Minggu, 07 September 2025

Gould Amadin, Burung Pipit Menawan dari Aussy



Gouldian Finch (Erythrura gouldiae) juga dikenal sebagai Lady Gouldian Finch, Gould Finch, Rainbow Finch, Pipit Pelangi atau Gould Amadin, merupakan burung warna-warni endemik Australia. Melihat warna-warni bulu tubuhnya yang indah, bahkan tanpa gradasi, tidak salah jika Gould Amadin dijuluki sebagai burung pipit tercantik di dunia.

Burung Gould Amadin berukuran sekitar 13-14 cm. Kepala Gould Amadin bisa berwarna merah, hitam, atau kuning. Sebelumnya dianggap sebagai tiga jenis finch yang berbeda, sekarang diketahui bahwa itu adalah varian warna yang ada di alam liar. Pembiakan selektif juga telah menghasilkan mutasi baru (biru, kuning, dan silver) baik di warna tubuh dan warna dada.

Gould Amadin meskipun masih satu jenis namun memiliki warna yang tidak sama


Pertama kali ditemukan oleh ahli ornitologi Inggris bernama Jhon Gould di padang sabana Australia Utara. Gould Amadine merupakan burung dari keluarga estildild-finch, Estrildidae yang merupakan subfamili Passeridae.

Burung ini ditemukan di Australia utara, dari Cape York Peninsula sampai Queensland utara-barat dan daerah utara ke wilayah Kimberley Australia Barat. Habitatnya adalah hutan savana tropis. Gould Amadin berpindah-pindah di area yang tidak terlalu luas (sekitar 40 kilometer persegi).

Kawanan finch di alam liar


Dan hanya berpindah ketika air atau makanan untuk mereka menjadi langka. Populasi liar terbesar dari spesies ini ditemukan di bukit Bastion, di samping kota Wyndham di Kimberley Timur. Karena kecantikannya Gould Amadin diekspor ke banyak negara di seluruh dunia.

Baca juga : Strawberry Finch, Si Merah Totol yang Mempesona

Gould Amadin pun ditangkarkan di banyak negara, untuk memenuhi permintaan penghobi burung eksotis. Sebelum akhirnya pemerintah Australia melarang kegiatan ekspor binatang Australia pada tahun 1959.

Gould Amadin menyukai dataran berumput


Penangkaran disejumlah negara di luar Australia telah menghasilkan sejumlah mutasi warna pada Gould Amadin. Kini telah banyak ditemui adanya Gould Amadin yang mempunyai warna punggung biru, pastel, silver, punggung kuning, dada putih, dan bahkan putih polos, serta albino.

Jumlah gould amadin mengalami penurunan yang cukup drastis selama abad ke-20, karena adanya serangan parasit. Secara umum, Gould Amadin rentan terhadap penyakit dan infeksi virus. Selain itu warnanya yang indah menyebabkan burung ini mudah tertangkap oleh predator. Kebakaran juga dinyatakan sebagai ancaman utama terhadap populasi alami.

Gould Amadin memakan biji-bijian yang ada


Burung-burung ini hidup di sabana tropis, semak belukar, dan hutan dengan dataran berumput yang biasanya dekat air. Gouldian finch adalah herbivora (granivora), burung ini memakan biji rumput yang telah masak dan setengah masak.

Burung Gould Amadin baik yang jantan maupun betina mempunyai warna cerah dengan marking hitam, hijau, kuning, dan merah. Namun betina cenderung berwarna kurang cerah. Satu perbedaan utama untuk membedakan jenis kelaminnya adalah bahwa dada pejantan berwarna ungu, sedangkan betina adalah mauve muda.

Gouldian finch aktif di siang hari. Burung ini sering mencari makan dalam kelompok kecil di darat atau saat terbang. Mereka biasanya adalah burung yang tenang, tetapi dari waktu ke waktu mereka bisa mengucapkan ‘ssitt.’ Mereka juga bisa mengeluarkan suara getaran, kicauan, dan desisan.

Gould Amadin biasanya berkembang biak di awal musim kemarau ketika ada banyak makanan di sekitarnya. Ketika seekor pejantan mendekati betina, dia akan melonjak-lonjak dan mengacak-acak bulunya dalam upaya untuk memamerkan warna-warna cerahnya.

Gould Amadin bersarang di lubang-lubang pohon


Burung ini akan membentangkan dadanya dan mengibaskan bulu-bulu di dahinya. Pasangan Gould Amadin biasanya membuat sarang di lubang pohon. Betina menghasilkan telur sekitar 4-8 butir dan betina biasanya bertelur pada malam hari. Inkubasi berlangsung selama 13 hari yang dilakukan oleh kedua induk pada siang hari.

Di luar musim kawin, Gould Amadin sering bergabung dengan kawanan burung lain seperti long-tailed finch/pinstat dan masked finch. Kawanan burung ini bisa berjumlah sekitar 1000 hingga 2000 ekor. Hal tersebut kemungkinan merupakan pertahanan terhadap predator.

Anakan Gould Amadin, di pinggir paruhnya ada semacam titik-titik mutiara


Pada musim kemarau, mereka biasanya menjadi lebih nomaden dan berpindah ke tempat di mana makanan dan air dapat ditemukan. Seperti jenis finch lain, Gould Amadin adalah pemakan bijian. Selama musim kawin, Gould Amadin terutama makan benih rumput sorgum matang atau setengah matang.

Baca juga : Manyar, Burung Pembuat Sarang Paling Rumit dan Unik

Selama musim kemarau, Gould Amadin mencari benih yang jatuh ketanah. Sejauh ini Gould Amadin telah diketahui mengkonsumsi enam jenis biji rumput yang berbeda, tetapi para peneliti belum menemukan bukti burung ini memakan serangga.

Indukan Gould Amadin sedang meloloh anaknya


Kedua induk akan mengerami telurnya secara bergantian. Ketika telur menetas, kedua induk merawat anaknya. Saat telur menetas, kedua induk akan merawat anaknya. Anak-anak burung itu altricial, mereka menetas telanjang tanpa bulu dan buta.

Gould Amadin yang baru menetas berwarna merah muda dan tak berbulu sampai umur sekitar 12 hari bulu baru mulai muncul. Burung sangat muda juga berwarna biru dengan bintik-bintik berpendar di sisi paruhnya untuk membantu sang induk melihatnya dalam gelap, dan dapat memberi makan anak-anaknya.

