Rabu, 09 Juli 2025

Upaya Mencegah Burung Kenari Sakit Karena Perubahan Musim



Burung Kenari (Serinus canaria) merupakan salah satu jenis burung kicau impor berukuran kecil yang memiliki bulu indah dan suara kicauan yang merdu. Banyak para kicau mania yang memeliharanya untuk dijadikan koleksi hewan peliharaan ataupun untuk mengikuti lomba burung kicauan.

Akan tetapi, untuk menghasilkan kenari gacor dan ngeplong tentu butuh tahapan-tahapan dalam perawatan hariannya, lebih-lebih ketika memasuki musim hujan. Karena hanya dengan perawatan yang baik, akan membuat burung tetap mampu tampil prima.

Para peternak kenari yang masih awal, sering kebingungan dengan cara merawat kenari pada musim ini. Merawat kenari di musim hujan dengan suhu udara lebih dingin dari biasanya harus dilakukan dengan baik dan benar supaya tetap sehat, hangat dan rajin berkicau tentunya.

Tanda kenari kurang sehat


Perubahan suhu dan cuaca secara ekstrem yang terjadi bisa membuat masalah buat burung-burung kesayangan, utamanya adalah kenari. Kenari gampang banget terserang penyakit jika ada perubahan cuaca yang terlalu tajam.

Kenari sangat rentan terhadap perubahan suhu dan cuaca yang terjadi secara tiba-tiba. Ketika suhu/cuaca berubah dari panas menjadi dingin/hujan, atau sebaliknya, maka tubuh kenari berusaha keras menyesuaikan dengan suhu sekitar.

Baca juga :  Kenari, Burung dengan Suara Merdu dan Warna Mencolok yang Sangat Populer di Dunia


Pakan bijian olahan yang menyehatkan untuk kenari


Saat itulah, imunitas/daya tahan tubuhnya akan berkurang. Hal tersebut membuatnya mudah terserang penyakit. Suhu yang cenderung berubah-ubah juga bisa memicu perkembangbiakan agen penyakit, terutama virus dan bakteri di dalam sangkar burung kenari.

Bila burung kenari kesayangan tidak dirawat dengan baik disaat musim hujan, maka akan berakibat fatal bagi kelangsungan hidup burung mungil ini. Biasanya kenari sakit atau tidak fit ditandai dengan mengembangkan bulunya, tidak nafsu makan, flu, dan malas berkicau.

Secara umum ada beberapa gejala yang muncul ketika burung kenari mengalami sakit akibat perubahan suhu/cuaca. Diantaranya gangguan/infeksi pada salutan pernafasan, flu yang ditandai dengan lubang hidung kerap mengeluarkan cairan, burung selalu bersin dan/atau batuk-batuk.

Oleh karena itu, diperlukan perawatan khusus buat burung kenari di musim hujan, atau saat ada perubahan cuaca atau suhu yang ekstrem. Setelah dilakukan perawatan yang maksimal, diharapkan kenari tetap sehat, tidak gampang sakit, dan rajin berkicau.

Baca juga : Kenari Lancashire, Salah Satu Burung Kenari Termahal Paling Digemari Pecinta Burung


Asupan sehat untuk kenari


Jika kondisi tersebut dibiarkan tanpa mendapat pengobatan, maka dampaknya bisa menjadi lebih buruk. Kenari yang sakit mudah sekali terserang penyakit lain yang bersumber dari virus, bakteri, dan parasit. Untuk mencegah hal tersebut, maka perawatan yang tepat harus segera diterapkan ketika kondisi suhu/cuaca mulai sering berubah-ubah.


Mencegah kenari sakit akibat perubahan suhu/cuaca

Berikut perawatan untuk mencegah kenari sakit akibat perubahan suhu/cuaca. Sebaiknya jangan menggantang sangkar di tempat yang terkena embusan angin, seperti di dekat lubang angin, tempat terbuka yang sering diterpa angin cukup kencang, dekat kipas angin, dan sebagainya.

Berikan kerodong untuk sangkar kenari


Sebaiknya, gantangkan sangkar kenari di tempat yang cukup aman dan terlindungi. Misalnya di teras rumah yang tertutup krey, atau diberikan full kerodong. Lebih amannya, burung diletakkan di dalam rumah/ruangan (tidak dikeluarkan).

Hindari pula menggantang atau meletakkan kenari yang ada di dalam sangkarnya di ruangan ber-AC. Burung yang terpapar udara dingin dari AC mudah sekali sakit ketika dipindah ke luar ruangan yang panas.

Selama suhu/cuaca tidak menentu, pemberian pakan bijian sebaiknya dikurangi. Kenari perlu mendapat pakan tambahan lebih banyak, baik buah maupun sayuran. Misalnya pisang, apel, pir, wortel, kangkung, jagung, dan sebagainya.

Untuk menjaga kondisi burung kenari, bisa juga diberikan pakan tambahan seperti egg food (telur puyuh) atau biji berkecambah. Jangan lupa menjaga kebersihan sangkar kenari, serta air minumnya. Lebih intens memperhatikan kondisi burung.

Kenari yang gacor pertanda dalam kondisi sehat


Perkuat daya tahan kenari dengan memberikan multivitamin yang mengandung berbagai jenis vitamin esensial. Vitamin akan ampuh dalam meningkatkan imunitas / daya tahan burung sehingga tidak mudah sakit.

Pada sore dan malam hari, sangkar dikerodong penuh, agar burung bisa beristirahat total sampai esok harinya. Jika dirasa suhu udara di malam hari terlapau dingin bisa dibantu dengan memberikan lampu di sangkar ataupun kandangnya agar tetap hangat. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Mencegah Kenari Sakit Akibat Perubahan Suhu/Cuaca


Minggu, 06 Juli 2025

Mozambik, Burung Kenari Kuning Afrika Bersuara Merdu dan Berumur Panjang



Mozambik (Serinus mozambicus) merupakan spesies burung finch berukuran kecil yang sangat aktif dan cukup cerewet. Kalau sudah berkicau, burung ini sering lupa berhenti. Burung ini memiliki suara kicauan yang indah, sehingga dikenal sebagai salah satu jenis green singing finch.

