan oleh kedua induknya selama 4 minggu berikutnya sampai bisa makan sendiri.

Baca juga : Zebra Finch, Burung Pipit dengan Warna Bulu Bermotif Zebra 

Pipit matari terkenal karena perilaku agresifnya, maka burung ini mendapatkan julukan “pipit darah” dan “pipit pembunuh”. Jantan agresif terhadap burung dari spesies yang sama maupun spesies yang berbeda. Burung pipit matari betina juga menunjukkan perilaku agresif yang sama terhadap penyusup jika sedang mengerami. Namun, sedikit yang diketahui tentang perilaku agresi burung pipit matari betina.

Burung pipit matari adalah burung pemakan biji-bijian


Burung pipit matari pemakan biji-bijian terutama memakan biji rumput. Salah satu contohnya adalah Xerochloa imberbis, sejenis rumput padi. Pipit matari juga memakan serangga. Pipit matari memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi (70-96%). Burung ini dapat hidup hingga 5 tahun dan lebih.

Menurut Daftar Merah IUCN, burung pipit matari diklasifikasikan sebagai “paling tidak diperhatikan” Populasi saat ini stabil dan tidak melihat ancaman substansial. Namun, habitatnya sudah rentan akibat perubahan peruntukan lahan dan pembangunan. Meskipun demikian, pipit matari telah beradaptasi dan belum menemui masalah yang signifikan seperti yang ditunjukkan oleh keberhasilan bersarang dan berkembang biak burung ini yang tidak terpengaruh. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Pipit Matari, si Cantik dari Tanah Papua yang Agresif


Kamis, 14 Agustus 2025

Zebra Finch, Burung Pipit dengan Warna Bulu Bermotif Zebra



Zebra Finch atau Pipit Zebra (Taenopygia guttata) merupakan salah satu burung yang masih tergolong kedalam jenis burung finch dengan postur kecil tapi lincah dengan warna memukau, sehingga banyak peminatnya. Daya tarik burung ini terdapat pada bagian warna bulunya yang belang-belang menyerupai motif zebra. Tampilan seperti zebra itulah yang membuat burung ini dinamakan Zebra Finch.

Burung Pipit Zebra merupakan salah satu dari dua spesies yang ada dalam genus Taenopygia dari keluarga Estrildidae. Satu spesies lagi adalah double-barred finch (Taenopygia bichenovii). Keluarga Estrildidae terdiri atas 29 genus, termasuk Taenopygia dan Padda yang mempunyai spesies gelatik jawa (Padda oryzivora).

Burung Zebra Finch banyak dijumpai di Pulau Timor, baik itu masih masuk dalam wilayah Indonesia atau pun yang sudah memasuki wilayah Timor Leste, dan juga kawasan Australia. Saat ini burung yang lebih dikenal dengan sebutan Pipit Zebra ini sudah dikembangbiakan di Brazil, Portugal, Puerto Rico, hingga Amerika Serikat.

Koloni Zebra Finch di alam liar


Burung Pipit Zebra atau Zebra Finch ternyata memiliki sifat sangat setia terhadap pasangannya di alam liar. Bahkan dalam penelitian yang dilakukan Dr Simon Griffith, ahli perburungan Universitas Macquire Australia, terungkap kalau burung ini memiliki sifat sangat monogami ketimbang jenis burung lain.

Baca juga : Bondol Hijau, Finch Cantik yang Jarang Dilirik

Selain sangat populer sebagai burung peliharaan, ternyata burung Pipit Zebra juga kerap dijadikan objek penelitian sejumlah ornitholog. Dimulai dari penelitian perihal reproduksi, komunikasi antar burung, dan yang paling sering adalah perilaku burung itu sendiri.

Di habitat alaminya, Zebra Finch selalu berada tidak jauh dari sumber air


Zebra Finch tergolong burung kecil dengan panjang sekitar 10 cm dan beratnya sekitar 10-20 gram. Ciri khasnya itu ada garis hitam yang mirip zebra di bagian sayap dan ekor. Burung jantan biasanya punya warna abu-abu dengan pipi jingga dan bintik jingga di perut, sedangkan betina lebih polos dan kalem.

Zebra Finch di alam liar biasanya bisa ditemui di berbagai tempat, sepertik padang rumput, semak-semak, dan daerah berpohon dekat air. Spesies burung ini menetap sepanjang tahun dan cenderung lebih aktif saat siang hari. Zebra Finch hidup dalam kawanan besar yang jumlahnya bisa mencapai 100 individu.

Akan tetapi, saat sedang mencari makan, burung ini akan membentuk kelompok yang lebih kecil yang jumlahnya kisaran 50 individu. Zebra Finch mengenali anggota kelompoknya melalui nyanyian. Burung ini sering melakukan perjalanan jarak jauh untuk mencari makanan, wilayah pertahanannya tidak terlalu besar dan biasanya hanya terbatas pada area yang mengelilingi lokasi sarangnya.

Menu makan utama dari zebra finch adalah biji-bijian, khususnya biji rumput. Mereka biasanya mengambil biji-bijian berukuran antara 1–2,6 milimeter panjangnya. Zebra Finch lebih suka benih yang lebih besar dan mudah dikupas. Burung ini juga melengkapi asupan nutrisinya dengan memangsa serangga seperti semut dan rayap. Sementara anak-anaknya memakan biji setengah matang.

Sepasang Zebra Finch


Zebra Finch menggunakan sinyal akustik untuk berkomunikasi dengan embrio. Mereka melakukan panggilan inkubasi pada telurnya saat cuaca panas, kisaran di atas 26 derajat celcius dan pada saat akhir masa inkubasi. Menariknya, panggilan tersebut mengubah pertumbuhan dan perilaku anak burung.