Penangkaran Gould Amadin


Anakan Gouldian finch menjadi dewasa dan siap untuk meninggalkan sarang ketika telah berumur 19-23 hari setelah menetas dan menjadi benar-benar mandiri pada usia 40 hari. Gould Amadin muda masih sangat rapuh hingga mengalami mabung kedua.

Burung muda memiliki warna khas. Kepala dan leher berwarna abu-abu, punggung, sayap dan bulu ekor hijau olive. bagian bawah cokelat pucat. Paruh kehitaman dengan ujung kemerahan dan kaki cokelat muda.

Melalui selective breeding, Gould Amadin telah mengalami mutasi warna bulunya


Beberapa peternak percaya bahwa gould amadin yang diasuh induknya lebih besar tingkat keberhasilannya membesarkan anaknya daripada burung yang dibesarkan oleh jenis lain, seperti bengkalis atau spice finch.

Baca juga : Pipit Matari, Pipit Cantik dari Tanah Papua

Burung berpredikat The Most Beautiful Finch in The World itu mudah dipelihara. Gould Amadin bisa dirawat di sangkar biasa. Namun, bila ingin menikmati keindahan warna bulunya, sebaiknya dimasukkan kandang aviari. Kandang berukuran 6 × 6 m² bisa diisi 30 pasang.

Sepasang Gould Amadin berwarna silver


Perlu disediakan kotak terbuat dari tripleks untuk rumahnya. Untuk tempat bermain bisa memanfaatkan beringin atau bambu hias. Cabang atau ranting pohon dapat sebagai alternatif. Pakan berupa biji-bijian, seperti milet putih, jewawut, dan kenari. Biji sawi, lobak, nigerseed, dan godem diberikan asal porsinya sedikit saja.

Burung ini juga menyukai jagung muda, kangkung segar, dan selada. Sesekali beri pakan kroto segar, ulat hongkong, atau telur ayam sebagai selingan. Bisa ditambahkan tulang sotong atau batu—batuan kecil untuk membantu pencernaan. Umur gold amadin mampu mencapai 9—12 tahun bila dirawat dengan baik. Cermati bila ada tanda-tanda serangan penyakit. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Gould Amadin Burung Pipit Tercantik di Dunia dari Australia


Selasa, 02 September 2025

Strawberry Finch, Si Merah Totol yang Mempesona



Strawberry Finch (Amandava amandava) merupakan jenis burung finch kecil yang menarik perhatian karena warna bulunya yang cerah dengan totol-totol putih. Burung yang juga dikenal sebagai pipit benggala atau avadavat merah ini banyak digemari sebagai burung hias, terutama karena corak merah dan totol putih yang menyerupai buah stroberi.

Strawberry finch memiliki hubungan kekerabatan yang sangat dekat dengan Svadavat hijau (Amandava formosa), yang bulunya berwarna kehijauan, atau mirip dengan buah stroberi yang masih mentah. Kedua spesies ini termasuk dalam kelompok waxbills. Burung pipit kecil ini anggota dari famili Estrildidae

Burung ini merupakan jenis burung pemakan padi, biji rumput dan memiliki habitat di semak, padang rumput, lahan pertanian, sawah, rumpun gelagah. Tersebar sampai ketinggian 1.500 m dpl. Dapat dijumpai di India, China, Thailand, Jawa, Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam, dan Sunda Kecil (meliputi Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, Flores, Timor, dan Alor).

Svadavat hijau (Amandava formosa)


Pipit benggala memiliki tubuh ukuran kecil (10 cm). Mirip dengan burung pipit, Strawberry finch memiliki paruh kecil yang kuat untuk memecah biji-bijian yang menjadi makanan utamanya. Selain itu, di habitat aslinya, burung ini juga gemar memakan serangga kecil seperti ulat dan semut.

Baca juga : Pipit Matari, Pipit Cantik dari Tanah Papua

Di alam liar, Strawberry finch sering melakukan perjalanan dalam kelompok kecil, termasuk saat mau membangun sarang di antara alang-alang, semak, dan rerumputan. Tidak seperti spesies waxbills lainnya, burung Strawberry jantan memiliki lagu yang merdu dan sangat lantang dengan irama seperti seruling.

Sepasang Strawberry Finch


Saat tidak berada di musim kawin, burung pipit Benggala sering ditemukan bergerombol dalam kawanan besar, hingga 100 ekor burung. Tujuannya supaya bisa saling melindungi satu sama lain dan menciptakan ikatan di antara kawanannya.

Tetapi, ada pula yang berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil, terbang bersamaan dengan kepak sayap yang cepat dan hinggap di rerumputan. Sekumpulan burung ini bisa ditemukan di daerah berumput dekat air, sawah, dan dekat dengan pemukiman manusia.

Sebagaimana kelompok waxbills lainnya, paruh burung stroberi rata-rata berwarna merah. Untuk membedakan burung jantan dan betina burung ini relatif mudah, karena termasuk dimorfik, yang berarti burung jantan dan betina memiliki penampilan fisik yang berbeda.

Burung Strawberry finch bisa dikenali dari bulu-bulunya yang berwarna dan bermotif seperti buah stroberi ketika memasuki musim kawin. Selama musim kawin, burung jantan akan memproduksi bulu-bulu berwarna merah dengan bintik-bintik putih, kepala berwarna cokelat gelap/kemerahan, dan ekor berwarna hitam.

Strawberry finch sering dijumpai di daerah berumput


Penampilan burung jantan saat musim kawin dan di luar musim kawin memang berbeda. Bahkan, dalam beberapa hal, si jantan memiliki kemiripan dengan betina di luar musim kawin. Misalnya, bulu bagian atas berwarna kecokelatan, bulu sayap gelap, bulu bagian bawah perut dan di atas ekornya merah gelap.

Baca juga : Bondol Hijau, Finch Cantik yang Jarang Dilirik

Tetapi, sexing tetap bisa dilakukan, karena betina hanya memiliki sedikit bintik putih di bagian sayapnya. Burung Strawberry finch jantan, mempunyai warna merah padam, sayap dan ekor kehitaman. Ada bintik-bintik pada sisi tubuh. Sayap dan tunggir berbintik putih kecil.

Kawanan Strawberry Finch di alam liar


Burung Strawberry finch betina, dengan ciri tubuh bagian bawah kuning tua abu-abu. Mantel coklat, tunggir merah, sayap dan ekor kehitaman. Ada beberapa bintik putih pada sayap. Iris coklat, paruh merah, kaki merah daging. Ternyata, bulu merah terang yang dimiliki oleh burung jantan ada fungsinya, yaitu menarik perhatian betina selama musim kawin.