Mozambik masih satu ras kenari dan blackthroat, burung ini juga mempunyai suara kicauan seperti halnya blackthroat yakni ngerol dengan sped rapat dan volumenya keras. Dalam literatur perburungan internasional, burung imut ini disebut Yellow Fronted Canary.

Habitat asli burung mozambik ada di Benua Afrika. Di habitat aslinya, burung mozambik hidup di lingkungan terbuka seperti savana, ladang, dan kebun. Jadi mozambik lebih menyukai tempat terang dan luas, serta tidak terlalu suka dengan tempat yang tertutup rapat.

Sekelompok burung Mozambik sedang mandi di sumber air


Meskipun begitu, mozambik juga dapat ditemukan di berbagai tempat di dunia sebagai hewan peliharaan. Habitat mozambik di lingkungan yang panas, berbeda jauh dengan iklim tropis yang ada di Indonesia. Maka tidak heran, hal yang tersulit dalam merawat burung mozambik adalah proses adaptasi ketika dipelihara di Indonesia.

Baca juga : 

Burung mozambik memiliki warna-warna cerah yang menarik, terutama pada burung jantan. Mozambik termasuk burung finch yang cukup popular dan banyak dipelihara penggemar burung di seluruh dunia. Meski bertubuh kecil, burung ini sangat agresif. Pada umur 5 – 7 bulan, mozambik sudah umur dewasa kelamin.

Kicauan Mozambik mempunyai suara kicauan ngerol dengan sped rapat dan keras


Burung Mozambik punya karakter yang cukup tenang dan tidak agresif. Burung ini bisa dipelihara bersama jenis burung lain selama ukurannya tidak terlalu berbeda jauh. Namun tetap interaksi antar burung perlu diawasi karena masing-masing punya sifat unik.

Panjang tubuh mozambik sekitar 10 cm, namun ada juga yang mencapai 11 – 13 cm, hampir sama dengan jenis finch yang mirip dengan mozambik. Ada dua spesies burung yang menyerupai mozambik, yaitu kenari brimstone dan kenari white bellied. Burung-burung ini mempunyai warna, corak bulu, dan posturnya hampir sama.

Bagian punggung mozambik berwarna hijau, sedangkan kenari Brimstone bagian punggungnya berwarna kuning kehijauan, dengan garis-garis hijau gelap. Tepai tidak dengan White Bellied. Sebab warna punggung keduanya hampir sama. Bahkan kemiripan itu dijumpai pada hampir semua bagian tubuhnya.

Mozambik jantan dewasa memiliki bulu sayap dan ekor berwarna cokelat. Bagian bawah tubuh (dada, perut, dan pantat) berwarna kuning. Kepalanya berwarna kuning dengan mahkota yang berwarna abu-abu. Warna abu-abu juga dijumpai pada bagian tengkuk, dengan garis hitam yang memanjang. Burung betina memiliki kemiripan dengan burung jantan, hanya saja warnanya cenderung lebih kusam.

Burung Mozambik semakin sulit ditemui di habitat alaminya


Perbedaan burung jantan dewasa dan burung betina dewasa bisa dilihat dari kalung yang melingkari di bagian dadanya. Pada burung jantan dewasa tidak terdapat pola garis hitam yang menyerupai kalung di bagian dadanya. Sedangkan pada burung betina dewasa, kalung ini terlihat begitu jelas.

Baca juga : 

Metode sexing seperti tidak dapat diterapkan pada burung muda, baik jantan maupun betina. Sebab pola garis hitan yang menyerupai kalung belum muncul pada burung muda. Maka metode sexing yang digunakan harus berbeda, yaitu mengamati tingkat kecerahan warna bulunya.

Brimstone Canary


Burung jantan memiliki warna kuning cerah, sedangkan betina kuning kusam. Hal ini berlaku untuk burung muda maupun burung jantan. Masalah kecerahan warna antara burung jantan dan betina ini lazim dijumpai pada sebagian besar burung, bahkan terlihat pula pada ayam.

Hal ini disebabkan adanya perbedaan warna struktural antara burung jantan dan burung betina. Warna struktural dipengaruhi oleh partikel hamburan cahaya. Warna kuning terang, misalnya, disebabkan partikel hamburan cahaya di rongga udara dalam keratin, yang terdapat pada barb dan barbule.

Barb adalah bulu yang menempel di sepanjang batang bulu. Setiap barb memiliki ratusan cabang/ranting, yang disebut barbule. Warna struktural akan bekerja sama dengan warna pigmen dalam membentuk warna bulu burung secara keseluruhan. Makanya, jika melihat warna bulu pada burung jantan, umumnya lebih mengkilap daripada bulu betina.

Mozambik jantan dan betina sama-sama bisa berkicau. Hanya saja, kicauan jantan lebih bervariasi dan mirip suara kenari. Sedangkan kicauan betina lebih pendek dan kurang variatif (cenderung monoton) dalam struktur lagunya. Pada burung muda, jantan dan betina memiliki kemampuan berkicau yang hampir sama.

White Bellied Canary


Dalam beberapa kasus, burung mozambik muda betina terkadang lebih aktif berkicau daripada burung muda jantan. Karena itu, metode sexing tidak perlu dilakukan dengan mendengarkan kicauannya, kecuali jika burung sudah berumur 6 bulan atau lebih.

Baca juga : 

Burung mozambik merupakan burung jenis burung finch seperti halnya burung kenari, burung blackthroat, dan burung finch lainnya. Yang biasanya makanan yang biasa di konsumsi burung ini adalah biji-bijian, namun sedikit berbeda dengan burung mozambik, meskipun burung ini suka dengan pakan biji-bijian, burung mozambik ini lebih suka mengkonsumsi makanan dari sayuran.

Mozambik dapat ditangkarkan dengan sangkar sederhana


Bagi pemula, burung Mozambik sangat direkomendasikan. Selain mudah dirawat, burung ini juga tidak mudah stres. Lebih dari itu, kicauannya yang nyaring dan tajam sering dimanfaatkan sebagai masteran untuk burung lomba seperti murai batu atau kacer.