Baca juga : Red Siskin, Burung Pipit Berwarna Merah dan Hitam Mencolok yang Menawan

Anak burung Zebra Fnch yang diberi panggilan inkubasi mempunyai berat lebih kecil di akhir fase bersarang saat anakan ini merasakan suhu sarang yang lebih tinggi. Selain itu, anak burung tersebut kemungkinan besar akan bersuara ketika suhu sarang tinggi.

Zebra Finch mengerami bersama telur-telurnya


Burung Zebra Finch jantan dan betina yang sudah dewasa memiliki perbedaan nyata dari penampilan fisiknya. Burung jantan memiliki bulu-bulu yang cerah dan berwarna-warni, dengan garis hitam pada bagian dadanya, bintik-bintik putih pada sayap, pipi berwarna oranye, serta paruh merah gelap. Pada bagian dagunya juga terlihat pola garis-garis.

Burung betina tidak memiliki bintik-bintik putih pada sayapnya. Pipinya juga tidak oranye, tetapi sama seperti warna bulu tubuhnya, atau terkadang abu-abu muda. Selain itu, warna paruhnya lebih terang daripada jantan. Jika paruh jantan merah-gelap, maka paruh betina lebih terlihat oranye.

Tidak hanya panggilan bersarangnya yang unik, Zebra Finch jantan punya kemampuan bernyanyi luar biasa. Zebra Finch jantan bisa menyuarakan nyanyian indah untuk memikat pasangannya. Jantan belajar bernyanyi dari induk jantanya. Zebra Finch jantan mulai berlatih bernyanyi selama beberapa minggu pertama kehidupannya.

Salah satu studi mengatakan bahwa jantan bahkan masih lypsinc saat sedang tidur, mungkin dilakukannya untuk menyimpan informasi berjangka panjang tentang lagu tersebut. Walaupun mereka belajar bernyanyi, anak burung akan menambahkan versinya sendiri sehingga tidak ada dua lagu yang sama persis.

Zebra Finch remaja


Musim kawin zebra finch sangat beragam, burung ini bisa kawin kapan pun sepanjang tahun. Sistem perkawinannya adalah monogami, membentuk hubungan yang berlangsung seumur hidupnya. Pada saat memasuki musim kawin burung zebra finch jantan menari-nari dan pamer corak bulunya agar mendapatkan perhatian dari burung betina.

Baca juga : Emprit Jepang, Jenis Finch Hasil Silangan untuk Dijadikan Peliharaan 

Setelah berjodoh, pasangan ini bakal segera mencari tempat untuk membuat sarang. Biasanya sarangnya dibuat diantara semak-semak, dahan pohon, atau bahkan di dalam lubang pohon. Induk betina akan bertelur sebanyak 5-8 butir telur berwarna putih.

Kini telah banyak breeder Zebra Finch


Pada peneluran yang terakhir, induk betina langsung mengerami telur-telurnya. Ia akan menghabiskan sebagian waktu untuk mengerami telur-telurnya, tetapi biasanya bergiliran dengan induk jantan. Saat pejantan mengerami telur, betina keluar dari sarang untuk makan dan minum. Telur akan menetas setelah 14 hari pengeraman.

Anak burung bakal dirawat sama dua orang tua mereka selama 18-21 hari sebelum akhirnya bisa terbang dan hidup mandiri. Dalam beberapa minggu, anak burung itu bakal tumbuh jadi burung dewasa dan siap cari jodoh sendiri. Anak-anak zebra finch bisa terbang 17 – 18 hari setelah menetas dan bisa mencari makan sendiri sekitar 35 hari kemudian. Anak-anak zebra finch mencapai usia dewasa setelah berumur 36 – 50 hari. Siap kawin saat berusia 80 hari.

Zebra Finch hasil budidaya


Burung kecil ini tentu saja kerap menjadi incaran pemangsa, dijadikan sebagai santapan lezat untuk memenuhi rasa lapar. Bagaimana cara zebra finch melarikan diri? Karena ancaman pemangsa, zebra finch memilih berkumpul dalam kawanan di semak-semak atau pepohonan di dekat sumber air.

Zebra finch akan memanfaatkan kondisi itu dengan baik, berkumpul sambil meminum air.Zebra finch diketahui meminum sekitar 3 milimeter air per harinya. Saat suhu lebih panas atau mencapai 40 derajat celcius, bisa minum sebanyak 6 – 12 milimeter. Zebra finch hanya minum selama beberapa detik, setelahnya mandi selama semenit. Burung ini juga pandai bersolek, zebra finch akan mengeringkan dan meminyaki bulunya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Zebra Finch, Burung Berpostur Kecil Lincah dengan Warna Bulu Memukau Bermotif Mirip Zebra


Selasa, 05 Agustus 2025

Edel Sanger, Suaranya yang Merdu dan Ngerol Cocok untuk Masteran Semua Jenis Finch



Edel Sanger (Serinus leucopygius) merupakan burung pemakan biji-bijian yang mempunyai kicauan yang melodius dan masih termasuk salah satu burung dari jenis finch. Burung ini sering disebut juga dengan herda sanger/gray singing finch, suaranya kerap dijadikan isian bagi burung kenari.

Kualitas kicauannya sebagai burung master memang tidak sebagus kerabat dekatnya, Blackthroat (Serinus atrogularis), namun edel sanger memiliki penggemar tersendiri, baik di Indonesia maupun di mancanegara. Meski posturnya lebih kecil daripada blackthroat, kicauannya sangat lantang dan ngerol sehingga digemari para kicaumania.

Selama ini, informasi tentang burung edel sanger di Indonesia belum sebanyak blackthroat dan burung finch lainnya, baik masalah perawatan, apalagi teknis penangkarannya. Sebagaimana blackthroat, burung edel sanger juga berasal dari Afrika. Spesies ini sudah masuk ke Indonesia sejak puluhan tahun lalu.