Tarian yang mengesankan akan membuat burung itu dipilih jadi pasangannya. Burung ini membuat sarang berbentuk bola khas, dari rumput, pada vegetasi rendah berpaya atau berumput. Telur berwarna putih, jumlah 5-6 butir. Berbiak bulan Mei, Juni, Desember.

Selama musim kawin, burung ini bersifat monogami alias setia dengan satu pasangan. Lalu, burung betina akan bertelur sebanyak 4-6 butir dan akan menetas dalam waktu 11 hari. Dan anak-anak burung ini memerlukan waktu 20 hari untuk menjadi dewasa.

Saat masih muda, burung pipit Benggala memakan larva, pupa semut, kelabang, dan ulat. Ketika tumbuh dewasa, makanannya akan berganti menjadi biji-bijian dari tumbuhan millet, termasuk padi. Karena suka makan padi, burung pipit ini sering dianggap hama oleh petani.

Strawberry finch kerap dianggap sebagai hama padi


Pada saat yang bersamaan, kebiasaan Strawberry finch memakan serangga berperan penting untuk mengendalikan hama di persawahan. Secara tidak langsung Strawberry finch juga berkontribusi untuk penyebaran benih berkat kebiasaan makan biji-bijian.

Baca juga : Emprit Jepang, Jenis Finch Hasil Silangan untuk Dijadikan Peliharaan

Strawberry finch memiliki suara cicitan yang khas. Biasanya, burung betina vokalnya lebih pendek, lembut, dan jarang berkicau dibanding jantan. Tetapi, burung jantan dan betina akan mengeluarkan vokalisasi yang sama selama musim kawin.

Strawberry finch muda


Biasanya Strawberry finch gemar bercengkerama di padang terbuka dan rerumputan yang tinggi dan dekat dengan sumber mata air. Atau terbang cepat yang tidak kenal lelah dalam kelompok-kelompoknya. Saat sedang agresif, burung pipit Benggala akan mengeluarkan suara panggilan yang melengking.

Begitu pula saat berada dalam situasi bahaya, mereka akan mengeluarkan panggilan bernada tinggi untuk memperingati sesama anggotanya. Belakangan ini, jenis Strawberry finch memang banyak dicari para penggemar burung hias. Alasannya karena memiliki warna yang menggemaskan, legit seperti buah stroberi, sehingga enak dipandang. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Strawberry Finch, Burung yang Populer di Kalangan Penggemar Burung Hias


Jumat, 29 Agustus 2025

Kenari Merah, Salah Satu Jenis Kenari yang Populer karena Warna Bulunya



Burung kenari memiliki ukuran tubuh kecil hingga sedang, dengan panjang sekitar 12 hingga 15 sentimeter. Burung kenari memiliki paruh pendek, sayap yang kuat, dan ekor yang berbentuk persegi. Burung kenari jadi salah satu burung peliharaan yang paling populer di dunia.

Burung kenari dikenal karena suara kicauannya yang merdu dan burung kenari telah menjadi favorit di kalangan penggemar burung. Salah satu daya tarik utama burung kenari adalah keindahan warna bulunya yang beraneka ragam.

Burung kenari hadir dalam berbagai variasi warna, termasuk kuning, merah, oranye, putih, dan bahkan kombinasi warna yang lebih kompleks. Bulu yang cerah dan mencolok membuat burung kenari tampak menarik dan mempesona. Pemuliaan selektif telah menghasilkan banyak variasi warna yang unik dan mengagumkan pada burung kenari.

Burung Red Siskin


Salah satu yang sangat menarik perhatian adalah kenari merah. Kenari red factor, atau lazim disebut kenari merah, adalah kenari yang memiliki pigmen bulu yang berwarna kemerahan. Banyak variasi yang bisa dijumpai pada kenari merah.

Baca juga : Kenari, Burung dengan Suara Merdu dan Warna Mencolok yang Sangat Populer di Dunia

Hal ini ditentukan oleh intesitas warna merah pada bulunya, misalnya red intensive (merah pekat), rose (red pastel), red mosaic (bon putih merah) dan sebagainya. Kenari red factor diternak untuk mendapatkan kenari dengan bulu yang berwarna-warni (colorbred).

Burung mule siskin


Kenari ini kali pertama dikembangkan oleh Dr Hans Duncker (Jerman) pada awal 1900-an dengan menyilangkan siskin merah (jantan) dengan kenari kuning (betina). Beberapa orang mengatakan leluhur dari kenari kuning yang digunakan Hans adalah Roller Jerman, sementara yang lainnya menyakini sebagai kanari Border.

Disilangkannya kenari dengan red siskin ini bertujuan untuk memasukkan gen merah yang selama ini tidak dipunyai oleh kenari. Hasil dari persilangan tersebut tidak langsung menghasilkan kenari merah polos seperti sekarang ini.

Tetapi proses untuk mencetak kenari merah memerlukan jalan yang panjang. Hasil silangan pertama tetap harus terus disilangkan dengan kenari kuning sampai 4 atau 5 kali sehingga menghasilkan kenari yang berwarna jingga kemerahan, atau biasanya disebut oren pekat.

Jadi kalau ada kebingungan di antara para hobis kenari mengenai warna kenari merah, maka sebagai patokannya warna kenari merah yaitu oren pekat dengan catatan perawatannya menggunakan bahan alami seperti hijauan berupa sayuran dan buah-buahan.

Kenari berwarna oranye pekat


Jadi merahnya kenari merah bukan seperti merahnya bendera atau merah darah. Karena merahnya warna bulu pada kenari merah itu hasil dari pencampuran warna merah dan kuning. Jadinya warna oren pekat, semakin pekat mak akan semakin bagus.

Baca juga : Red Siskin, Burung Pipit Berwarna Merah dan Hitam Mencolok yang Menawan

Seiring berkembangnya jaman, burung kenari merah yang dahulu dihasilkan dari persilangan kenari kuning dengan red siskin sekarang sudah di upgrade. Yakni dengan menyilangkan kembali burung kenari merah dengan tetuanya yaitu red siskin.

Kenari merah harus selalu dijaga asupan makanannya


Hasil anakannya sudah mendekati warna red siskin sendiri. Banyak cara yang dapat dilakukan oleh para penangkar untuk menghasilkan kenari merah. Mulai dari penggunaan pigmen warna (colourfood) hingga perlakuan pakan.

Salah satu faktor penentu untuk bisa memunculkan maupun menjaga warna pada kenari merah adalah asupan beta karoten pada makanannya. Salah satu hal yang tidak boleh ditinggalkan dalam merawat kenari merah adalah pemberian pakan yang mengandung pigmen alami.