Burung mozambik saat ini makin jarang ditemukan di habitat aslinya di Afrika. Akibat maraknya perburuan liar. Peraturan mengenai perdagangan internasional untuk burung ini pun mulai diperketat. Saat ini sudah banyak orang yang menangkar burung ini, termasuk di Indonesia. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Mozambik, Kerabat Kenari dari Afrika dengan Kicauan Mirip Blackthroat


Sabtu, 05 Juli 2025

Finch, Kelompok Burung Kecil dengan Pesona Menyenangkan



Finch merupakan kelompok burung yang termasuk dalam famili Fringillidae. Juga bisa merujuk pada burung dari famili lain, seperti Emberizidae, Thraupidae, dan Estrildidae. Burung jenis ini dikenal dengan paruh pendek dan kuat yang cocok untuk memakan biji-bijian. Finch memiliki berbagai ukuran dan warna.

Burung finch terkenal karena keanekaragaman jenisnya, terutama dalam hal bentuk paruh yang disesuaikan dengan jenis makanannya. Burung finch memiliki berbagai bentuk paruh yang unik, yang merupakan hasil adaptasi terhadap jenis makanan yang berbeda-beda.

Sudah beberapa tahun belakangan, masyarakat Indonesia banyak yang jatuh hati pada burung finch atau pipit. Burung jenis ini banyak digemari lantaran keindahan bulunya yang berwarna-warni, beberapa mempunyai kicauan yang merdu. Di Amerika, Eropa, dan Australia, penghobi justru lebih tertarik memelihara atau menangkarkan burung jenis ini ketimbang burung kicauan.

Piyikan finch dengan bentuk mulut yang unik


Secara umum, pipit dan finch adalah dua istilah yang sering digunakan secara bergantian untuk merujuk pada burung-burung kecil dalam famili Fringillidae. Namun, “finch” adalah istilah yang lebih umum yang mencakup berbagai spesies burung, sementara “pipit” seringkali mengacu pada jenis-jenis tertentu dalam famili Estrildidae, yang juga termasuk dalam kelompok burung finch.

Baca juga : Pipit, Burung Pemakan Bijian dengan Warna Menarik yang Sering Dianggap Hama

Dalam konteks Indonesia, istilah “pipit” seringkali digunakan untuk menyebut burung-burung dalam famili Estrildidae, yang juga berkerabat dengan finch. Beberapa jenis pipit yang umum dikenal adalah Pipit Benggala (Strawberry Finch) dan Pipit Zebra (Taeniopygia guttata).

Large Ground finch (Geospiza magnirostris)


Meskipun ada hubungan kekerabatan yang dekat, perbedaan utama terletak pada cakupan istilah. Finch adalah istilah yang lebih luas, sementara pipit seringkali merujuk pada kelompok burung yang lebih spesifik. Jadi, bisa dikatakan bahwa semua pipit adalah finch, tetapi tidak semua finch adalah pipit.

Contohnya, burung finch seperti kenari, burung pipit zebra, dan burung pipit benggala (strawberry finch) adalah contoh burung yang termasuk dalam kelompok finch dan juga sering disebut sebagai pipit. Namun, istilah “pipit” juga bisa merujuk pada burung-burung lain yang lebih spesifik, seperti burung pipit di sawah atau burung pipit rumah yang umum dijumpai.

Finch adalah istilah umum untuk menyebut kelompok burung yang termasuk dalam famili Fringillidae. Kelompok burung ini berkerabat dengan burung pipit (famili Estrildidae) yang lebih sering dijumpai di lingkungan sekitar. Kedua kelompok tersebut adalah anggota ordo Passeriformes (burung kicau) yang merupakan ordo terbesar pada kelas aves (burung).

Anggota ordo Passeriformes yang terdiri dari sejumlah famili dan sub famili mewakili sekitar setengah dari keseluruhan jumlah spesies burung yang ada. Ada sekitar 240 spesies yang disebut finch sejati diklasifikasikan dalam famili Fringillidae. Istilah finch juga menjadi sebutan bagi burung-burung dari famili lain seperti Emberizidae, Thraupidae, dan juga Estrildidae.

Gouldian Finch (Erythrura gouldiae)


Spesies-spesies yang menjadi bagian dari kelompok burung finch memiliki karakteristik fisik yang beraneka ragam. Sebagai contoh, Siskin Tibet (Serinus thibetanus) memiliki panjang tubuh 11 centimeter. Ukuran tersebut lebih kecil daripada finch darat besar (Geospiza magnirostris) yang memiliki panjang tubuh 15 hingga 16 centimeter.

Baca juga : 

Burung finch darat besar (Large Ground finch) sendiri merupakan spesies burung finch dengan ukuran tubuh terbesar jika dibandingkan dengan spesies finch-finch lainnya yang sama-sama hidup di Kepulauan Galapagos, misalnya Geospiza fortis dan Geospiza fuliginosa.

Zebra Finch (Taeniopygia guttata)


Burung finch rata-rata memiliki rentang kehidupan 4 hingga 7 tahun saja. Namun ada juga yang rentang hidupnya hingga 20 tahun namun hal ini sangat jarang sekali ditemukan. Burung finch tergolong burung yang berukuran kecil, cukup-tenang, dan aktif.

Banyak jenis burung finch yang telah dikenal, dan hampir semuanya memiliki warna dan penampilan berbeda-beda. Meski begitu, penampilan anakan burung finch memiliki kemiripan antara spesies yang satu dan spesies lainnya Tanda ini biasa disebut mouth marking. Hal ini akan sedikit menyulitkan saat harus membeli jenis burung finch saat masih piyikan.

Belum diketahui secara pasti, apa sebenarnya fungsi tanda mulut pada piyikan burung finch. Dari beberapa literatur, salah satu manfaatnya adalah agar induknya bisa mengenali anakannya dengan mudah. Apalagi jika burung finch ini dipelihara dalam kandang koloni, yang berisi aneka jenis finch lainnya.