Edel Sanger di habitat aslinya


Di mancanegara, burung sanger juga memiliki nama popular, yakni white-rumped seedeater. Wilayah persebarannya sama seperti blackthroat, yakni di Afrika. Bahkan kalau dilihat sepintas, penampilan keduanya memiliki kemiripan.

Baca juga : Kenari, Burung dengan Suara Merdu dan Warna Mencolok yang Sangat Populer di Dunia

Tetapi jika diperhatikan secara teliti, ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok. Selain itu, edel sanger tidak memiliki warna bulu kuning pada pangkal ekornya. Motif bulunya juga tidak setegas burung blackthroat. Kendati demikian, keduanya memiliki karakter suara ngerol yang sangat mirip.

Edel Sanger mempunyai ukuran tubuh kecil dengan warna bulu abu-abu pucat


Namun karena ukurannya yang lebih kecil daripada blackthroat, dan penampilannya pun kurang menarik, burung ini kurang mendapatkan perhatian dari kalangan kicaumania. Ukuran tubuh edel sanger termasuk kecil, yakni sekitar 10 – 12 cm.

Suara kicauan burung edel sanger cukup lantang dengan suara ngerol yang khas mirip kenari, tetapi edel sanger kurang mendapat perhatian penggemar burung berkicau lantaran minimnya informasi mengenai perawatannya. Padahal burung edel sanger juga memiliki suara kicauan menarik. Hal ini juga diakui sejumlah penangkar sanger di berbagai negara.

Sanger bahkan dianggap sebagai burung yang mempunyai kualitas suara yang paling melodius dibandingkan dengan semua jenis burung finch lainnya. Edel sanger memiliki kualitas kicauan tersendiri dengan kemampuan ngerolnya yang ciamik.

Di habitat aslinya, burung sanger memiliki wilayah persebaran mulai dari Afrika Selatan, wilayah timur Senegal, hingga Sudan. Di alam liar, spesies ini banyak dijumpai di kawasan perkebunan, peternakan, bahkan perkampungan penduduk.

Blackthroat kerabat dekat Edel Sanger


Ada tiga sub spesies atau ras burung sanger, yaitu Serinus leucopygius leucopygius dengan wilayah persebaran meliputi Sudan, wilayah selatan Ethiopia, dan kawasan selatan Uganda. Serinus leucopygius pallens, dengan pesebarannya yang terbatas di wilayah utaraNigeria. Dan Serinus leucopygius riggenbachi, dengan wilayah persebaran di Senegal hingga wilayah barat Sudan.

Baca juga : Blackthroat, Bangsa Burung Penyanyi dari Benua Afrika yang Mempesona

Sexing atau cara untuk membedakan jenis kelamin pada burung edel sanger memang sangat menyulitkan. Karena spesies ini merupakan burung monomorfik seksual. Artinya burung jantan dan betina memiliki penampilan fisik yang nyaris sama.

Mozambik, burung yang memiliki perilaku sangat agresif seperti halnya Edel Sanger


Kalangan sanger mania, terutama yang sudah berpengalaman, bisa membedakannya setelah burung dewasa, melalui suara kicauannya. Sebab hanya burung jantan yang memiliki suara kicauan bervariasi, sedangkan edel sanger betina hanya memiliki suara panggilan yang monoton.

Beberapa penangkar edel sanger yang telah berpengalaman juga memiliki patokan dalam melakukan sexing. Misalnya, dengan mencermati bercak putih di bagian bawah paruhnya. Pada burung jantan, bercak putih ini cukup jelas terlihat ketimbang pada burung betina. Bercak putih juga bisa terlihat ketika burung jantan mengembangkan tenggorokannya saat berkicau.

Sexing yang lebih akurat justru bisa dilakukan dengan mendengar suara kicauannya. Burung jantan pasti akan berkicau dengan penuh variasi, juga lebih rajin ngeriwik. Adapun suara kicauan burung betina cenderung monoton. Burung edel sanger jantan dan edel sanger betina sama-sama berkicau.

Burung edel sanger betina hanya berbunyi pada waktu-waktu tertentu saja misalnya ketika sedang birahi atau ingin kawin. Edel sanger betina pada saat seperti itu bisa berkicau dengan nyaring, meskipun tidak ngerol seperti burung edel sanger jantan.

Seekor Edel Sanger tengah mandi di sumber air


Dalam setiap bertelur, induk betina biasanya akan bertelur sebanyak 2-3 butir setiap periode peneluran. Induk betina akan mengerami telurnya selama 14 hari. Biasanya baik induk jantan maupun induk betina akan merawat anak-anaknya. Anakan yang menetas sudah bisa keluar dari sarang saat berumur 3 minggu. Setelah berusia 1 bulan., anakan telah mampu makan sendiri.

Baca juga : Mozambik, Burung Kenari Kuning Afrika Bersuara Merdu dan Berumur Panjang

Sebagaimana burung mozambik (green singin finch), sanger memiliki perilaku sangat agresif terhadap burung sejenis lain. Sanger merupakan burung yang bersifat teritorial. Sifatnya bisa berubah menjadi sangat agresif ketika melihat ada burung sejenis tidak jauh dari sangkarnya.

Budidaya Edel Sanger di sangkar minimalis


Tetapi sanger sangat kompatibel jika disatukan dengan jenis finch lainnya, misalnya blackthroat dan kenari. Tidak mengherankan jika edel sanger kerap disilangkan blackthroat, sehingga anakannya dikenal dengan sebutan blacksang. Blacksang merupakan persilangan antara blackthroat jantan dan sanger betina, atau bisa juga sebaliknya.