Kenari Red Isabel Frost


Tanpa dukungan makanan yang mengandung beta karoten, warna merahnya akan memudar dan berubah menjadi kuning atau orange normal. Khususnya ketika burung mengalami perganti bulu dan pada masa berkembang biak.

Intensitas warna merah yang memuncukan varian/strain kenari red intensive, rose, dan red mozaik ditentukan pula oleh faktor lain, yakni faktor genetik (keturunan). Jadi ada dua faktor inti yang mempengaruhi penampilan warna pada kenari merah, yaitu genetik dan beta karoten dalam pakan.

Red intensive, misalnya, merupakan hasil perkawinan silang antara kenari kuning dengan red siskin. Warna anakan / F1 tidak langsung merah, tetapi oranye atau perpaduan antara oranye dan merah. Warna ini akan menjadi merah pekat jika burung diberikan pigmen alami melalui pakannya.

Karena itu, meski memiliki kenari merah, tetapi kalau dalam perawatannya tidak pernah memberikan makanan yang kaya akan beta karoten, maka warnanya tidak akan bisa bertahan merah. Dalam kasus red intensive, warna akan berubah ke warna aslinya (oranye) saat burung memasuki masa mabung atau saat bertelur.

Kenari Red Isabel Mosaic


Dalam perkembangannya, masih banyak orang yang salah menafsirkan warna dari kenari jenis ini. Misalnya kenari yang mendekati warna wortel atau orange intensive masih saja sering disebut kenari merah jenis red intensive.

Baca juga : Merawat Kenari yang Benar agar tetap Sehat dan Rajin Berkicau

Di pasaran memang banyak dikual obat kimia untuk menangani pigmen warna merah. Namun obat-obatan berbahan kimia tersebut jika diberikan terus menerus dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang tidak baik bagi burung tersebut.

Kenari Black Red


Sebenarnya beta karoten sudah ada dalam beberapa jenis sayuran dan buah-buahan yang kerap menjadi konsumsi burung kenari. Misalnya wortel, brokoli, tomat, buah cherry, labu, dan kentang manis. Buah wortel, misalnya, bisa diparut dan diberikan kepada kenari.

Yang perlu diingat, pemberian makanan itu hanya bersifat sementara dalam menahan pigmen warna merah pada bulu kenari merah. Ketika tidak bisa menyediakan menu yang kaya beta karoten secara rutin, maka warna merahnya berangsur-angsur memudar, dan kembali ke warna asalnya yaitu oranye.

Kenari Merah begitu mempesona


Prinsip kerja beta karoten pada kenari merah mirip dengan itik-itik yang dipelihara peternak di Kabupaten Brebes, di mana kuning telur (yolk) tidak berwarna kuning sebagaimana lazimnya, tetapi oranye-merah atau merah, karena itik biasa diberi pakan berupa kepala udang. Ketika dibuat telur asin, bagian yolk berwarna merah, berminyak, dan masir akibat kandungan beta karoten.

Harus hati-hati dalam membeli kenari merah. Lebih baik ditanyakan juga asal-usul dan makanan yang diberikan kepada burung kenari merah tersebut. Karena hal ini bisa menentukan apakah kenari tersebut memang red-factor atau sekadar kenari oranye terang yang mirip warna merah. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kenari Merah, Kenari Hasil Persilangan yang Mampu Membius Penghobi Burung Kenari


Sabtu, 23 Agustus 2025

Manyar, Burung Pembuat Sarang Paling Rumit dan Unik



Manyar merupakan burung yang memiliki keunikan dalam membuat sarang, karena sarangnya terkenal unik dan rumit. Seperti halnya burung namdur yang membuat sarang secantik mungkin untuk memikat burung betina, burung manyar jantan juga memiliki perilaku yang demikian.

Burung manyar sempat dipandang sebelah mata oleh sebagian kicau mania tanah air. Burung ini dulu sering dijumpai dalam kandang ombyokan di beberapa pasar burung, seperti halnya burung pipit. Burung manyar sebenarnya mempunyai kicau tidak kalah dari kenari, blackthroat, dan mozambik, jika merawat dan melatih burung ini semenjak muda atau trotolan.

Bahkan, burung manyar bisa dimaster sekaligus dijadikan burung masteran. Burung manyar dulu hanya dikenal dari suaranya yang melengking tinggi, dengan beberapa variasi suara yang oleh sebagian kicau mania dinilai kurang enak didengar dan terdengar monoton.

Manyar tempua (Ploceus philippinus)


Tetapi, dalam perkembangannya, burung manyar ini bisa dilatih dengan berbagai macam suara, terutama suara burung kenari, blackthroat, dan mozambik. Burung manyar memiliki kemampuan meniru kicauan ketiga jenis burung tersebut dengan sangat fasih.

Baca juga : Pipit Matari, Pipit Cantik dari Tanah Papua

Bahkan tidak menutup kemungkinan kalau burung manyar ini mampu meniru suara kicauan jenis burung berkicau lainnya. Manyar merupakan jenis burung pemakan biji-bijian (granivora), habitatnya di padang rumput, hutan, rawa, dan persawahan.

Manyar jambul (Ploceus manyar)


Manyar termasuk dalam keluarga Ploceidae. Burung manyar merupakan burung penyanyi kecil (passerine) dan memiliki hubungan keluarga dengan burung finch. Burung manyar mempunyai karakter atau sifat gotong royong yang tinggi terutama dalam hal membuat sarang dan mencari makanan.

Burung manyar hidup secara berkelompok. Dalam satu kelompok biasanya terdapat hingga 300 pasangan. Burung ini biasa mencari makanan di daerah semak-semak akasia berduri. Selain itu, burung manyar juga sangatlah protektif terhadap keluarga dan teman temannya. Hal itu bertujuan untuk saling melindungi dan menjaga satu sama lain.

Di seluruh dunia terdapat 119 spesies burung yang termasuk dalam keluarga ini. Dari jumlah tersebut, empat spesies di antaranya terdapat di Asia Tenggara, dan tiga di antaranya bisa dijumpai di Indonesia. Yaitu Manyar tempua (Ploceus philippinus), Manyar jambul (Ploceus manyar), dan Manyar emas (Ploceus hypoxanthus). Sayang, kini burung unik ini kian susah ditemui.

Musim berbiak burung manyar dimulai pada bulan April hingga Oktober. Seekor pejantan dapat mengawini lebih dari satu betina. Keberhasilan seekor pejantan dalam mengawini betina sangat bergantung pada “kesempurnaan” sarang yang dibangunnya.