Dengan adanya tanda mulut yang unik pada anakan burung finch, maka seekor induk tetap bisa mengidentifikasi anaknya sendiri, meski dalam situasi sangat gelap sekalipun. Tanda di bagian atas mulut anakan burung finch itu tampak berkilauan ketika terbuka lebar, termasuk saat mereka kelaparan, sehingga induk bisa langsung memberinya pakan.

Owl Finch (Taeniopygia bichenovii)


Manfaat lainnya adalah untuk mengenali anak-anaknya dari keberadaan burung parasit. Hal ini bisa ditemukan pada perilaku burung pipit zebra (zebra finch) yang menolak anakan burung yang tak memiliki tanda unik pada mulutnya. Tanda mulut yang unik itu memang hanya dimiliki burung jenis finch saja. Dan tentu tidak akan dapat melihat tanda tersebut pada burung jenis lainnya.

Baca juga : 

Dari puluhan jenis burung finch di seluruh dunia, delapan jenis di antaranya sangat popular dan cukup digemari baik di Indonesia maupun mancanegara. Selain mudah dalam perawatannya, penampilannya yang cantik dan penuh warna cukup menggoda untuk disilangkan demi mendapatkan anakan dengan warna-warna unik yang menarik.

Blue Finch (Porphyrospiza caerulescens)


Walaupun banyak jenisnya, tidak semua spesies burung finch bisa ditemukan di pasaran. Hanya jenis lokal saja yang lebih mudah ditemukan. Beberapa spesies jarang ditemukan di pasaran. Berikut burung finch yang banyak penggemarnya, diantaranya Bondol oto hitam (Lonchura ferruginosa), Bondol hijau (Erythrura prasina), Gelatik jawa (Padda oryzivora), Emprit jepang (Lonchura striata domestica), Zebra finch (Taeniopygia guttata), Strawberry finch (Amandava amandava), Owl finch (Taeniopygia bichenovii), dan Long-tailed finch (Poephila acuticauda).

Red Strawberry Finch(Amandava amandava)


Finch merupakan kelompok burung yang menarik perhatian para ilmuwan dan pengamat alam karena keanekaragaman luar biasanya. Terdapat lebih dari 100 spesies finch yang tersebar di berbagai belahan dunia, namun khususnya dikenal karena adaptasi dan keanekaragaman yang mencolok di Kepulauan Galapagos.

Charles Darwin mengamati perbedaan bentuk paruh finch di berbagai pulau Galapagos, yang kemudian menjadi dasar teori evolusi. Paruh finch beradaptasi sesuai dengan sumber daya makanan yang tersedia di setiap pulau, menunjukkan kemampuan finch untuk berubah secara evolusioner. Keunikan adaptasi ini mencerminkan peran penting finch dalam memahami evolusi dan memberikan wawasan penting terhadap diversifikasi spesies di alam. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Finch, Burung Kecil dengan Bentuk Paruh dan Warna Beraneka Ragam


Rabu, 02 Juli 2025

Kenari Gloster, Burung Kenari yang Khusus Dikembangkan untuk Mendapatkan Burung Kenari dengan Model Unik



Kenari Gloster (Serinus canaria domesticus) merupakan salah satu jenis kenari yang mempunyai penampilan yang unik. Burung kenari termasuk burung favorit di antara para penghobi burung di tanah air. Saat ini di kalangan penggemar kenari di tanah air, dikenal ada 12 jenis burung kenari (baik jenis lokal maupun impor) yang bisa dipelihara, salah satunya adalah kenari gloster.

Burung kenari gloster adalah burung peliharaan populer yang berasal dari Gloucestershire, Inggris, sehingga dinamai demikian. Gloucestershire adalah sebuah county di Inggris yang terletak di bagian barat daya, dikenal dengan pemandangan indah seperti Cotswold Hills, Lembah Severn, dan Hutan Dean.

Burung Kenari


Namun, burung ini tidak ditemukan di alam liar di sana. Sebaliknya, burung ini dibiakkan dari berbagai jenis burung kenari peliharaan lainnya. Burung ini murni merupakan spesies peliharaan. Awalnya, para peternak bertujuan untuk mendapatkan jenis kenari yang lebih kecil dengan ciri-ciri khas seperti jambul (jika ada) dan tampilan yang estetis.

Baca juga : Kenari, Burung Kecil Bersuara Merdu dengan Beragam Postur dan Warna yang Menarik

Kenari gloster tidak ditemukan di alam liar, karena merupakan hasil pembiakan selektif pada awal abad kedua puluh, meskipun nenek moyangnya berasal dari Kepulauan Canary dan Azores. Jenis ini pertama kali diakui sebagai strain baru pada event kontes kenari di Crystal Palace di Inggris pada tahun 1925.

Roller Canary


Meskipun tidak ada catatan resmi tentang asal usul kenari gloster, tetapi banyak yang meyakini bahwa kenari gloster merupakan hasil pembiakan dari Roller Canary, Border Canary, dan Crested Canary. Pada awal tahun 1960-an, burung ini telah diekspor ke Amerika Serikat.

Jenis ini sangat populer di kalangan peternak pada masa itu karena keunikannya. Hingga pada tahun 1976, saat seekor burung kenari gloster memenangkan penghargaan Best in Show pada suatu event kontes burung kenari. Hal ini menandakan bahwa bahwa kehadiran kenari gloster telah diakui dan menarik perhatian penghobi burung kenari.

Dan kini, penggemar burung tertarik memelihara kenari gloster lebih karena bentukatau penampilannya yang unik bahkan bisa dikatakan lucu, daripada karena warna maupun suaranya. Kenari gloster termasuk jenis yang cukup mudah diingat karena memiliki ciri khas yaitu bulu di kepalanya yang terlihat seperti rambut manusia.

Kenari gloster dikenal karena bulu-bulu kecil dan berbulu di sekitar kepala yang membentuk mahkota yang mirip dengan topi khas dari Inggris. Burung kenari umumnya memang populer sebagai burung hias karena bulu-bulunya yang berwarna-warni, disamping itu suara kicauannya juga merdu dan nyaring.