Anakan (F1) hasil silangan inilah yang disebut blacksang, yang rata-rata mewarisi 60% karakter suara blackthroat (speed dan lagu), serta 40% karakter sanger, terutama fisik (bodi, warna) dan suara kristal dengan tembakan khas sanger. Jika sejak piyik dimaster dengan suara indukannya, blacksang akan memiliki suara yang lebih dahsyat, yaitu suara ngerol dan cengkok khas blackthroat, dengan speed rapat dan suara kristal khas sanger. Inilah yang selama ini dicari-cari para penggemar blackthroat dan sanger. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Edel Sanger, Salah Satu Burung dari Jenis Finch Kerabat Dekat Blackthroat


Kamis, 31 Juli 2025

Bondol Hijau, Finch Cantik yang Jarang Dilirik



Bondol Hijau merupakan sejenis burung kecil yang termasuk dalam keluarga Estrildidae, dikenal juga dengan nama burung finch. Bondol hijau memiliki ciri khas warna hijau pada sebagian besar tubuhnya, dengan beberapa spesies memiliki tanda biru atau merah di kepala dan pantat, serta ekor merah.

Bondol hijau juga dikenal sebagai emprit hijau atau Pin-tailed Parrotfinch. Bondol hijau banyak ditemukan di Asia Tenggara hingga New Guinea dan beberapa Kepulauan Pasifik. Menghuni berbagai habitat seperti hutan, semak bambu, padang rumput, dan juga habitat buatan seperti perkebunan.

Indonesia memiliki 31 spesies burung finch aneka warna, meski tidak semuanya bisa ditemukan dengan mudah akibat maraknya perburuan liar, kerusakan habitat, dan alih fungsi lahan. Bahkan sebagian jenis burung finch ini dianggap sebagai hama lantaran sering merusak lahan pertanian.

Bondol Hijau/Emprit Hijau, si cantik yang kurang populer di negerinya sendiri


Dari sekian banyak jenis finch tersebut, hanya beberapa saja yang banyak dicari para penghobi burung untuk dipelihara. Salah satunya adalah burung dari kelompok bondol hijau/parrot finch yang menarik untuk ditangkar.

Baca juga : Finch, Kelompok Burung Kecil dengan Pesona Menyenangkan

Burung emprit hijau termasuk dalam genus Erythrura dalam keluarga Estrildidae. Genus Erythrura, terdapat sedikitnya 13 spesies, termasuk Gouldian Finch (Erythrura gouldiae). Lima spesies di antaranya memiliki wilayah persebaran di Indonesia.

Bondol Hijau Dada Merah (Erythrura hyperythra)


Diantaranya yaitu Bondol hijau Dada Merah/Tawny-breasted Parrot-finch (Erythrura hyperythra). Tercatat ada lima subspesies/ras burung bondol hijau dada-merah ini, dan empat di antaranya merupakan burung endemik Indonesia.

Kemudian ada Bondol hijau Binglis/Pin-tailed Parrot-finch (Erythrura prasina). Bondol hijau Binglis cukup dikenal di kalangan penangkar finch. Di Jawa Barat, burung berukuran 15 cm ini dikenal dengan sebutan gelatik ngunguk. Ada dua subspesies / ras bondol hijau binglis yang tersebar mulai dari Thailand, Malaysia, Filipina, dan Indonesia.

Bondol hijau Triwarna/Tricoloured Parrot-finch (Erythrura tricolor). Bondol hijau Triwarna merupakan burung endemik di Nusa Tenggara Timur, terutama Timor, Wetar, Babar, Romang, Damar, dan Kepulauan Tanimbar. Spesies ini masih mudah dijumpai di sekitar hutan-hutan terbuka, pertanian, dan daerah berpohon rindang hingga ketinggiana 1.200 meter dari permukaan laut (dpl).

Perilaku kawin dari burung ini cukup unik, di mana burung jantan berusaha mengejar betina sebagai bagian dari ritual perkawinannya. Kalau si jantan bisa meraih betina, maka usahanya itu tidak akan sia-sia, dan berhak mengawini pasangannya.

Bondol Hijau Binglis (Erythrura prasina)


Jika usahanya itu mengalami kegagalan, burung jantan tak akan mudah menyerah begitu saja. Mereka akan terus mencobanya lagi. Setelah ritual perkawinan yang cukup melelahkan, pasangan burung mulai membangun sarang.

Baca juga : Pipit, Burung Pemakan Bijian dengan Warna Menarik yang Sering Dianggap Hama

Burung jantan biasanya mencari bahan sarang, lalu diberikan kepada betina yang segera membangun sarang di antara dahan-dahan pohon atau dalam semak belukar. Pembangunan sarang bisa memakan waktu 1 – 3 hari. Setelah itu, burung akan bertelur tak lama setelah sarang selesai dibangun.

Bondol Hijau Triwarna (Erythrura tricolor)


Bondol Hijau Muka Biru/Blue-Faced parrot-finch (Erythrura trichroa). Bondol hijau muka-biru cukup dikenal di kalangan penggemar finch sebagai piaraan atau untuk ditangkar. Bahkan burung ini kerap dijadikan bahan untuk disilangkan dengan subspesies/ras yang berbeda.

kawin silang ini akan menghasilkan mutasi warna batu. Sebab ada 10 ras bondol hijau muka-biru dengan penyebaran yang meliputi beberapa kawasan di Indonesia dan Australia. Sebagaimana bondol hijau triwarna, ritual perkawinan burung bondol muka-biru juga unik.

Burung jantan akan mengejar betina terus-menerus di dalam kandang penangkaran. Ketika betina berhenti karena kelelahan, si jantan langsung mengawininya tanpa ampun. Ritual pengejaran biasanya dilakukan setelah burung jantan memberi tanda dengan menggelengkan kepala ke kiri dan kanan, kemudian menari di tenggeran sambil menggigit potongan rumput atau bahan sarang.