Manyar emas (Ploceus hypoxanthus)


Burung manyar memiliki keunikan dalam membuat sarangnya. Burung manyar jantan mulai menenun sarangnya menjelang musim kawin tiba. Si jantan akan membangun sarang yang cantik, untuk dipersembahkan kepada burung betina. Burung manyar tidak mau begitu saja menerima rayuan burung jantan.

Baca juga : Red Siskin, Burung Pipit Berwarna Merah dan Hitam Mencolok yang Menawan

Burung betina yang tertarik pada jantan tertentu akan menyelidiki sarang sang jantan dengan cermat, dan bila sang betina berkenan, maka perkawinan dapat terjadi. Jika sarang memang oke, burung jantan berhak mengawininya. Jika sarang acak-acakan, murahan, maka si jantan akan tereliminasi sebagai calon pasangannya.

Burung manyar jantan tengah membangun sarangnya


Ketika burung manyar jantan tahu dan sadar bahwa sarang hasil anyamannya tidak disukai oleh burung betina maka burung manyar jantan akan melakukan perubahan terhadap bentuk sarangnya (dekonstruksi). Manyar jantan akan membangun ulang sarang yang dibuatnya, hingga sang betina tertarik.

Sarang burung manyar berbentuk sangat unik dan rumit sehingga dalam bahasa Inggris disebut “weaver bird” (burung penenun). Beberapa jenis sarang burung manyar dilengkapi dengan “pintu tipuan” untuk mengelabui predator.

Pintu tersebut tampak jelas menganga, sementara pintu yang sebenarnya tersembunyi. Pemangsa yang mencoba masuk pintu tipuan akan menemui jalan buntu, tidak terhubung ke rongga tempat telur atau anak burung berada.

Arsitektur atau konstruksi sarang burung manyar ini sangat estetik, dianyam dari rumput-rumput kering dan ranting. Dan memiliki fungsi sangat penting bagi seekor burung manyar jantan, karena sarang burung manyar yang dianyam tersebut akan mempengaruhi daya tarik bagi seekor burung manyar betina.

Burung manyar jantan memanggil si betina untuk melihat sarang yang telah dibangunnya


Burung manyar akan melakukan berbagai cara untuk membangun sarangnya yang cantik, untuk menarik perhatian pasangannya. Burung penenun (weaver) ini biasanya memilih batang pepohonan sebagai tempat untuk membangun sarangnya. Sarang burung manyar umumnya berukuran kecil.

Baca juga : Zebra Finch, Burung Pipit dengan Warna Bulu Bermotif Zebra

Dan hanya sanggup dimasuki dua ekor burung saja, yaitu induk jantan dan betina. Tetapi tidak demikian dengan kawanan burung manyar di Gurun Kalahari, Afrika Selatan. Burung jenis ini memilih membangun sarang di tiang telepon yang berjajar, dengan menggunakan rumput dan ranting-ranting kering.

Sarang kawanan burung manyar di Gurun Kalahari, Afrika Selatan


Sulit membayangkan bagaimana mungkin burung sekecil itu bisa membangun sarang yang tinggi, berdiameter besar, bahkan bobotnya bisa mencapai 1 ton. Sarang raksasa itu bisa dihuni oleh lebih dari 100 pasang burung manyar di dalamnya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Manyar, Burung yang Memiliki Keunikan dalam Membuat Sarang


Senin, 18 Agustus 2025

Pipit Matari, Pipit Cantik dari Tanah Papua



Pipit Matari (Neochmia phaeton evangeline) merupakan burung kecil yang dikenal karena warna bulu merah cerah dan sifatnya yang agresif. Pipit matari termasuk salah satu jenis burung finch, dan hanya bisa ditemukan di Papua serta Australia. Burung pipit matari memang cantik dari aspek penampilan dan warna bulunya. Tetapi suara kicauannya cenderung kurang berirama. Jadi, pipit matari lebih tepat dikelompokkan sebagai burung hias.

Burung ini mempunyai bulu khas berwarna merah cerah dan dikenal karena agresinya. Pipit matari mempunyai tubuh berukuran kecil dengan panjang sekitar 13 cm. Bagian muka hingga dada berwarna merah terang, perut putih, punggung dan sayap cokelat, kaki kuning, dan ekor berbentuk meruncing.

Burung yang di dunia Internasional disebut Crimson Finch ini hanya terdiri atas dua ras/subspesies dengan wilayah persebaran yang berbeda, serta memiliki sedikit perbedaan penampilan. Kedua ras tersebut adalah Neochmia phaeton phaeton, ras ini mempunyai wilayah persebaran mulai dari wilayah utara Australia Barat.

Pipit matari ras Australia/Black-bellied Crimson Finch (Neochmia phaeton phaeton)


Kemudian di wilayah utara Northern Territory hingga Queensland. Pipit matari ras Australia memiliki bulu perut berwarna hitam. Sehingga dalam literatur perburungan internasional disebut dengan black-bellied crimson finch.

Baca juga : Bondol Hijau, Finch Cantik yang Jarang Dilirik

Berikutnya Neochmia phaeton evangeline, ras ini memiliki wilayah persebaran di wilayah selatan Papua dan ujung timur-laut Austalia. Pipit matari ras papua memiliki perut berwarna putih (white-bellied crimson finch), dengan ekor lebih pendek daripada saudaranya yang ada di Australia.

Pipit matari ras Papua/White-bellied Crimson Finch (Neochmia phaeton evangeline)


Pipit matari hidup dalam kelompok burung kecil atau dalam kawanan besar bergerombol, bercampur bersama jenis pipit lainnya seperti bondol. Pipit matari memiliki habitat beragam, seperti savana, hutan bambu, padang rumput yang berawa, areal perkebunan, hingga daerah dengan rumput tinggi di dekat danau atau tepian sungai.

Habitat favorit pipit matari adalah daerah dengan rumput tinggi dan lebat. Burung ini biasanya tinggal di dekat lahan basah (vegetasi riparian) yang memiliki banyak pohon pandan. Untuk bersarang, pipit matari memanfaatkan semak belukar dan semak kering untuk membuat sarang di pangkal pohon pandan. Sarang juga biasanya didirikan di dalam dahan pohon yang berlubang.

Sepasang pipit matari di penangkaran


Pipit matari jantan dan betina bisa dibedakan dari penampilan dan warna bulunya. Burung jantan mempunyai bulu-bulu dengan warna merah yang lebih terang di bagian dadanya. Sebaliknya, burung betina memiliki berwarna lebih kusam atau lebih keabu-abuan.