Border Canary


Kenari gloster memiliki tubuh yang buncit (bundar dan pendek). Kenari jenis ini mempunyai bulu-bulu yang tebal. Meski demikian, suara kicauan burung ini cukup menarik juga. Dengan tubuhnya yang terlihat buncit, kenari gloster mampu menawan hati penggemarnya.

Baca juga : Kenari Lancashire, Salah Satu Burung Kenari Termahal Paling Digemari Pecinta Burung

Ada dua jenis kenari gloster yang dikenal, yaitu gloster jambul (Gloster Corona) dan gloster tanpa jambul (Gloster Consort). Jambul, yang dapat dilihat pada kepalanya seolah hasil potongan rambut dari penata rambut, adalah ciri yang paling membedakan dari burung ini.

Crested Canary


Gen jambul pada kenari gloster tersebut sifatnya lethal dominan. Sifat lethal dominan adalah sifat yang mematikan baik dalam keadaan homozigot (dua alel identik) maupun heterozigot (dua alel berbeda). Artinya, individu yang memiliki bahkan satu alel lethal dominan akan mengalami kematian, atau mengalami penyakit yang serius.

Ketika di kawinkan antara kenari gloster jambul (corona), maka telurnya tidak akan menetas, dan ketika menetaspun anakannya memiliki kelainan seperti tengkorak pada kepalanya cacat dan bisa menimbulkan kematian pada burung tersebut.

Bagi yang ingin mengembangbiakkan kenari gloster ini, maka sebaiknya diketahui pewarisan genetika pada burung ini. Corona x Corona, maka akan menghasilkan anakan consort 25 %, anakan corona 50 % dan 25 % anakannya mati (tidak direkomendasikan). Consort x Corona, akan menghasilkan anakan consort 50 %, anakan corona 50 %. Sedang Consort x Consort, akan menghasilkan anakan consort 100 %.

Burung kenari jenis gloster ini rata-rata memiliki panjang tubuh tidak lebih dari 11,25 cm. Burung ini mempunyai beberapa variasi warna yang umum yaitu hijau, kuning, dan cinnamon. Selama ini banyak orang yang menyamakan kenari gloster dengan kenari crested (Crested Canaries), meski perbedaannya tampak jelas.

Gloster Consort


Kenari crested memiliki postur tubuh yang lebih besar dan lebih panjang daripada kenari gloster. Secara fisik, burung ini berbadan lebar dan kekar, serta lehernya pendek. Penampilannya jauh lebih padat daripada varietas kenari lainnya, karena bulunya yang lebih tebal dan lebih lebat, namun saat ini sudah sangat jarang dijumpai.

Baca juga : Membedakan Jenis Kelamin Burung Kenari Lewat Pengamatan Fisik dan Tingkah Lakunya

Meskipun tujuan awal dari pengembangbiakan kenari gloster adalah fokus pada bentuk atau penampilannya sehingga menjadi kenari yang unik. Ternyata kenari gloster juga mempunyai suara kicauan yang tidak kalah menarik dibandingkan dengan suara kenari yang ada pada umumnya.

Gloster Corona terlihat lucu dengan potongan rambut layaknya karya seorang Barber ternama


Bahkan sebagian penggemar menganggap suara kicauan dari kenari gloster ternyata lebih kencang dan nyaring. Hal itulah yang membuat kenari ini menjadi cukup populer dan banyak dipelihara oleh para kenari mania di berbagai negara. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kenari Gloster, Kenari Bertubuh Tambun yang Menggemaskan


Senin, 30 Juni 2025

Membedakan Jenis Kelamin Burung Kenari Lewat Pengamatan Fisik dan Tingkah Lakunya






Memelihara burung kenari merupakan hobi yang menyenangkan, terutama karena suara merdunya serta warna bulu yang indah. Bagi para penggemar burung kenari, memahami perbedaan antara kenari jantan dan betina sangat penting, untuk memilih dan merawat burung kenari yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan tujuan tertentu.

Misalnya, untuk keperluan kontes kicau, biasanya pemilik akan memilih kenari jantan yang memiliki suara kicauan yang indah dan variatif. Sedangkan, jika tujuannya adalah untuk beternak, maka penghobi selain memilih kenari jantan juga akan memilih kenari betina yang memiliki kemampuan bertelur yang baik.

Namun, bagi pemula atau yang baru saja menyukai burung kenari, membedakan jenis kelamin kenari jantan dan betina bisa menjadi tantangan tersendiri. Tidak mudah memilih kenari jantan, terutama jika tidak dibekali pengetahuan yang mencukupi.

Membedakan jenis kelamin kenari dengan pengamatan fisik lebih mudah saat umur 7 bulan atau telah mencapai umur dewasa kelamin



Bahkan kicau manai yang berpengalaman pun bisa saja salah dalam mengidentifikasi jenis kelamin burung kenari. Pada dasarnya, cara membedakan jenis kelamin burung kenari tidak sulit untuk dilakukan. Sebab, perbedaan tersebut ditandai dengan sejumlah ciri-ciri fisik maupun tingkah laku.



Pengamatan fisik

Membedakan jenis kelamin kenari melalui pengamatan fisik lebih mudah dilakukan ketika burung sudah berumur 7 bulan atau lebih. Pada umur tersebut, kenari telah mencapai umur dewasa kelamin, di mana organ-organ reproduksinya sudah mulai berfungsi.

Cara memegang burung saat memeriksa kloaka dan perut kenari



Beberapa ciri fisik yang bisa diamati untuk menentukan jenis kelamin pada kenari antara lain, kenari jantan umumnya mempunyai tubuh lebih ramping, atletis, dan pose yang lebih tegak. Kenari betina umumnya mempunyai tubuh dan kepala yang lebih kecil dan bulat. Bulu-bulu pada kenari jantan tampak lebih tegas dan lebih cerah daripada kenari betina.