Bondol Hijau Papua/Papuan Parrot-finch (Erythrura papuana). Saat ini bondol hijau Papua cukup sulit ditemukan daripada bondol hijau muka-biru. Apalagi burung ini lebih sering sendirian, atau berpasangan saja, dan tidak pernah bergabung dengan kelompok lain seperti halnya burung dari jenis finch lainnya.

Bondol Hijau Muka Biru (Erythrura trichroa)


Habitatnya yang beragam membuat burung bondol hijau cukup kuat bertahan dalam segala kondisi alam. Satu-satunya hal yang dapat memicu kepunahannya hanyalah tingkah laku manusia di sekitarnya, yang melakukan perburuan liar, melakukan aktivitas yang menyebabkan kerusakan habitat, dan alih fungsi lahan. Alih fungsi lahan yang dimaksud adalah perubahan lahan pertanian menjadi pemukiman, kawasan industri, atau area wisata.

Baca juga : Emprit Jepang, Jenis Finch Hasil Silangan untuk Dijadikan Peliharaan

Secara umum, bondol hijau memiliki ukuran tubuh kecil, sekitar 9 hingga 15 cm, termasuk panjang ekor. Ekornya runcing dan seringkali panjang, terutama pada burung jantan. Burung jantan dan betina dapat dibedakan dari warna bulu dan ukuran ekor.

Bondol Hijau Papua (Erythrura papuana)


Emprit hijau umumnya mencari makan dalam kelompok kecil. Makanan utamanya adalah biji-bijian, terutama biji rumput, tetapi bondol hijau juga bisa memakan buah-buahan dan serangga kecil. Beberapa jenis emprit hijau, seperti bondol hijau binglis (Erythrura prasina), dapat menjadi hama pertanian karena suka memakan biji-bijian padi. Meskipun beberapa jenis bondol hijau dianggap sebagai hama pertanian, secara umum, status konservasi burung ini tidak dianggap terancam dan populasinya relatif stabil.

Namun, perubahan habitat dan penangkapan berlebihan dapat menjadi ancaman bagi beberapa populasi burung bondol hijau. Ada sebuah ironi di negeri ini. Burung bernama bondol hijau Binglis (Erythrura prasina) merupakan salah satu burung asli Indonesia, tetapi justru kurang populer di negerinya sendiri.

Anakan Bondol Hijau


Burung cantik ini justru digemari bahkan ditangkar di Eropa. Penangkaran burung bondol hijau biasanya dilakukan dalam kandang aviary. Burung bondol hijau ini memasuki musim kawin setelah berumur 8 bulan atau setelah mabung kedua.

Setelah melakukan perkawinan, tidak lama kemudian burung betina akan bertelur sebanyak 2 – 6 butir telur. Telur-telur ini selanjutnya akan dierami secara bergantian oleh induk betina dan induk jantan selama 13 – 15 hari. Setelah berusia 21 – 23 hari, anakan masih dilayani induknya dalam hal makanan. Tetapi beberapa hari kemudian, sekitar umur 1 bulan, anakan sudah bisa mandiri. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Bondol Hijau, si Cantik yang Kurang Populer di Negerinya Sendiri


Senin, 28 Juli 2025

Red Siskin, Burung Pipit Berwarna Merah dan Hitam Mencolok yang Menawan



Red Siskin/Siskin Merah (Carduelis cucullata) merupakan burung pipit kecil berwarna merah dan hitam. Siskin merah adalah burung yang hidup di daerah tropis Amerika Selatan, terutama berkembang biak di Venezuela dan Columbia bagian Utara.

Siskin merah adalah satu-satunya burung siskin yang memiliki warna merah alami pada bulunya. Meskipun dahulu umum terdapat di kaki bukit Venezuela Utara, namun kini penampakan burung berwarna mencolok ini sudah sangat langka karena populasinya telah menurun drastis.

Hal ini terjadi karena penangkapan secara liar dalam jumlah besar. Karena ancaman kepunahan yang terjadi terhadap burung red siskin, maka pemerintah setempat pun melindunginya, perlu ijin khusus untuk memiliki burung ini.

Sepasang burung Red Siskin


Para penangkar burung red siskin ini di Amerika Serikat harus memiliki ijin khusus penangkaran. Burung siskin merah saat ini banyak dikembangkan di Eropa dan Australia. Penangkapan burung red siskin selain untuk perdagangan juga memenuhi kebutuhan para breeder.

Baca juga : Pipit, Burung Pemakan Bijian dengan Warna Menarik yang Sering Dianggap Hama

Burung red siskin ini dikawin silangkan dengan burung kenari domestik untuk nantinya mendapatkan kenari merah (red-intensive) atau kenari dengan aneka warna yang indah. Hasil dari kawin silang ini disebut dengan Mule Siskin.

Red Siskin di penangkaran


Hasil silangan inilah yang kemudian disilangkan lagi dengan kenari sehingga gen merah akan menurun ke anakannya. Inilah cikal bakal adanya kenari berwarna merah. Karena pada dasarnya burung kenari tidak memiliki gen warna merah.

Burung red siskin sangat mudah dikenali hanya dengan melihat pola bulu yang dimilikinya. Burung red siskin merah jantan memiliki warna hitam legam di kepala sampai ke daerah tenggorokan sehingga menyerupai kerudung.

Warna hitam juga terdapat pada ujung sayap dan ekor. Perut dan bagian bawah bulu ekor berwarna putih dan warna lain sisanya dari burung ini adalah oranye dan merah tua. Sedangkan burung siskin merah betina umumnya berwarna abu-abu.

Dengan sayap dan ekor berwarna hitam, perut keputihan tetapi tidak memiliki percikan merah di area dada dan pantat, sementara ada juga warna merah atau orange pada bagian sayap. Anak burung red siskin saat masih kecil atau remaja berwarna cokelat kemerahan.