Baca juga : Emprit Jepang, Jenis Finch Hasil Silangan untuk Dijadikan Peliharaan

Untuk berkembang biak, sistem perkawinan utama pipit matari adalah monogami. matari dikenal non-teritorial dan membangun sarang di dekat sarang burung lain. Pipit matari terutama bersarang di daerah yang terletak di pusat vegetasi riparian dan sungai.

Habitat favorit pipit matari di daerah dengan rumput tinggi dan lebat


Tidak seperti burung passerine selatan lainnya yang memiliki sarang kecil, pipit matari memiliki ukuran lingkaran sarang yang besar. Penyimpangan ini dapat dijelaskan dengan tingginya tingkat pemangsaan sarang oleh reptil. Burung pipit matari dapat berlaku sangat agresif dan kerap menyerang burung lain, terutama saat berkembang biak.

Burung jantan dan betina akan saling membantu-membantu dalam membangun sarang. Pipit matari betina bertelur sebanyak 6 butir yang berwarna putih, dan mulai mengerami sekitar 4 hari setelah telur pertama diletakkan. Kedua indukan akan bergantian mengerami telur-telur tersebut.

Pipit matari remaja


Setelah menetas, kedua induk juga akan bergantian merawat dan memberi makan anak-anaknya. Saat berumur 4 minggu, anakan pipit matari bisa keluar dari sarangnya, namun tetap diberi makan oleh kedua induknya selama 4 minggu berikutnya sampai bisa makan sendiri.

Baca juga : Zebra Finch, Burung Pipit dengan Warna Bulu Bermotif Zebra 

Pipit matari terkenal karena perilaku agresifnya, maka burung ini mendapatkan julukan “pipit darah” dan “pipit pembunuh”. Jantan agresif terhadap burung dari spesies yang sama maupun spesies yang berbeda. Burung pipit matari betina juga menunjukkan perilaku agresif yang sama terhadap penyusup jika sedang mengerami. Namun, sedikit yang diketahui tentang perilaku agresi burung pipit matari betina.

Burung pipit matari adalah burung pemakan biji-bijian


Burung pipit matari pemakan biji-bijian terutama memakan biji rumput. Salah satu contohnya adalah Xerochloa imberbis, sejenis rumput padi. Pipit matari juga memakan serangga. Pipit matari memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi (70-96%). Burung ini dapat hidup hingga 5 tahun dan lebih.

Menurut Daftar Merah IUCN, burung pipit matari diklasifikasikan sebagai “paling tidak diperhatikan” Populasi saat ini stabil dan tidak melihat ancaman substansial. Namun, habitatnya sudah rentan akibat perubahan peruntukan lahan dan pembangunan. Meskipun demikian, pipit matari telah beradaptasi dan belum menemui masalah yang signifikan seperti yang ditunjukkan oleh keberhasilan bersarang dan berkembang biak burung ini yang tidak terpengaruh. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Pipit Matari, si Cantik dari Tanah Papua yang Agresif


Kamis, 14 Agustus 2025

Zebra Finch, Burung Pipit dengan Warna Bulu Bermotif Zebra



Zebra Finch atau Pipit Zebra (Taenopygia guttata) merupakan salah satu burung yang masih tergolong kedalam jenis burung finch dengan postur kecil tapi lincah dengan warna memukau, sehingga banyak peminatnya. Daya tarik burung ini terdapat pada bagian warna bulunya yang belang-belang menyerupai motif zebra. Tampilan seperti zebra itulah yang membuat burung ini dinamakan Zebra Finch.

Burung Pipit Zebra merupakan salah satu dari dua spesies yang ada dalam genus Taenopygia dari keluarga Estrildidae. Satu spesies lagi adalah double-barred finch (Taenopygia bichenovii). Keluarga Estrildidae terdiri atas 29 genus, termasuk Taenopygia dan Padda yang mempunyai spesies gelatik jawa (Padda oryzivora).

Burung Zebra Finch banyak dijumpai di Pulau Timor, baik itu masih masuk dalam wilayah Indonesia atau pun yang sudah memasuki wilayah Timor Leste, dan juga kawasan Australia. Saat ini burung yang lebih dikenal dengan sebutan Pipit Zebra ini sudah dikembangbiakan di Brazil, Portugal, Puerto Rico, hingga Amerika Serikat.

Koloni Zebra Finch di alam liar


Burung Pipit Zebra atau Zebra Finch ternyata memiliki sifat sangat setia terhadap pasangannya di alam liar. Bahkan dalam penelitian yang dilakukan Dr Simon Griffith, ahli perburungan Universitas Macquire Australia, terungkap kalau burung ini memiliki sifat sangat monogami ketimbang jenis burung lain.

Baca juga : Bondol Hijau, Finch Cantik yang Jarang Dilirik

Selain sangat populer sebagai burung peliharaan, ternyata burung Pipit Zebra juga kerap dijadikan objek penelitian sejumlah ornitholog. Dimulai dari penelitian perihal reproduksi, komunikasi antar burung, dan yang paling sering adalah perilaku burung itu sendiri.

Di habitat alaminya, Zebra Finch selalu berada tidak jauh dari sumber air


Zebra Finch tergolong burung kecil dengan panjang sekitar 10 cm dan beratnya sekitar 10-20 gram. Ciri khasnya itu ada garis hitam yang mirip zebra di bagian sayap dan ekor. Burung jantan biasanya punya warna abu-abu dengan pipi jingga dan bintik jingga di perut, sedangkan betina lebih polos dan kalem.

Zebra Finch di alam liar biasanya bisa ditemui di berbagai tempat, sepertik padang rumput, semak-semak, dan daerah berpohon dekat air. Spesies burung ini menetap sepanjang tahun dan cenderung lebih aktif saat siang hari. Zebra Finch hidup dalam kawanan besar yang jumlahnya bisa mencapai 100 individu.

Akan tetapi, saat sedang mencari makan, burung ini akan membentuk kelompok yang lebih kecil yang jumlahnya kisaran 50 individu. Zebra Finch mengenali anggota kelompoknya melalui nyanyian. Burung ini sering melakukan perjalanan jarak jauh untuk mencari makanan, wilayah pertahanannya tidak terlalu besar dan biasanya hanya terbatas pada area yang mengelilingi lokasi sarangnya.