Setelah burung memasuki usia siap kawin, perbedaannya makin jelas terlihat, antara lain kenari jantan terlihat lebih sering memberi makan/meloloh kenari betina melalui paruhnya. Kenari jantan cenderung bersifat lebih agresif, sedangkan kenari betina akan menghabiskan waktunya dengan mengumpulkan bahan sarang dan menyusun sarangnya.

Kenari jantan dewasa, akan terlihat vennya menonjol



Apabila burung kenari yang telah berusia dewasa memiliki bentuk kloaka menonjol dan tegak lurus, maka dapat dipastikan berjenis kelamin jantan, sedangkan untuk kenari yang berjenis kelamin betina akan cenderung lebih datar/rata dan terlihat membengkak kemerahan, terutama jika sudah siap kawin.

 
Berikutnya yang bisa untuk menentukan jenis kelamin pada burung kenari adalah melihat bentuk perutnya. kenari jantan perutnya terlihat lebih datar daripada betina. Sedangkan pada betina, perutnya sedikit bengkak dan terlihat lebih bulat.

Kenari betina terlihat bahwa vennya sangat datar



Hal ini disebabkan oleh adanya organ reproduksi betina, yaitu ovarium, yang dapat membesar. Untuk mengetahuinya dapat dilakukan dengan cara memegang burung secara lembut dan membuka atau meniup bulu pangkal ekor untuk melihat perbedaan pada kloaka dan perutnya.

Pada usia dewasa ini, burung kenari juga bisa diidentifikasi jenis kelaminnya dari letak mata terhadap paruhnya. Mata burung kenari jantan biasanya terletak sejajar dengan paruhnya, sedangkan mata betina tidak sejajar dengan paruhnya (sedikit di atas garis paruh).

Kenari jantan berkicau lebih kencang dan variatif



Pengamatan perilaku

Kenari betina yang sudah mencapai umur dewasa kelamin atau siap kawin akan menunjukkan perilaku yang cukup unik ketika mendengar suara kicauan kenari jantan. Berdasarkan pengamatan, perilaku yang muncul pada kenari betina saat mencengar kicauan kenari jantan antara lain adalah membungkukkan badan sambil mengangkat kepala dan ekor. Kemudian menggetar-getarkan kedua sayapnya (ngeleper) dan kloakanya.


Tidak seperti kenari jantan yang memiliki suara kicauan bervariasi, kenari betina umumnya hanya mengeluarkan suara panggilan (call). Suara tersebut bisa kita dengarkan sebagai suara “cuitan” saja. Meski begitu, ada juga kenari betina yang memiliki kemampuan kicauan mirip kenari jantan.

Kenari jantan akan selalu mencumbu kenari betina


Biasanya hal itu terjadi pada kenari betina yang sudah berumur cukup mapan. Namun suaranya tidak akan sepanjang dan sevariatif kenari jantan, apalagi punya suara-suara isian. Suara kenari betina cenderung ngerol, dilagukan dengan durasi cukup pendek dan sering terpatah-patah. Hal inilah yang sering mengecoh para kicau mania, terutama pemula, sehingga menganggap kenari yang diamatinya berjenis kelamin jantan padahal betina.

Pada kenari, cincin di kaki dapat menunjukkan jenis kelaminnya. Pada umumnya, cincin di kaki kenari jantan berwarna lebih gelap dan lebih lebar daripada betina. Namun, perlu diingat bahwa hal ini tidak selalu akurat karena ada beberapa jenis kenari yang tidak menunjukkan perbedaan cincin kaki antara jantan dan betina.

Kenari betina lebih sering berada di dalam sarangnya



Selain itu dapat membedakan jenis kelaminnya dengan mengamati prilaku saat bertelur. Kenari betina yang sedang bertelur akan mencari bahan untuk membuat sarang, sedangkan kenari jantan tidak terlalu memperdulikan hal ini. Selain itu, kenari betina juga akan lebih sering memasuki sarang dan mengeluarkan suara yang berbeda saat sedang bertelur. (Ramlee)


Sumber : remen.id


Jumat, 27 Juni 2025

Pipit, Burung Pemakan Bijian dengan Warna Menarik yang Sering Dianggap Hama



Pipit (Estrildidae) merupakan burung pengicau berukuran kecil hingga sedang pemakan biji-bijian yang termasuk dalam keluarga Fringillidae. Banyak orang kemudian menyebut burung ini dengan istilah Finch. Sedangkan di Indonesia, burung ini kemudian disebut sebagai emprit atau bondol.

Untuk dapat menjumpai burung ini, cara terbaik adalah mengunjungi pedesaan yang masih memiliki banyak hamparan persawahan atau perkebunan. Burung pipit menjadi ciri khas pedesaan dengan kicauan ramainya dari dahan-dahan pohon dan atap rumah.

Burung pipit adalah nama umum bagi sekelompok burung kecil pemakan biji-bijian yang menyebar di wilayah tropis dan Australasia. Burung pipit kini dimasukkan kedalam suku Estrildidae, meski ada juga yang menganggap kelompok ini adalah anak suku Estrildinae, bagian dari suku Passeridae yang lebih luas.

Sekelompok burung pipit sedang minum


Rata-rata burung pipit tidak tahan dengan iklim dingin dan memerlukan habitat hangat di wilayah tropis seperti Indonesia. Walaupun begitu, ada sebagian kecil jenis burung pipit yang dapat beradaptasi dengan lingkungan dingin di Australia Selatan.

Baca juga : Kenari, Burung dengan Suara Merdu dan Warna Mencolok yang Sangat Populer di Dunia

Burung pipit senang hidup berkelompok dan sering terlihat bergerak untuk mencari makanan dalam gerombolan yang cukup besar. Burung pipit memiliki ciri perawakan dan kebiasaan yang serupa, tetapi beberapa jenis burung ini juga mempunyai warna-warna yang bervariasi, yang membuat burung pipit menarik untuk dipelihara karena keindahan bulunya.