Red Siskin merupakan burung pemakan bijian


Sayapnya berwarna hitam dan ada sedikit warna merah atau orange pada bulu ekor dan sebagian sayap. Burung siskin merah muda mulai berganti bulu pada usia 3 hingga 4 bulan. Seiring bertambahnya usia burung, warna merahnya akan semakin pekat.

Baca juga : Finch, Kelompok Burung Kecil dengan Pesona Menyenangkan

Karena habitat aslinya adalah daerah tropis, burung berukuran 4 sampai 4,5 inci ini berkembang biak beberapa kali sepanjang tahun tergantung pada ketersediaan makanan. Burung siskin merah menggunakan berbagai habitat di kaki bukit Venezuela utara.

Anakan Red Siskin umur 2 bulan


Termasuk hutan pegunungan tropis yang basah, hutan gugur, dan hutan semak berduri-sabana. Burung ini tampaknya lebih menyukai hutan terbuka yang relatif kering antara ketinggian 400 hingga 1400 meter (1312 hingga 4593 kaki) dan bermigrasi sesuai dengan curah hujan musiman.

Jangkauan burung siskin merah telah sangat terfragmentasi di sebagian besar wilayah jelajahnya. Saat ini, hanya beberapa koloni yang terisolasi yang tersisa, dengan jumlah populasi total mungkin hanya beberapa ratus ekor.

Penampakan burung siskin merah ini terbatas hanya di empat negara bagian di Venezuela, dibandingkan dengan 15 negara bagian di masa lalu. Populasi kecil burung siskin merah masih ada di negara tetangga Kolombia Utara dan di Puerto Rico yang berasal dari burung-burung yang lepas dari kandang, meskipun penampakannya akhir-akhir ini menjadi langka. Pada tahun 2000, populasi baru ditemukan di Guyana Barat Daya.

Burung siskin merah termasuk burung musiman, dengan periode reproduksi utama terjadi antara bulan April dan awal Juni, dan periode sekunder antara bulan November dan Desember. Sarang spesies ini berbentuk cawan dan biasanya diletakkan tinggi di kelompok pohon-pohon tinggi.

Mule Siskin


Burung siskin merah bertelur tiga hingga empat telur. Telur-telur ini menetas dalam waktu 12 hingga 14 hari. Anak burung yang baru menetas berukuran relatif kecil, dan betina menyediakan semua makanannya. Anak burung menjadi berbulu penuh 12 hari setelah menetas.

Baca juga : 

Di alam liar, rata-rata umur burung siskin merah adalah bisa mencaai umur 4,2 tahun. Sementara di dalam penangkaran, burung siskin merah termasuk burung yang paling tangguh dan memiliki harapan hidup hingga umur 8 tahun.

Kenari Merah


Makanan burung siskin merah terdiri dari buah, kuncup bunga, biji rumput, dan tanaman herba. Dalam perawatan manusia, mereka memakan campuran biji yang terdiri dari campuran biji burung finch, campuran biji burung kenari, dan biji thistle. Mereka juga diberi makanan berupa pelet komersial, serta berbagai jenis selada.

Siskin merah yang suka dengan biji-bijian sebagaimana burung kenari ini memiliki suara indah dengan nada panggilan “chweee” atau suara panggilan sebagaimana siskin pada umumnya seperti “chee chee”. Burung ini juga bisa dimaster dengan suara burung lainnya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Red Siskin, Burung Pipit Berwarna Merah Hitam dari Daerah Tropis Amerika Selatan


Sabtu, 26 Juli 2025

Scotch Fancy, Burung Kenari Berpostur Melengkung Unik dari Skotlandia



Kenari Scotch Fancy merupakan jenis kenari postur yang berasal dari Skotlandia. Kenari Scotch Fancy atau yang sering disebut kenari SF adalah salah satu jenis kenari yang memiliki keunikan tersendiri. Kenari ini dikenal karena posturnya yang unik, melengkung menyerupai angka 7. Kenari Scotch Fancy adalah salah satu yang cukup populer di Eropa, khususnya Inggris dan Skotlandia.

Di Inggris, kenari Scotch Fancy lebih dikenal dengan “The Glasgow Don atau Bird O Circle” karena formasi dan kepala sampai ke ujung ekor saat dipertandingkan berbentuk setengah lingkaran. Dalam kontes kenari ada posisi, gerak, atau bunyi yang harus dipertontonkan oleh burung kenari.

Keadaan yang tidak umum ini ditemukan Secara menonjol di wilayah Skotlandia dan Inggris Utara, Sedang di wilayah selatan burung ini tidak populer. Meski tidak sepopuler kenari Yorkshire atau Rasmi, burung ini tetap memiliki daya tarik yang tinggi bagi para pecinta burung kicau. Postur tubuhnya yang melengkung serta suara uniknya menjadi daya tarik utama dari kenari asal Skotlandia ini.

Kenari Belgian Fancy


Kenari Scotch Fancy mulai dikenal sejak abad ke-19. Burung ini bukan hasil persilangan sembarangan, tetapi merupakan turunan dari Belgian Fancy Canary yang dikembangkan secara selektif. Dikembangkan dengan tujuna untuk melahirkan kenari postur yang memiliki bentuk tubuh melengkung yang lebih anggun dan gaya berdiri yang khas.

Baca juga : Kenari Lancashire, Salah Satu Burung Kenari Termahal Paling Digemari Pecinta Burung

Namanya kenari jenis ini diambil dari kata “Scotch” yang merujuk pada asalnya, dan “Fancy” yang berarti istimewa atau bergaya. Sampai saat ini, burung kenari Scotch Fancy garis keturunannya masih dijaga sampai sekarang. Burung ini termasuk dalam varietas postur, karena daya tarik utamanya terletak pada bentuk fisiknya yang unik.