Menu makan utama dari zebra finch adalah biji-bijian, khususnya biji rumput. Mereka biasanya mengambil biji-bijian berukuran antara 1–2,6 milimeter panjangnya. Zebra Finch lebih suka benih yang lebih besar dan mudah dikupas. Burung ini juga melengkapi asupan nutrisinya dengan memangsa serangga seperti semut dan rayap. Sementara anak-anaknya memakan biji setengah matang.

Sepasang Zebra Finch


Zebra Finch menggunakan sinyal akustik untuk berkomunikasi dengan embrio. Mereka melakukan panggilan inkubasi pada telurnya saat cuaca panas, kisaran di atas 26 derajat celcius dan pada saat akhir masa inkubasi. Menariknya, panggilan tersebut mengubah pertumbuhan dan perilaku anak burung.

Baca juga : Red Siskin, Burung Pipit Berwarna Merah dan Hitam Mencolok yang Menawan

Anak burung Zebra Fnch yang diberi panggilan inkubasi mempunyai berat lebih kecil di akhir fase bersarang saat anakan ini merasakan suhu sarang yang lebih tinggi. Selain itu, anak burung tersebut kemungkinan besar akan bersuara ketika suhu sarang tinggi.

Zebra Finch mengerami bersama telur-telurnya


Burung Zebra Finch jantan dan betina yang sudah dewasa memiliki perbedaan nyata dari penampilan fisiknya. Burung jantan memiliki bulu-bulu yang cerah dan berwarna-warni, dengan garis hitam pada bagian dadanya, bintik-bintik putih pada sayap, pipi berwarna oranye, serta paruh merah gelap. Pada bagian dagunya juga terlihat pola garis-garis.

Burung betina tidak memiliki bintik-bintik putih pada sayapnya. Pipinya juga tidak oranye, tetapi sama seperti warna bulu tubuhnya, atau terkadang abu-abu muda. Selain itu, warna paruhnya lebih terang daripada jantan. Jika paruh jantan merah-gelap, maka paruh betina lebih terlihat oranye.

Tidak hanya panggilan bersarangnya yang unik, Zebra Finch jantan punya kemampuan bernyanyi luar biasa. Zebra Finch jantan bisa menyuarakan nyanyian indah untuk memikat pasangannya. Jantan belajar bernyanyi dari induk jantanya. Zebra Finch jantan mulai berlatih bernyanyi selama beberapa minggu pertama kehidupannya.

Salah satu studi mengatakan bahwa jantan bahkan masih lypsinc saat sedang tidur, mungkin dilakukannya untuk menyimpan informasi berjangka panjang tentang lagu tersebut. Walaupun mereka belajar bernyanyi, anak burung akan menambahkan versinya sendiri sehingga tidak ada dua lagu yang sama persis.

Zebra Finch remaja


Musim kawin zebra finch sangat beragam, burung ini bisa kawin kapan pun sepanjang tahun. Sistem perkawinannya adalah monogami, membentuk hubungan yang berlangsung seumur hidupnya. Pada saat memasuki musim kawin burung zebra finch jantan menari-nari dan pamer corak bulunya agar mendapatkan perhatian dari burung betina.

Baca juga : Emprit Jepang, Jenis Finch Hasil Silangan untuk Dijadikan Peliharaan 

Setelah berjodoh, pasangan ini bakal segera mencari tempat untuk membuat sarang. Biasanya sarangnya dibuat diantara semak-semak, dahan pohon, atau bahkan di dalam lubang pohon. Induk betina akan bertelur sebanyak 5-8 butir telur berwarna putih.

Kini telah banyak breeder Zebra Finch


Pada peneluran yang terakhir, induk betina langsung mengerami telur-telurnya. Ia akan menghabiskan sebagian waktu untuk mengerami telur-telurnya, tetapi biasanya bergiliran dengan induk jantan. Saat pejantan mengerami telur, betina keluar dari sarang untuk makan dan minum. Telur akan menetas setelah 14 hari pengeraman.

Anak burung bakal dirawat sama dua orang tua mereka selama 18-21 hari sebelum akhirnya bisa terbang dan hidup mandiri. Dalam beberapa minggu, anak burung itu bakal tumbuh jadi burung dewasa dan siap cari jodoh sendiri. Anak-anak zebra finch bisa terbang 17 – 18 hari setelah menetas dan bisa mencari makan sendiri sekitar 35 hari kemudian. Anak-anak zebra finch mencapai usia dewasa setelah berumur 36 – 50 hari. Siap kawin saat berusia 80 hari.

Zebra Finch hasil budidaya


Burung kecil ini tentu saja kerap menjadi incaran pemangsa, dijadikan sebagai santapan lezat untuk memenuhi rasa lapar. Bagaimana cara zebra finch melarikan diri? Karena ancaman pemangsa, zebra finch memilih berkumpul dalam kawanan di semak-semak atau pepohonan di dekat sumber air.

Zebra finch akan memanfaatkan kondisi itu dengan baik, berkumpul sambil meminum air.Zebra finch diketahui meminum sekitar 3 milimeter air per harinya. Saat suhu lebih panas atau mencapai 40 derajat celcius, bisa minum sebanyak 6 – 12 milimeter. Zebra finch hanya minum selama beberapa detik, setelahnya mandi selama semenit. Burung ini juga pandai bersolek, zebra finch akan mengeringkan dan meminyaki bulunya. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Zebra Finch, Burung Berpostur Kecil Lincah dengan Warna Bulu Memukau Bermotif Mirip Zebra


Selasa, 05 Agustus 2025

Edel Sanger, Suaranya yang Merdu dan Ngerol Cocok untuk Masteran Semua Jenis Finch



Edel Sanger (Serinus leucopygius) merupakan burung pemakan biji-bijian yang mempunyai kicauan yang melodius dan masih termasuk salah satu burung dari jenis finch. Burung ini sering disebut juga dengan herda sanger/gray singing finch, suaranya kerap dijadikan isian bagi burung kenari.

Kualitas kicauannya sebagai burung master memang tidak sebagus kerabat dekatnya, Blackthroat (Serinus atrogularis), namun edel sanger memiliki penggemar tersendiri, baik di Indonesia maupun di mancanegara. Meski posturnya lebih kecil daripada blackthroat, kicauannya sangat lantang dan ngerol sehingga digemari para kicaumania.

Selama ini, informasi tentang burung edel sanger di Indonesia belum sebanyak blackthroat dan burung finch lainnya, baik masalah perawatan, apalagi teknis penangkarannya. Sebagaimana blackthroat, burung edel sanger juga berasal dari Afrika. Spesies ini sudah masuk ke Indonesia sejak puluhan tahun lalu.