Anakan burung pipit bersama induknya


Burung pipit bertubuh kecil, dengan panjang tubuh antara 10-12 cm (dari ujung ekor hingga paruh) dan berat 10-14 gram. Kuku burung pipit tumbuh sangat cepat. Burung pipit jantan memiliki kepala yang sedikit lebih lebar dibanding burung pipit betina.

Burung pipit tinggal di area terbuka di dekat sumber makanan dimana terdapat banyak tanaman rumput berbiji seperti sawah atau padang rumput. Burung pipit biasanya mencari makan di sekitar tanaman biji-bijian, yang menjadi makanan utamanya.

Bentuk paruh burung pipit yang pendek tetapi runcing sangat cocok untuk menghancurkan biji-bijian yang menjadi makanannya. Selain persawahan, burung pipit juga sering ditemukan di perkebunan yang banyak ditanami tanaman biji-bijian. Burung ini dapat mengonsumsi biji sebanyak 10% dari berat tubuhnya dan memakan bulir padi mulai padi yang sudah memasuki masa masak susu atau padi dengan masa tanam 70 hari.

Ketika bulir-bulir padi telah berisi, burung satu ini akan bergerombol dalam jumlah besar mencari makan di sawah. Itulah mengapa para petani menganggap burung ini sebagai hama. Mereka akan memasang jaring-jaring atau memasang orang-orangan sawah dan menimbulkan suara keras mengagetkan untuk menghindari padi mereka dari serbuan burung pipit yang kelaparan.

Pipit Jawa


Beberapa jenis burung pipit mungkin memiliki variasi yang berbeda dalam makanan (perbedaan jenis makanan). Kebanyakan, makanan utamanya adalah biji-bijian, tetapi ada juga spesies yang bersifat omnivora atau pemakan segala jenis makanan.

Baca juga : Kenari Lancashire, Salah Satu Burung Kenari Termahal Paling Digemari Pecinta Burung

Menurut sebuah studi yang dipublikasikan oleh Journal of Evolutionary Biology, perbedaan jenis pakan ada kaitanya dengan morfologi atau bentuk paruh burung pipit. Meski begitu, ada juga beberapa spesies pemakan biji-bijian yang juga memakan serangga dan invertebrata dalam porsi yang lebih banyak selama musim kawin.

Pipit Peking


Burung pipit biasanya membuat sarang di pohon guna melindungi dirinya dari predator, seperti kadal, ular, atau jenis reptil lainnya. Ketinggian pohon yang dijadikan sarang antara 4 hingga 6 meter. Jenis pohon yang banyak dijadikan sarang burung ini adalah cemara, pohon jambu, dan pohon kelapa.

Sarang burung pipit umumnya terbuat dari rumput kering ataupun yang masih hijau atau daun-daun padi. Sarang ini berbentuk bulat seperti bola dengan lubang ada di samping. Masa reproduksi burung emprit setiap tahun. Burung emprit dapat bertelur 4 hingga 6 butir, dengan telur berwarna putih berukuran sekitar 14 x 10 mm.

Masa inkubasinya berlangsung selama 12 hingga 15 hari. Baik burung jantan maupun betina akan menjaga telur tersebut hingga menetas. Setelah menetas, anak burung pipit akan mulai belajar terbang saat berumur 21-25 hari dan siap meninggalkan sarangnya.

Pada umur 4 bulan, burung ini akan berganti bulu dan pada umur 8 bulan akan memasuki masa reproduksi selepas ganti bulu yang kedua. Sayangnya, burung emprit memiliki masa hidup yang bisa dikatakan cukup singkat. Burung kecil ini hanya mampu bertahan hidup sampai usia empat atau lima tahun di alam bebas.

Peking Haji


Bencana besar pernah terjadi di Tiongkok, ketika pertengahan tahun 1958, Mao Zedong, Pemimpin RRT (Republik Rakyat Tiongkok) waktu itu, mengeluarkan dekrit, semua burung pipit di negara tersebut harus dibunuh. Mao meyakini, burung ini terlalu banyak memakan biji-bijian, terutama bulir padi, yang menurutnya sangat masuk akal untuk dimusnahkan.

Tahun berikutnya, masalah serius mulai muncul yaitu meningkatnya persebaran serangga yang menyerang tanaman pangan. Setelah burung pipit hilang, belalang yang menjadi salah satu jenis makanan burung pipit berkembang pesat, karena tidak adanya lagi predator. Saat itulah disadari, membunuh burung pipit ternyata menjadi hal kontra produktif. Karena, burung pipit tidak hanya memakan bulir padi, tetapi juga hama tanaman, terutama belalang.

Pelepasan burung pipit lambang syukur hasil sawah yang berlimpah dalam budaya Sumedang Larang


Produksi padi di berbagai kawasan turun drastis. Cerita pilu mengenai kelaparan massal dimulai. Berjuta orang kehabisan bahan makanan. Jumlah korban meninggal, menurut sumber resmi Pemerintah Tiongkok, sekitar 15 juta orang, yang diyakini para ahli jumlahnya jauh lebih banyak, antara 45 – 78 juta jiwa meninggal dunia.

Meski berukuran kecil dan sering dianggap hama oleh petani, burung pipit memiliki banyak keunikan dan manfaat bagi ekosistem. Kehadiran burung pipit juga menjadi indikator alami kualitas lingkungan, semakin banyak jenis burung yang datang menunjukkan lingkungan yang semakin sehat. Burung dapat berfungsi sebagai “early warning” atau pengingat dini terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan. Kualitas lingkungan yang membaik diindikasikan dengan meningkatnya keanekaragaman jenis burung. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Pipit, Burung Kecil dengan Beragam Corak dan Warna Menarik


Senin, 23 Juni 2025

Kenari Lancashire, Salah Satu Burung Kenari Termahal Paling Digemari Pecinta Burung



Kenari (Serinus canaria) merupakan salah satu jenis burung yang digemari oleh pecinta burung berkicau. Burung kenari awalnya ditemukan oleh seorang Pelaut Prancis bernama Jean de Berthan Cout di Kepulauan Canary pada abad ke-15. Istilah "kenari" tidak berasal dari buah kenari, melainkan mengacu pada nama asal pulau tempat jenis burung ini ditemukan, yaitu Kepulauan Canary.