Kenari Belgian Bossu lebih besar daripada Scoth Fancy


Kenari ini mempunyai gerak yang bebas serta lincah dan gesit. Scotch Fancy memiliki tampilan tubuh yang sangat mudah dikenali. Postur tubuhnya ramping, panjang, dan melengkung membentuk huruf “C”. Tubuh yang panjang dan lentik, melengkung dalam bentuk setengah lingkaran, cembung di atas dan cekung di bawah, dengan garis bulu bersih yang dekat, pendek dan ketat.

Lehernya panjang dan lentur, sering menunduk mengikuti lengkungan tubuh. Burung kenari Scotch Fancy harus memiliki kepala kecil, lebih bulat sedikit dibanding burung kenari Belgia. Bahunya terisi penuh namun sempit dan bulat, sayapnya panjang dan menempel kuat ke badan, dan kaki yang panjang kuat terpentang dengan baik, menambah kesan elegan.

Kenari postur lebih diutamakan penampilan yang unik bukan keindahan suaranya


Dadanya menonjol ke depan, memberi kesan anggun. Dengan ekor yang panjang dan lurus ke bawah. Kakinya panjang, menopang posisi berdiri yang menukik. Kenari Scotch Fancy berukuran sekitar 17–18 cm. Kenari ini tidak memiliki jambul, dan biasanya dibudidayakan untuk keindahan bentuk tubuh, bukan suara.

Baca juga : Kenari Gloster, Burung Kenari yang Khusus Dikembangkan untuk Mendapatkan Burung Kenari dengan Model Unik

Salah satu daya tarik utama dari kenari Scotch Fancy adalah gaya berdirinya yang khas. Burung ini terlihat seperti “membungkuk” dengan posisi leher dan punggung yang melengkung ke depan. Ini adalah hasil dari pemuliaan selektif dan menjadi nilai estetika tertinggi dalam kontes kenari bentuk (type canary).

Kenari Scotch Fancy mempunyai penampilan yang menawan


Kenari Scotch Fancy dikenal sebagai burung yang tenang, tidak agresif, dan bisa dipelihara dengan damai bersama jenis kenari lain. Kenari Scotch Fancy cenderung lebih fokus pada penampilan, dan meskipun bisa berkicau, kualitas suaranya bukan yang utama.

Burung Kenari Scotch Fancy cenderung aktif dan lincah, sehingga butuh kandang yang cukup luas agar bisa bergerak bebas tanpa risiko cedera, terutama karena posisi tubuh Scotch Fancy yang unik. Burung kenari Scotch Fancy diketahui dapat hidup hingga usia 8 sampai 12 tahun.

Anakan kenari Scotch Fancy


Karena keunikan bentuknya, kenari Scotch Fancy termasuk dalam kategori premium di kalangan penghobi. Harganya jauh lebih mahal dibanding harga kenari jenis lainnya, bahkan bisa lebih mahal lagi jika memiliki bentuk sempurna dan berasal dari indukan juara.

Baca juga : 

Di ajang kontes kenari bentuk, burung kenari Scotch Fancy dinilai dari simetri lekuk tubuhnya, keanggunan pada posisi berdiri, dan kebersihan bulu, bukan dari suara. Kenari Scotch Fancy adalah simbol keanggunan dan seni dalam dunia perburungan.

Kontes keindahan burung kenari di luar negeri


Bagi para pencinta kenari yang menghargai estetika postur tubuh dan keunikan fisik, Scotch Fancy adalah pilihan yang luar biasa. Meskipun bukan tipe kenari penyanyi, kehadirannya di rumah atau di arena kontes selalu berhasil mencuri perhatian. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Scotch Fancy, Burung Kenari Unik dengan Postur Melengkung


Selasa, 22 Juli 2025

Blackthroat, Bangsa Burung Penyanyi dari Benua Afrika yang Mempesona



Blackthroated (Serinus atrogularis) atau di Indonesia dikenal sebagai blackthroat. Sebagaimana lovebird, burung blackthroat atau yellow-rumped seedeater juga berasal dari Benua Afrika. Sementara di Indonesia umumnya blackthroat yang ada diperkenalkan dan dibawa oleh bangsa Belanda.

Asal nama burung ini tidak lepas dari ciri fisik dimana pada bagian kerongkongannya terdapat warna hitam pekat yang terlihat seperti burung ini sedang memakai dasi di lehernya atau terdapat noktah hitam di lehernya. Blackthroat mempunyai bunyi yang nyaring dengan siulan yang tinggi, indah, dan merdu.

Blackthroat merupakan burung kecil yang masuk dalam bangsa Passeriformes dan dikelompokan dalam subbangsa Passeres (bangsa burung penyanyi) sehingga wajarlah kalau burung ini mempunyai suara dan nyanyian yang sangat mempesona. Burung blackthroat merupakan salah satu spesies burung pemakan biji.

Blackthroat di habitat alaminya


Secara umum, ada dua ras blackthroat yang dikenal di Indonesia, yaitu blacktroat asal Botswana dan Senegal. Meski keduanya memiliki penampilan dan suara kicauan yang tidak jauh berbeda, banyak kicaumania cenderung memilih ras dari Botswana karena memiliki irama lagu dan cengkok yang lebih bagus.

Baca juga : Kenari, Burung dengan Suara Merdu dan Warna Mencolok yang Sangat Populer di Dunia

Blackthroat termasuk salah satu jenis burung finch yang sangat popular di Indonesia, karena kerap dijadikan burung master (terutama untuk isian kenari), dijadikan hiburan di rumah, maupun dilombakan di kelas campuran. Menilik asal-usulnya, burung blackthroat memang bukan plasma nutfah asli Indonesia. Namun karena sudah lama dikembangbiakkan maka blackthoat yang ada kemudian dikenal sebagai blakcthroat lokal.