Edel Sanger di habitat aslinya


Di mancanegara, burung sanger juga memiliki nama popular, yakni white-rumped seedeater. Wilayah persebarannya sama seperti blackthroat, yakni di Afrika. Bahkan kalau dilihat sepintas, penampilan keduanya memiliki kemiripan.

Baca juga : Kenari, Burung dengan Suara Merdu dan Warna Mencolok yang Sangat Populer di Dunia

Tetapi jika diperhatikan secara teliti, ada beberapa perbedaan yang cukup mencolok. Selain itu, edel sanger tidak memiliki warna bulu kuning pada pangkal ekornya. Motif bulunya juga tidak setegas burung blackthroat. Kendati demikian, keduanya memiliki karakter suara ngerol yang sangat mirip.

Edel Sanger mempunyai ukuran tubuh kecil dengan warna bulu abu-abu pucat


Namun karena ukurannya yang lebih kecil daripada blackthroat, dan penampilannya pun kurang menarik, burung ini kurang mendapatkan perhatian dari kalangan kicaumania. Ukuran tubuh edel sanger termasuk kecil, yakni sekitar 10 – 12 cm.

Suara kicauan burung edel sanger cukup lantang dengan suara ngerol yang khas mirip kenari, tetapi edel sanger kurang mendapat perhatian penggemar burung berkicau lantaran minimnya informasi mengenai perawatannya. Padahal burung edel sanger juga memiliki suara kicauan menarik. Hal ini juga diakui sejumlah penangkar sanger di berbagai negara.

Sanger bahkan dianggap sebagai burung yang mempunyai kualitas suara yang paling melodius dibandingkan dengan semua jenis burung finch lainnya. Edel sanger memiliki kualitas kicauan tersendiri dengan kemampuan ngerolnya yang ciamik.

Di habitat aslinya, burung sanger memiliki wilayah persebaran mulai dari Afrika Selatan, wilayah timur Senegal, hingga Sudan. Di alam liar, spesies ini banyak dijumpai di kawasan perkebunan, peternakan, bahkan perkampungan penduduk.

Blackthroat kerabat dekat Edel Sanger


Ada tiga sub spesies atau ras burung sanger, yaitu Serinus leucopygius leucopygius dengan wilayah persebaran meliputi Sudan, wilayah selatan Ethiopia, dan kawasan selatan Uganda. Serinus leucopygius pallens, dengan pesebarannya yang terbatas di wilayah utaraNigeria. Dan Serinus leucopygius riggenbachi, dengan wilayah persebaran di Senegal hingga wilayah barat Sudan.

Baca juga : Blackthroat, Bangsa Burung Penyanyi dari Benua Afrika yang Mempesona

Sexing atau cara untuk membedakan jenis kelamin pada burung edel sanger memang sangat menyulitkan. Karena spesies ini merupakan burung monomorfik seksual. Artinya burung jantan dan betina memiliki penampilan fisik yang nyaris sama.

Mozambik, burung yang memiliki perilaku sangat agresif seperti halnya Edel Sanger


Kalangan sanger mania, terutama yang sudah berpengalaman, bisa membedakannya setelah burung dewasa, melalui suara kicauannya. Sebab hanya burung jantan yang memiliki suara kicauan bervariasi, sedangkan edel sanger betina hanya memiliki suara panggilan yang monoton.

Beberapa penangkar edel sanger yang telah berpengalaman juga memiliki patokan dalam melakukan sexing. Misalnya, dengan mencermati bercak putih di bagian bawah paruhnya. Pada burung jantan, bercak putih ini cukup jelas terlihat ketimbang pada burung betina. Bercak putih juga bisa terlihat ketika burung jantan mengembangkan tenggorokannya saat berkicau.

Sexing yang lebih akurat justru bisa dilakukan dengan mendengar suara kicauannya. Burung jantan pasti akan berkicau dengan penuh variasi, juga lebih rajin ngeriwik. Adapun suara kicauan burung betina cenderung monoton. Burung edel sanger jantan dan edel sanger betina sama-sama berkicau.

Burung edel sanger betina hanya berbunyi pada waktu-waktu tertentu saja misalnya ketika sedang birahi atau ingin kawin. Edel sanger betina pada saat seperti itu bisa berkicau dengan nyaring, meskipun tidak ngerol seperti burung edel sanger jantan.

Seekor Edel Sanger tengah mandi di sumber air


Dalam setiap bertelur, induk betina biasanya akan bertelur sebanyak 2-3 butir setiap periode peneluran. Induk betina akan mengerami telurnya selama 14 hari. Biasanya baik induk jantan maupun induk betina akan merawat anak-anaknya. Anakan yang menetas sudah bisa keluar dari sarang saat berumur 3 minggu. Setelah berusia 1 bulan., anakan telah mampu makan sendiri.

Baca juga : Mozambik, Burung Kenari Kuning Afrika Bersuara Merdu dan Berumur Panjang

Sebagaimana burung mozambik (green singin finch), sanger memiliki perilaku sangat agresif terhadap burung sejenis lain. Sanger merupakan burung yang bersifat teritorial. Sifatnya bisa berubah menjadi sangat agresif ketika melihat ada burung sejenis tidak jauh dari sangkarnya.

Budidaya Edel Sanger di sangkar minimalis


Tetapi sanger sangat kompatibel jika disatukan dengan jenis finch lainnya, misalnya blackthroat dan kenari. Tidak mengherankan jika edel sanger kerap disilangkan blackthroat, sehingga anakannya dikenal dengan sebutan blacksang. Blacksang merupakan persilangan antara blackthroat jantan dan sanger betina, atau bisa juga sebaliknya.

Anakan (F1) hasil silangan inilah yang disebut blacksang, yang rata-rata mewarisi 60% karakter suara blackthroat (speed dan lagu), serta 40% karakter sanger, terutama fisik (bodi, warna) dan suara kristal dengan tembakan khas sanger. Jika sejak piyik dimaster dengan suara indukannya, blacksang akan memiliki suara yang lebih dahsyat, yaitu suara ngerol dan cengkok khas blackthroat, dengan speed rapat dan suara kristal khas sanger. Inilah yang selama ini dicari-cari para penggemar blackthroat dan sanger. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Edel Sanger, Salah Satu Burung dari Jenis Finch Kerabat Dekat Blackthroat


Pesona Keindahan Mutasi pada Zebra Finch

Zebra Finch (Taeniopygia guttata) merupakan salah satu jenis finch yang cukup digemari di Indonesia. Sudah banyak kicau mania di Indonesia ...