Kenari berasal dari Kepulauan Canary, Azores, dan Madeira, dan kini banyak ditangkarkan di seluruh dunia. Kenari domestik memiliki berbagai jenis warna dan bentuk hasil persilangan, berbeda dengan kenari liar yang umumnya berwarna kuning kehijauan. 

Kenari menjadi burung peliharaan yang bernilai dan segera menjadi populer, terutama ketika varietas kanari kuning, cokelat dan merah diperkenalkan. Ada lima “varietas” burung kenari dewasa ini. Varietas pertama adalah varietas lagu (song variety) yakni hasil pengembangan kenari untuk menghasilkan kenari dengan kemampuan bernyanyi yang bagus dan sedikit banyak mengabaikan masalah warna burung tersebut.

Kenari lancashire ada yang berjambul dan yang tidak


Varietas kedua adalah varietas kenari warna (color bred variety) yang merupakan hasil pengembangbiakan yang mengejar kualitas warna dengan sedikit banyak mengabaikan keindahan nyanyian si kenari. Varietas ketiga adalah kenari postur (canary of posture) yakni kenari yang dikembangkan dengan sedikit memperhatikan warna bulu dan sama sekali mengabaikan masalah lagu.

Varietas keempat adalah kenari bagal atau hybrid (the mule and hybrid canaries) yakni kenari hasil persilangan antara kenari dengan burung jenis finch lainnya untuk menghasilkan keturunan yang memiliki sifat tertentu yang menonjol, apakah itu di masalah warna, lagu, postur, atau kombinasi di antara tiga varietas yang disebut sebelumnya (ini contohnya adalah persilangan lizard dengan yorkshire, atau yorkshire dengan blacktrouth dan sebagainya).

Baca juga : Kenari, Burung dengan Suara Merdu dan Warna Mencolok yang Sangat Populer di Dunia

Varietas kelima adalah varietas hasil persilangan dari semua ragam varietas di atas yang direkayasa bukan untuk tujuan khusus karena yang penting “bisa memuaskan” hasrat orang yang menangkar untuk bisa meghasilkan burung, apapun jenisnya. Dengan kata lain, lima varietas kenari di atas adalah jenis kenari yang bisa disebut atau dikaitkan sebagai hasil mutan dan blasteran.

Sementara burung kenari Lancashire adalah jenis burung kenari yang dibiakkan karena bentuk, bentuk, dan ukurannya, bukan karena warna atau kicauannya. Dulunya kenari lancashire ini banyak digunakan untuk mengembangkan jenis kenari lainnya seperti crested, norwich, dan yorkshire. 

Waktu itu banyak sekali penangkar yang melakukan perkawinan silang (persilangan/crossing), demi mendapatkan kenari jenis baru. Upaya breeding tersebut tanpa diimbangi dengan membudidayakan kenari lancashire itu sendiri. Sehingga jumlah burung kenari lancashire galur murni (standar) pun menurun drastis, dan dinyatakan punah pada masa Perang Dunia II.

Lancashire merupakan jenis kenari terbesar di Inggris. Panjang tubuhnya bisa mencapai 20 cm lebih. Postur tubuhnya cukup gagah dan berkesan mewah, karena sejak awal memang sengaja dikembangkan untuk bisa berdiri tegak.

Sekilas penampilannya memang mirip dengan kenari yorkshire, yang juga mempunyai perawakan besar itu. Tetapi jika diperhatikan betul dari dekat akan tampak beberapa perbedaan antara kenari lancashire dengan yorkshire.

Seperti, leher kenari lancashire lebih panjang dan lebih tebal. Bentuk dadanya pun lebih bulat dan berisi. Bulu-bulunya jika dirasakan juga jauh lebih halus. Ada dua jenis kenari lancashire, yaitu berjambul mirip tapal kuda atau disebut coppies, dan tidak berjambul yang disebut plainhead.

Budidaya kenari lancashire


Perawatan kenari lancashire tidak jauh berbeda dari perawatan kenari jenis lainnya. Yang penting sediakan pakan bijian berkualitas, serta pakan tambahan berupa buah dan sayuran segar setiap harinya.

Ketika burung mulai memasuki masa mabung, perawatan harus lebih ditingkatkan. Sebab kenari ini memiliki bulu-bulu yang cukup lebat dan tebal. Yang harus diperhatikan juga adalah pola perawatannya, jangan sampai mengalami kegemukan.

Untuk menghindari kegemukan yang bisa menyebabkan burung lamban dan malas beraktivitas, kenari lancashire harus aktif bergerak. Setiap 1-2 minggu sekali kenari ini harus selalu dilatih dalam sangkar yang luas atau menggunakan kandang umbaran.

Kenari lancashire yang ada saat ini merupakan hasil rekonstruksi dari keturunan-keturunan induknya yang pernah memberikan kontribusi pada jenis kenari lain pada masa lalu. Sehingga tidak salah kiranya jika julukan kenari yang “bangkit dari kepunahan” pantas diberikan kepada kenari lancashire.

Kenari lancashire si kenari raksasa


Burung Kenari Lancashire tidak membutuhkan sangkar yang terlalu luas. Untuk sangkar harian bisa diberikan sangkar yang berukuran kurang lebih panjangxluasnya 40cmx 202 cm dengan tinggi 25 cm dengan dua tangkringan yang terbuat dari kayu.

Untuk Kenari betina, kenari yang sedang mabung, dan anakan kenari bisa ditempatkan di sangkar umbaran, biasanya anakan kenari dipelihara sampai selesai mengalami fase mabungnya. Untuk sangkar umbaran biasanya dibuat dengan ukuran sekitar 100x45x50 cm. (Ramlee)


Sumber : remen.id

Kenari Lancashire Burung Kenari Terbesar di Inggris


Pesona Keindahan Mutasi pada Zebra Finch

Zebra Finch (Taeniopygia guttata) merupakan salah satu jenis finch yang cukup digemari di Indonesia. Sudah banyak kicau mania di Indonesia ...