Seekor blackthroat sedang mencari makan


Di habitatnya, di benua Afrika burung blackthroat ini biasa bertengger di pucuk pohon yang tinggi baik untuk mempersyaratkan daerah kekuasaannya maupun untuk memikat blackthroat betina, suaranya dapat terdengar sampai ratusan meter. Tentunya karena kelebihan ini membuat kicau mania tertarik untuk mengoleksi burung ini.

Kelebihan lainnya adalah karena sifatnya yang poligami atau dalam kata lain satu blackthroat jantan dapat dikawinkan dengan lebih dari satu betina. Sehingga bagi para penangkar tentu kenyataan ini sangat menguntungkan.

Burung ini juga terkenal mempunyai mental yang berani, terbukti dengan kemampuannya dapat kawin dengan burung kenari yang secara fisik mempunyai ukuran tubuh lebih besar. Blackthroat juga dapat dikawinkan dengan Herda Sanger, Mozambik, bahkan gelatik.

Burung Blackthroat juga dapat menirukan suara burung lain (bersifat mimikri) Blackthroat merupakan master yang baik bagi burung lomba karena speed dan volume serta nada nyanyian indah yang dibawakannya. Burung blackthroat dapat dipelihara sendiri di rumah, namun sebaiknya dipelihara yang berkelamin jantan.

Perbedaan jantan betina pada blackthroat


Karena blackthroat jantan mempunyai variasi yang indah dan volume suara yang lebih keras. Sedangkan bagi blackthroat betina suaranya cenderung lemah dan walaupun terkadang keras namun hanya bersifat monoton sehingga kurang indah didengar.

Baca juga : Kenari Lancashire, Salah Satu Burung Kenari Termahal Paling Digemari Pecinta Burung

Satu lagi yang merupakan ciri khas dari burung ini adalah sifatnya yang over protektif terhadap anaknya (piyik). Jika dalam masa mengeram burung ini diganggu, maka jika dapat saja burung ini mematuki anaknya sampai mati.

Budidaya blackthroat di sangkar kecil


Burung blackthroat merupakan burung yang kicauannya sangat indah, mengalun sangat merdu dengan irama tinggi dan rendah dengan kicauan yang panjang dan tidak terputus-putus. Namun blackthroat betina biasanya sangat hanya mencicit dan suara kerasnya cenderung monoton.

Sulit mungkin bagi awam mengetahui ciri kelamin jantan dan betina, namun secara fisik tedapat perbedaan untuk menentukan blackthroat jantan dan betina. Blackthroat jantan mempunyai postur tegak dan panjang, berleher panjang dan berkepala besar lonjong.

Blackthroat jantan dewasa mempunyai variasi kicauan yang panjang namun tidak putus-putus (ngerol), power suara juga lebih keras. Lalu bagaimana bila masih paud/anakan? Anakan blackthroat umumnya sudah rajin berbunyi atau ngriwik saat berusia 45 hari.

Jadi bila diatas 2 atau 3 bulan kok belum ada variasi dan hanya monoton cuit-cuit maka hampir dipastikan 90 persen betina. Blackthroat jantan dewasa memiliki dubur yang relatif lebih panjang, namun saat usia paud kloaka cenderung sama hampir tidak ada perbedaan antara jantan dan betina. Namun bila jeli dan teliti tetap bisa dibedakan.

Anakan blackthroat hasil penangkaran


Cara termudah untuk mengetahui blackthroat jantan yaitu dengan melihat gayanya. Blackthroat jantan dewasa akan membuka sayapnya saat berkicau, terlebih saat ditempel/jejer dengan blackthroat lainya. Membuka sayap (nggaruda) adalah perwujudan kekuasaan dan keberanian saat berhadapan dengan pejantan blackthroat lainnya dan sebagai ajang memikat lawan jenis (blackthroat betina) saat proses kawin.

Baca juga : Kenari Gloster, Burung Kenari yang Khusus Dikembangkan untuk Mendapatkan Burung Kenari dengan Model Unik

Makanan untuk burung Blackthroat adalah biji-bijian, buah-buahan dan sayuran/dedaunan dan beberapa makanan tambahan (extra fooding). Makanan biji-bijian selain memiliki gizi dan kalori yang mencukupi untuk burung jenis finch juga mengandung karbohidrat untuk tenaga juga cukup mengandung lemak nabati.

Blackthroat bakalan perlu perawatan yang tepat agar bisa segera gacor


Jenis biji-bijian yang bisa diberikan antara lain, jewawut, milet, cannary sheed, biji sawi, niger sheed, dan biji lobak. Sayuran yang diberikan baiknya adalah sayuran dengan serat yang tidak terlalu banyak (seperti daun singkong) karena akan memudahkan bagi pencernaan burung, contoh sayuran yang dapat diberikan untuk blackthroat adalah sawi putih, selada air, oyong, apel, dan slada.

Protein dibutuhkan untuk kesehatan dan kebugaran bagi blackthroat dalam masa pertumbuhan maka protein hewani mutlak dibutuhkan untuk kelancaran masa perkembangan burung tersebut, protein hewani yang dapat diberikan kroto, telur puyuh, dan telur ayam (kuningnya). Seperti pada manusia, kebutuhan vitamin terkadang tidak dapat terpenuhi kesemuanya hanya dari makanan, namun dengan memakai suplemen vitamin. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Blackthroat, Burung Penyanyi Cilik Berleher Hitam


Pesona Keindahan Mutasi pada Zebra Finch

Zebra Finch (Taeniopygia guttata) merupakan salah satu jenis finch yang cukup digemari di Indonesia. Sudah banyak kicau mania di Indonesia ...